Sudah sejak seminggu lalu cincin milik Blue Lantern Corps berada tangannya. Memang, ini bukan pertama kalinya ia memegang cincin yang berbasis pada harapan tersebut. Bagaimanapun, sebelumnya ketika terjadi krisis besar - besaran -dimana Black Lantern yang didalangi oleh Nekron >
@hal_jrdn1 > bisa terbang secara ‘solo’ dalam percobaan pertama agaknya terasa kecil-
Dan kini, di sinilah Barry tengah terbang bersama dengan sang sahabat meski jangkuannya masih belum terlalu jauh dari tanah.
“Sekarang, apa yang akan kita lakukan?”
Tanya sang speedster seraya >
@hal_jrdn1 > diberikan, agaknya memiliki nada keraguan yang amat kentara. Kemudian sang Blue Lantern kembali menarik nafasnya dalam - dalam sebelum kembali berucap.
"Jika ada satu atau dua kesalahan teknis karena ketakutanku, maafkan aku, oke?"
Bagaimanapun Barry sendiri masih tak yakin >
@hal_jrdn1 > ada sebuah rasa malu yang dimilikinya.
Bagaimana tidak? Dia seorang superhero dan ia takut ketinggian benar - benar sesuatu yang tidak masuk akal. Kemudian kembali ia berkata pada sang kawan.
"Uh, sekarang bagaimana solusinya?"
「@hal_jrdn1」
@hal_jrdn1 > hati ia berdoa supaya sahabatnya ini tidak menertawakan alasannya untuk takut terbang. Akhirnya alasan utama yang menjadi dalang ketakutannyapun terucap dari mulut si pirang.
"Aku takut ketinggian."
Selanjutnya air muka dari sosok Barry Allen berubah menjadi kemerahan >
@rebellingGOD "Oh, right. I'm sorry."
Sighed.
"I'm a Blue Lantern of this sector and my ring told me there's something strange here and then I find you here? So.. Who are you?"
@spoileraIrt >
"Kau tahu, ini alasanku rehat di sini. Banyak urusan dadakan yang akhir - akhir ini harus kukerjakan."
Akhirnya sebuah anggukan diberikan oleh sang rekan dan Barry dengan segera menuju lokasi, dimana ia bisa melihat secara lebih lanjut mengenai notifikasi apa gerangan yang >