Kabar baik untuk kalian yang giginya bolong!
Jepang telah melakukan uji klinis fase 1 pertama di dunia untuk obat regenerasi gigi alami bernama TRG-035.
Yuk kita bahas!
Seperti kita tahu, gigi pada orang dewasa itu tidak tumbuh lagi bila tanggal atau patah, beda dengan anak-anak. Obat ini bekerja dengan mengubah jalur persinyalan molekul di tubuh yang penting untuk pembentukan dan pertumbuhan gigi.
Cara kerja obat ini secara sederhana akan menyebabkan aktifnya tunas gigi dorman yang biasanya tidak berkembang pada manusia dewasa dan merangsang pertumbuhan gigi baru secara alami.
Nah saat ini uji klinisnya sudah berjalan sekitar tahun 2024-2025, dengan target bisa digunakan pada 2030.
Mudah-mudahan dengan penelitian ini gigi yang sudah hilang dapat ditumbuhkan lagi secara alami, tanpa perlu implan atau gigi palsu.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
The rising potential of tooth germ-derived stem cells and the future of oral rehabilitation
*5 CARA PUNYA MINDSET PEBISNIS SUKSES*
1. *UBAH GAJI MENJADI MODAL*
jangan cuman mikir dapet berapa. tapi ini bisa diputar jadi apa.
2. *WAKTU = ASET, BUKAN ISI BAHAN GABUT*
scroll boleh, tapi pastiin kamu juga scroll ilmu dan peluang.
3. *GAGAL, GAS LAGI. JANGAN BAPER*
pebisnis tuh bukan anti gagal, tapi anti nyerah. jadikan kegagalan sebagai pelajaran.
4. *LIHAT MASALAH = LIHAT PELUANG*
orang lain ngeluh, kamu cari solusi. disitu peluang untuk berhasilnya.
5. *MULAI KECIL, MIKIR BESAR, EKSEKUSI CEPAT*
jangan nunggu sempurna, mulai dulu. test, improve, repeat.
untuk kamu wanita cantik;
The power of Tahajjud, Qobliyah Subuh dan Sedekah Subuh itu dasyat banget.
kata Allah :
"Mustahil aku menolak hajatmu, sedangkan kau datang padaku di sepertiga malam saat orang lain lebih memilih untuk tidur"
Yakin dengan janji Allah 🤍
Jangan lupa minum air rebusan ketumpang air ini, Mas.
Saya hampir tiap hari makan emping ½ toples, tapi selalu minum air rebusan ketumpang air.
Alhamdulillah 16 Feb 2026 kmrn MCU, asam urat normal di 5,5
DARI PEKERJA PABRIK KE BILLIONARE, KAMU BISA JADI THE NEXT KHABY JIKA PUNYA INI
Bukan kamera mahal.
Bukan smartphone mewah.
Bukan editing canggih.
Bukan strategi rumit.
Khaby Lame, dia lahir di Dakar, Senegal, lalu pindah ke Italia saat umurnya baru satu tahun. Tumbuh besar di dekat Turin, di keluarga imigran kelas pekerja. Sekolah negeri biasa. Rumah kecil. Hidup yang, kalau jujur, tidak pernah terlihat seperti awal cerita sukses.
Saat remaja, dia sempat dikirim ke madrasa dekat Dakar. Lalu balik lagi ke Italia. Tidak ada rencana besar. Tidak ada “passion project”. Hanya menjalani hidup.
Di usia dewasa, Khaby bekerja sebagai operator mesin CNC di pabrik. Shift panjang. Pekerjaan repetitif. Sesekali ambil kerja sampingan di restoran. Hari-harinya mirip jutaan orang lain di dunia.
Lalu Maret 2020 datang. Italia lockdown. Pabrik tutup.
Dia kehilangan pekerjaan. Tiba-tiba, jalan hidupnya berhenti.
Dia kembali tinggal dengan orang tuanya. Tidak ada penghasilan. Tidak ada arah. Hanya waktu, rasa bosan, dan sedikit cemas soal masa depan. Kondisi yang mungkin kita rasakan saat ini.
Di situ, dia download TikTok. Bukan buat jadi kreator.
Bukan buat cari uang. Cuma buat ngisi waktu.
Dan ini bagian yang sering kita lewatkan. Khaby tidak mencoba jadi lucu. Tidak mencoba pintar. Tidak mencoba viral. Tidak mencoba memenuhi ekspektasi orang. Dia hanya jujur.
Dia lihat video “life hack” yang ribet, lalu menunjukkan solusi paling sederhana. Tanpa ngomong. Tanpa caption panjang. Hanya ekspresi wajah yang jujur: “kenapa harus seribet ini?”. Dan entah kenapa, dunia merasa hal yang sama.
Akhir 2020, videonya mulai lewat di mana-mana.
2021, pertumbuhannya bukan lagi cepat. Tapi liar.
Jutaan followers per minggu. Mengalahkan semua kreator Italia. Melewati sebagian besar kreator dunia.
Bukan karena algoritma, tapi karena semua orang merasa: “gua ngerti ini dan ini relate dengan keresahan gua.”
