Day 516 in in prison: Halo, perkenalkan, nama saya Abe. To be honest, beli cenblue karena mau 143 cenblu mutuals dan perluas insight on X. Moreover, saya ingin memberikan kesaksian online tentang hidup saya selama di dalam lapas dan bagaimana hidup dalam lapas mengubah perspektif hidup saya.
Hari ini saya berbicara dengan kalian di X bukan sebagai seseorang yang sempurna, melainkan sebagai seorang manusia berdosa yang membutuhkan kasih karunia Tuhan setiap hari.
Saya pernah membuat keputusan-keputusan yang salah dalam hidup saya. Saya pernah dikuasai oleh kemarahan, kebencian, kesombongan, dan dosa. Saya pernah berpikir bahwa saya mampu mengendalikan hidup saya sendiri tanpa Tuhan. Namun semakin jauh saya berjalan dari Tuhan, semakin saya menyadari bahwa hati manusia tanpa Kristus mudah tersesat.
Firman Tuhan berkata dalam Roma 3:23 :
"Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah."
Ayat ini mengingatkan saya bahwa saya bukan satu-satunya orang yang berdosa. Setiap manusia membutuhkan pengampunan Tuhan.
Ada masa dalam hidup saya ketika saya harus menghadapi konsekuensi dari tindakan dan keputusan yang saya ambil. Dalam masa-masa yang penuh tekanan, saya mulai bertanya kepada diri sendiri: apakah hidup saya masih mempunyai harapan?
Ketika saya bergumul dengan rasa bersalah, penyesalan, dan ketakutan akan masa depan, saya menemukan penghiburan dalam firman Tuhan.
Mazmur 51:19 berkata:
"Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah."
Saya menyadari bahwa Tuhan tidak mencari manusia yang sempurna. Tuhan mencari hati yang sungguh-sungguh bertobat.
Dalam perjalanan hidup saya, saya belajar bahwa kemarahan yang tidak dikendalikan dapat menghancurkan banyak hal.
Firman Tuhan berkata dalam Yakobus 1:19-20 :
"Setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah."
Saya menyadari bahwa ketika manusia membiarkan amarah mengendalikan hati, keputusan yang diambil sering kali membawa penyesalan.
Karena itu saya belajar menyerahkan kemarahan saya kepada Tuhan dan meminta Roh Kudus membentuk karakter saya setia dalam usaha bertobat.
Ada saat-saat ketika saya merasa putus asa.
Saya memikirkan masa lalu saya. Saya memikirkan orang-orang yang terluka karena keputusan yang pernah saya ambil.
Namun Tuhan mengingatkan saya melalui Mazmur 34:19 :
"TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati. "
Ketika semua harapan seolah hilang, Tuhan tetap hadir.
Ketika tidak ada seorang pun yang memahami pergumulan saya, Tuhan memahami.
Ketika saya menangis dalam kesendirian, Tuhan melihat.
Saya menyadari bahwa kata-kata dapat melukai ataupun menyembuhkan.
Amsal 18:21 berkata:
"Hidup dan mati dikuasai lidah."
Karena itu saya berusaha agar perkataan saya menjadi berkat bagi orang lain.
Salah satu ayat yang paling menguatkan saya adalah
1 Yohanes 1:9 :
"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."
Pengampunan Tuhan tidak menghapus konsekuensi duniawi dari tindakan manusia, tetapi pengampunan Tuhan memulihkan hubungan manusia dengan Allah.
Karena itu saya datang kepada Kristus dengan kerendahan hati.
Saya mengakui dosa saya.
Saya memohon belas kasihan-Nya.
Saya percaya bahwa melalui salib Kristus masih ada harapan bagi setiap orang yang berusaha bertobat.
Hari ini saya ingin bersaksi bahwa tidak ada manusia yang terlalu jauh untuk dijangkau oleh kasih Tuhan.
Tidak ada masa lalu yang terlalu gelap bagi terang Kristus.
Tidak ada hati yang terlalu hancur untuk dipulihkan oleh Tuhan.
Kiranya hidup saya menjadi pengingat bahwa kasih karunia Allah lebih besar daripada dosa manusia, dan bahwa setiap orang yang datang kepada Kristus dengan pertobatan yang tulus dapat menemukan pengharapan yang baru.
Amen
Day 519 in prison: abis ibadah online, lanjut nonton House of the Dragon season 3 untuk menghabiskan waktu di lapas. Yang suka HOTD, let's be moots. Team black or team green?