Hi, i go to my therapist today, and one of the best advice that i got is, sometimes processing your emotion should not always complete in the fastest way as possible, because time heals and teaches you to be a better person
Hal yang paling sulit dari menjadi mahasiswa tahun terakhir kuliah adalah bukan tentang skripsinya, justru karena banyaknya waktu yang dipunya sehingga timbulah rasa rasa kesepian itu, dari saya you start to talk inside your head
Guys, we need to learn to say no! We need to learn to respect ourself
I still trying to learn those things to, it is hard, and if you have any tips, pls do dm me
Karena proses kognisi dan emosi itu beda tempat di otak walau saling berhubungan, dan dua duanya memakan energi yang banyak, ga menjamin orang pintar secara akademis ga bakal mengalami fase yearning
@_hushlust Waktu itu pernah ke sana, katanya si klo hari Rabu/kamis baru bisa akses, kalo butuh info layanan prep bisa ke aku aja tapi paling nyarinya ke rancaekek
I do love religion, it plays a significant role in my life. Religion is my coping, god is my support system, and it’s comunity is my shied and belonging.
But why for some others, religion becomes threat? And i cant stand with that unjust status quo!
Kadang suka bingung ya kenapa ada orang yang lahir dalam kondisi yang tidak beruntung. I am so blessed lahir di keluarga yang moderat, we have religion but we dont practice that in an extreme way.
Sedangkan ada orang yang lahir di Conservative Household.
Meanwhile there is other people, yang bahkan merasa bersalah cuma karena mencintai orang lain, dan merasa perlu menata hidupnya ulang cuma gara gara emotionally manipulate that they are sinner.
Aku beruntung kalau gagal, my mom gonna said, gapapa dek nanti di coba lagi, daripada saat gagal bilang “mungkin hubungan mu dengan Tuhan belum cukup baik”. Never in my life, my mom blame me dan bilang aku gagal karena kurang ibadah.