https://t.co/n4rFBrfqco
RIGHT TO BE FORGOTTEN
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai, mengusulkan masuknya hak untuk menghapus jejak digital atau Right to be Forgotten ke dalam draf Revisi Undang-Undang HAM.
Langkah ini diambil untuk memulihkan martabat warga negara yang tidak terbukti bersalah di pengadilan, namun telanjur menjadi korban framing negatif media atau publik di masa lalu.
Ada pemimpin yang terlahir dan terbentuk. Sementara Pribadi yang berjiwa besar tidak pernah lahir, dia bertumbuh dari permasalahan permasalahan besar menghunusnya.
Dengan isu nasional yang semakin gelap akhir akhir ini, patutnya semua kalangan turut khawatir. Pemerintah sudah semakin denial dan antikritik. Sayangnya pergerakan pergerakan mahasiswa sudah sangat surut. (*Masihkah ada yang pela akan isu ini?) Sayang sekali, dulu revolusi --
Ini baru Ngeri "
Anggota Komisi 3 DPR Melakukan investigasi secara Pribadi dalam kasus Import Gula TTL,
&
Menurutnya ijin import sudah sesuai Prosedur & Tidak ada unsur perbuatan melawan Hukum !
Free will, recharge energy, mental health, dll yang secara tidak langsung memvalidasi bahwa mental generasi ini cukup lemah. Namun sebaliknya, harus diakui generasi ini punya kreativitas dan inovasi yang cukup potensial, terutama di bidang digital.
"Namanya juga Gen Z", oleh Gen Boomer.
Gen z dianggap punya mental yang cukup lembek dibandingkan dengan generasi generasi sebelumnya. Kemudian timbul perspektif skeptis dengan gen ini. Harus diakui gen Z punya isu tidak begitu percaya dirinya. Maka tidak sedikit yang mudah .....
Oleh siapapun. Perlu ruang privat untuk kebutuhan spiritual pribadi. Generasi ini juga sangat tergantung pada orang lain, contohnya, jika dia tidak ikut maka aku juga tidak. Ungkapan seakan dia buka siapa siapa tanpa orang lain. Banyak pula istilah baru seperti