Tahun 2022, dia menyalip Charli D’Amelio dan jadi orang paling banyak diikuti di TikTok.
Di balik layar, satu keputusan penting diambil: citranya dikelola sebagai bisnis, bukan sekadar akun. Lahirlah Step Distinctive Limited. Perusahaan yang mengelola kerja sama, lisensi, dan representasi dirinya. Khaby punya 49% saham. Pelan-pelan, dia berhenti hanya jadi kreator. Dia jadi aset.
Tahun 2023, dia muncul sebagai skin di Fortnite.
Jadi juri Italy’s Got Talent.Datang ke Venice Film Festival.
Bukan karena akting.Bukan karena nyanyi. Tapi karena dia ada. Karena dia berbeda.
Masuk 2024–2025, semuanya semakin jelas. Pendapatan sekitar $20 juta per tahun. Lebih dari 360 juta followers lintas platform. Ditunjuk sebagai UNICEF Goodwill Ambassador.
Lalu datang momen yang bikin orang berhenti scrolling.
Januari 2026. Khaby menjual Step Distinctive Limited dengan harga $975,000,000. Yang dibeli bukan videonya. Bukan akun TikTok-nya. Tapi:
➜ hak komersial global
➜ kendali monetisasi citra
➜ izin membangun AI-digital twin dari dirinya
Dari pekerja pabrik ke hampir satu miliar dolar.
Dan sekarang, balik ke judulnya: "Kamu bisa jadi the next Khaby jika punya ini"
Coba berhenti sebentar dan bayangin: Lu bangun pagi di rumah kecil. Bukan di kota besar yang glamor. Tapi di perumahan umum, dekat pabrik. Itu hidup Khaby Lame sebelum dunia mengenalnya.
Bukan kamera mahal. Bukan editing canggih. Bukan strategi rumit. Tapi:
➜ Berani untuk kontra: Khaby berani berdiri berlawanan dengan arus ketika banyak orang menganggap sesuatu yang populer otomatis layak diikuti. Melalui video reaksinya terhadap konten “life hack” yang justru hidup terlihat semakin rumit, dia memilih menunjukkan bahwa menurutnya hidup tidak semuanya perlu serumit itu.
Pesan moralnya sederhana: Tidak semua yang sedang tren perlu diikuti, dan tidak semua yang populer layak dibenarkan.
➜ Critical thinking: Khaby tidak menerima tren begitu saja hanya karena semua orang melakukannya atau mengikutinya. Dia berhenti sejenak, melihat, mempertanyakan ulang, lalu menyederhanakan.
Pesannya jelas: Berpikir kritis bukan soal melawan, tapi soal berani mempertanyakan sebelum ikut menyetujui.
➜ Berani mulai dan konsisten: Khaby tidak malu menunjukkan hal-hal yang terlihat sepele. Banyak orang punya pemikiran, ide, atau sikap sederhana saat menghadapi masalah, tapi memilih diam karena takut terlihat biasa. Khaby justru mempercayai hal-hal yang terasa biasa itu, lalu melakukannya terus-menerus.
Di situlah pesan moralnya kuat: Sesuatu yang sederhana, jika dijalani dengan konsisten, bisa memiliki dampak yang besar.
Pada akhirnya, apa yang gua tulis bukanlah tentang tips menjadi the next Khaby Lame, tapi tentang pertanyaan yang muncul, yang gua tanyakan pada diri gua sendiri setelah gua membaca perjalan hidup Khaby Lame dari berbagai sumber. (Yang lu baca adalah rangkuman nya)🤣
Pertanyaan nya adalah: Apakah gua termasuk orang yang menelan mentah-mentah setiap informasi? Apakah gua orang yang mudah terbawa dan setuju dengan tren? Orang yang takut untuk memulai? Orang yang tidak punya komitmen dan konsistensi pada sesuatu yang sudah dimulai?
Pikirkan.
Momen RDP Komisi IV DPR RI & KLHK pd Nov 2021, menyikapi musibah banjir besar di Kalimantan 2021 lalu.
Suara Dedi Mulyadi yg saat itu Wakil Ketua Komisi IV DPR RI.
Siang ini saya makan siang dengan kenalan lama saya — Nova Pishesha, perempuan muda dari Singosari, Jawa Timur, yang kini menjadi Assistant Professor di Harvard Medical School. Di usianya yang muda, ia memimpin Pishesha Lab, laboratorium bioteknologi yang meneliti sistem imun dan nanobody, dan juga membangun beberapa startup biotech.
Jalan hidupnya seperti puisi tentang keberanian: berangkat ke Amerika dengan tiket sekali jalan dan uang yang tak cukup, memulai dari community college di San Francisco, lalu diterima di UC Berkeley dengan Regents’ and Chancellor’s Scholarship, beasiswa paling bergengsi di sana. Dari situ ia melangkah ke MIT untuk meraih PhD di Bioengineering, dan kemudian terpilih sebagai Harvard Junior Fellow: program yang melahirkan para profesor besar dan penerima Nobel.
