1 bulan sebelum Ujian Akhir Nasional, kami kelas 3 diberi kebebasan untuk studi secara mandiri (karena ujian sekolah sudah selesai) selama itu juga dari pukul 07.30-13.00 beberapa teman dan saya malah main joker di kelas,
permainan berhenti kalau ada guru/pastor lewat depan kls
SMA saya di Seminari, asrama. Aturannya jam 17.00-19.00 itu studi mandiri. Wajib di kelas, tanpa suara. Silentium Magnum, istilahnya.
Suatu hari waktu studi mandiri, semua di kelas dalam suasana hening. Pintu diketuk. Seorang teman dari kelas sebelah kepalanya nongol.
βTeman-teman, boleh minta perhatiannya sebentar.β
Kami semua menatap dan fokus pada seseorang di pintu itu. Hening.
Dia melanjutkan: βBaik, cukup perhatiannya, terimakasih.β
Lalu dia menutup pintu dan lenyap.
Demi Tuhan, kami ingin melempar anak itu ke kolam. π
"indah rencana Mu, Tuhan
di dalam hidupku.... " dendangnya mengikuti irama musik dari hp di genggamannya.
11 bulan setelah berpulangnya sang suami kepada Sang Maha Cinta
Judul: cerita belakang
a: ihh, itu yg bapaknya menteri toh (sambil nunjuk), sembarang na bilang bapaknya
b: iyo, kalau bapak ku itu, malu ka
a: iyo, saya juga malu kalau bapak ku itu
contoh cerita belakang tetangga menteri
hasil nonton doraemon pagi ini
"Aku tidak peduli dengan rekor, aku hanya ingin tidur" kata nobita sambil maju dalam perlombaan dunia tidur tercepat π΄