@FeliaBoe Kedua topik yang disampaikan tersebut memberikan banyak informasi penting bagi para hadirin, dan juga kami di Foodlab. Semoga ilmu-ilmu yang dibagi tersebut dapat menginspirasi dan menggerakkan kita warga Bandung untuk membuat sistem pangan kita menjadi lebih baik.
@FeliaBoe Felia dan Gigih berbicara mengenai bagaimana melakukan perusahaan yang bergerak dalam bidang perubahan sosial, sedangkan Fadly dan Prananda berbagi ilmu mengenai sejarah makanan di Indonesia dan juga jejaringnya.
Pembicara yang hadir di talkshow tersebut adalah Fadly Rahman (penulis Jejak Rasa Nusantara), @FeliaBoe (koordinator di Hivos), Prananda Luffiansyah (design researcher), dan Gigih Rezki Septianto (founder WeCare.id).
Beberapa tahap yang dilakukan melalui Labbing Process adalah empati, ideasi, prototipe, dan percobaan prototipe. Hasilnya, beragam prototipe kreatif yang dihasilkan oleh mahasiswa MBA ITB ini dipajang di Bandung Food Change Lab Exhibition & Talkshow kemarin.
Penelitian ini dilakukan dengan kolaborasi bersama mahasiswa CCE MBA Institut Teknologi Bandung, dan peran mereka adalah mempraktikkan metode design thinking langsung melalui studi kasus para PKL ini.
Di dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah design thinking. Metode ini bersifat human-centred, atau berfokus pada orang-orang yang terlibat di dalam masalah yang ingin diselesaikan.
Foodlab Bandung memiliki tujuan sederhana, yaitu membuat orang lain tertantang untuk ikut menyelesaikan masalah sosial yang ada. Kali ini, kami membawa tema Sustainable Diets For All. Untuk mencapai tujuan ini, kami mengadakan penelitian bernama Labbing Process.
Dari acara ini, Foodlab Bandung banyak mendapat insight yang juga penting untuk digali lebih dalam lagi. Semuanya dilakukan agar kami dapat menemukan solusi yang efektif bagi sistem pangan di kota Bandung tercinta.
Dari pertemuan berbagai aktor dari berbagai lapisan pun didapatkan beragam data yang berguna, misalnya kekhawatiran para PKL mengenai preman, dan sulitnya pemerintah untuk mengubah kebiasaan masyarakat meski telah banyak program diterapkan.
Knowledge Cafe adalah metode yang vital bagi Food Change Lab, sampai diadakan beberapa kali pada tahun ini. Yang terakhir, Knowledge Cafe diadakan di Bandung Food Change Lab Exhibition & Talkshow kemarin.
Acara ini dihadiri oleh pihak pemerintah seperti Dispangtan dan Dinkes, akademisi dari ITB, Poltekkes, dan Unpad, para PKL, dan juga anggota komunitas. Melalui acara ini, Foodlab berhasil mendapatkan data awal untuk melanjutkan program Food Change Lab di Bandung.
Tahun ini Foodlab mengadakan Expert Opinion Polling, yaitu penghimpunan opini dari sejumlah ahli yang berkecimpung dalam bidang pangan. Tujuannya adalah untuk memetakan masalah seputar sustainable diets di Bandung.
Makanan yang berlawanan rasa akan digandrungi karena masyarakat semakin terbuka dengan pengalaman memakan. Jadi, para koki lebih berani menabrakkan berbagai rasa di dalam satu hidangan, misalnya percampuran dari kuliner berlainan negara dalam satu hidangan.
Tidak hanya di daerah perkotaan, secara keseluruhan di Indonesia, makanan yang akan menjadi pilihan adalah makanan yang sehat, higienis, dan memiliki nilai tambah selain rasanya.
Apa yang dimakan masyarakat Indonesia tentu saja berubah seiring dengan perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakatnya. Menurut Daud D. Salim, di tahun 2018, tren makanan Indonesia diprediksi akan bergeser ke arah makanan cepat saji yang sehat dan higienis.