Sampai hari ini, Nova adalah satu-satunya orang Indonesia yang pernah menjadi Harvard Junior Fellow.
Namun mungkin yang paling indah dari kisahnya bukanlah daftar prestasi itu, melainkan cara ia menapaki jalan panjangnya. Nova belajar bertahan di negeri yang keras, menjadikan sains bukan sekadar profesi, tapi cara untuk memberi makna. Ia percaya, perempuan tak butuh pembenaran untuk berprestasi — yang mereka butuhkan hanyalah kesempatan.
Mungkin di sanalah keindahan sains berdiam: bukan hanya menemukan sesuatu yang baru, tapi menemukan cara baru untuk peduli. Kadang kemajuan tak lahir dari laboratorium yang sunyi, tapi dari ruang batin yang gelisah dan penuh harapan.
Di balik mikroskop dan tabung reaksi itu, ada keberanian untuk bermimpi: agar suatu hari nanti, ada anak perempuan dari kampung kecil lain yang berbisik pelan pada dirinya sendiri:
“Kalau dia bisa, aku pun bisa.”
Ini adalah Usus Buntu.
Usus buntu itu seperti karyawan di tubuh kita yg Kadang kerja, kadang bikin heboh.
Letaknya di pojok kanan bawah perut. Bentuknya kecil seperti sisa kabel charger yang lupa dicabut. Namanya appendiks.
Fungsinya masih jadi perdebatan. Mungkin tempat penyimpanan bakteri baik.
Masalahnya, kalau lubangnya tersumbat oleh sisa makanan atau kotoran, dia langsung drama. Bengkak, nyeri, dan bikin kamu meringis setiap jalan kaki. Kalau dibiarkan, bisa pecah, dan itu masuk kriteria gawat darurat.
Tandanya klasik. Nyeri perut kanan bawah, mual, demam, dan tidak bisa tertawa saat perutnya ditekan.
usus buntu tidak bisa disembuhkan dengan minyak kayu putih, doa semalaman, atau rebusan daun yang viral di TikTok.
Kadang satu-satunya solusi hanyalah operasi kecil agar hidupmu kembali besar.
Ini baru benar, nasinya aja ngebul, yg lain juga pasti masih segar, bukan makanan basi ada dapat keuntungan, perkara busuk, meracuni bodo amat, yg ptg sebulan cuan masuk bikin aman saldo pengelola😂
Ribuan pengemudi ojek online (ojol), driver mobil online, dan kurir logistik bakal mematikan aplikasi secara serentak pada Rabu (17/9/2025). Aksi ini dilakukan bersamaan dengan demonstrasi di Istana Presiden, DPR RI, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Baca di sini: https://t.co/9qzlKy9Zjl
~TA #Ojol #Demo
Untuk adik-adikku Gen Z yang luar biasa.
Kalau dulu, umur 30 ayah ibumu udah bisa bangun rumah. Sekarang kamu umur 30 masih ngekos atau ngontrak.
Ingat ini Usahanya sama, tapi memang ekonominya yang beda.
Dulu ibumu bisa besarin tiga anak tanpa kuliah. Kamu sekarang udah sarjana, kerja sambilan sana-sini, tetap ngos-ngosan buat bertahan hidup.
Dulu ibu belanja untuk kebutuhan seminggu cukup gaji bapak sehari. Sekarang kamu kerja dua tempat, keranjang belanja masih setengah isi.
Ini bukan karena kamu males atau kurang kerja keras. Permainannya memang udah berubah.
Jangan bandingin dirimu sama orang tua dulu. Mereka main di level berbeda. Kamu main di level expert, lawan hidupmu itu sungguh dahsyat, inflasi, ekonomi digital, dan dunia yang nggak pernah tidur.
Kamu tidak gagal. Garis start-nya yang memang geser, aturannya yang berubah. Kamu masih bertahan di dalam permainan.
Jadi stop rasa bersalah, stop ngerasa malu. Kamu nggak terlambat. Kamu lagi bangun sesuatu di tekanan yang generasi sebelum kamu dulu nggak pernah hadapi.
Terus jalan.
Kamu nggak rusak.
Kamu cuma lagi membangun
di dunia yang beda.
✅ RESMI : Skuad timnas Indonesia untuk laga FIFA matchday September nanti. 🇮🇩
5 September
vs Kuwait (20.30 WIB)
8 September
vs Lebanon (20.30 WIB)
📸 @erickthohir
Pagi rakyat jelata,
Sudah hari Rabu, ayo bekerja lebih keras. Tetap semangat walau upah kalian hanya UMR, karena dg kalian banting tulang sekeras2nya bisa membantu Presiden @prabowo :
1. Menggaji besar kabinet yg bejibun
2. Memberikan kemewahan bagi anggota DPR.
Semangat
#Gempa Mag:4.9, 20-Aug-2025 19:54:55WIB, Lok:6.48LS, 107.24BT (14 km Tenggara KAB-BEKASI-JABAR), Kedlmn:10 Km #BMKG
Disclaimer:Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data