1. harga tiket lu nyawit buat ukuran festival bank, harga segitu udah berasa kaya konser skala gede padahal benefit yang dikasih ga sebanding.
2. lu boong soal stage dari awal promosi digambarin seolah olah bakal ada pengalaman festival yang megah, pas makin deket acara informasinya berubah terus orang beli tiket berdasarkan ekspektasi yang lu bangun.
3. lu bikin GA tapi pemenangnya ga jelas. ga ada transparansi, ga ada penjelasan rinci proses milihnya gimana. jadinya orang wajar kalau curiga pemenangnya dipilih sesuka hati.
4. ga semua yang nonton itu udah kerja dan punya penghasilan sendiri. banyak pelajar dan mahasiswa yang nabung berbulan bulan cuma buat beli tiket.
5. rundown lu ga jelas. orang butuh tau estimasi acara selesai jam berapa, kapan performer tampil, kapan harus siap pulang. ga semua orang tinggal deket venue.
6. lu kaya lupa kalau penonton juga harus mikirin transportasi. MRT, KRL, bus, travel, bahkan ada yang dijemput orang tua. kalau info acaranya ga jelas, mereka yang repot ngatur semuanya.
7. komunikasi dari pihak penyelenggara juga berantakan. setiap ada pertanyaan, jawabannya muter-muter.
8. kalau dari awal transparan, konsisten, dan ga bikin ekspektasi yang berlebihan, mungkin ga bakal sebanyak ini orang yang kecewa. sekarang yang lu dapet bukan cuma komplain, tapi juga hilangnya kepercayaan dari calon penonton yang udah ngeluarin uang dan waktu mereka.
udahlah tiketnya berkali lipat lebih mahal dari tahun lalu, stagenya malah kecil pendek kayak buat pensi. Keonho diganti Aldi Taher kayaknya yg qn belakang jg gabakal sadar
kpopers di tempat kerja rangenya macem2
- ada yang chronically online twt oomf
- ada yang suka ngikut hoax tiktok
- ada yg lagu kpop terakhirnya sorry sorry
- ada yang keliatan normies tapi berangkat ngonser
- ada yang chronically online twt oomf tp berusaha keliatan spt normies
Emang di Bundaran HI lebih efektif. 5km is a very long walk tp imagine orang2 yg mereka lalui lihat semuanya. Berangkat start di 1500-3000 demonstran, dan mereka deploy 4000. Who knows at the end of the day akan banyak warga yg ikut turun dan massa bertambah. ACAB gabisa nangkep semua orang. Stay safe everyone! Jaga kanan kirinya!
You know how brilliant their idea to choose Bundaran HI sebagai tempat "aksi" mereka adalah? It’s because they know Bundaran HI adalah pusat titik keramaian Jakarta.
Choosing Bundaran HI means maximum exposure. Akses ke semua lapisan masyarakat itu potensial banget buat attract publik. From the corporate slaves stepping out of their Sudirman offices, people commuting, to the general public—everyone is literally there. It is the ultimate hub to get eyes on your movement.
Plus di Bundaran HI, segala jenis transportasi umum ada. It’s the literal heart of Jakarta's transit. So obviously, the traffic will be disrupted. But honestly? In modern activism, that disruption is a feature, not a bug. When the traffic gets a bit chaotic, people are forced to look. It creates that instant "Wait, what’s happening over there?" effect.
As someone who used to organize actions and protests too, let’s be real for a second: pemilihan Bundaran HI ini bukan lagi buat "protes" langsung ke pihak yang diprotes.
Why? Karena ya udah pasti gak bakal didengar. Pointing fingers directly at the institutions just ends up making you tired, drained, and honestly, males banget. It’s a dead end.
Makanya mereka pilih Bundaran HI. It’s no longer about yelling at a brick wall; it’s about controling the narrative and winning the public's attention. If the authorities won't listen, you make the entire city talk about it instead. And there’s no better stage for that than Bundaran HI.
1. Harga mehong
2. Street banner dipasang malem sblm hari H konser
3. Sepi bgt kek gaada woro woro
4. Section bene oke pasti gaib bgt
5. Budeg ga dengerin customer
Kalian sadar gk ?
banyak daerah yg udah mulai demo tapi gk disiarkan media
Daerah yg sudah mulai Demo:
- Jakarta (Cikini Raya & Badan Gizi Nasional)
- Bandung (DPRD Jabar)
- Medan (Lapangan Merdeka)
- Kendari (Bundaran Tank)
- Semarang
Katanya mulai merembet ke Sulawesi & Sumatera juga 💀
I didn't record it but I remembered once exo saw the banner they immediately went 저언하아아아아 😂🤣 it's hilarious! I was wondering how the "ku kembalikan mahkotamu king" joke would be translated to KR but this is perfect 😂
Waktu ke acara Lee Youngji, Park Jihoon dikasih fan letter titipan dari kenalan staf. Ternyata yang kirim mba OP ini.
Jadi tiga tahun lalu waktu fansign, OP yang kerja jadi kameramen variety show ngasih post-it ke Jihoon. Isinya nanya:
"Mimpi Nuna adalah ketemu Jihoon di lokasi syuting dan ngerekam langsung penampilan Jihoon yang keren. Apakah Nuna bisa ngewujudin?"
Jihoon langsung centang pilihan "Yes!" plus nulis pesan manis pake tulisan tangannya sendiri.
"Lain kali kita harus bener2 ketemu!! Aku akan berusaha dengan keras ♡"
Tahun ini, The King's Warden sukses, Jihoon diundang You Quiz. Nah, OP ditugasin (atau mungkin sengaja minta agar ditugasin) jadi kameramen.
Makanya OP bisa ngerekam langsung gambar one-shot Jihoon. Ini jadi momen paling membahagiakan sepanjang karier OP pegang kamera 🥹
Saking seneng dan bersyukurnya, OP nyari cara buat ngucapin makasih ke Jihoon. Pas Jihoon jadi bintang tamu di No Prepare, OP nitipin surat lewat kenalan staf di acara itu.
OP sama sekali ga nyangka kalo suratnya bakal dibaca langsung di lokasi syuting. Jihoon keliatan bener2 terharu pas tau kalo OP yang ngerekamnya waktu di You Quiz.
Saking tersentuhnya, Jihoon sampai bilang, "Ini adalah surat yang ga bakal bisa ditulis tanpa ketulusan yang sesungguhnya."
Nah, pas fansign baru2 ini OP ngasih tau Jihoon kalo dia yang kirim surat.
🩷: "Emm.. tau kan orang yang ngasih fan letter di No Prepare?"
🐰: "Iya.."
🩷: "Itu aku."
Jihoon kaget, mereka langsung ketawa bareng.
OP bilang ke Jihoon hari itu di You Quiz dia bahagia banget dan ngerasa bangga karena Jihoon tampil dengan sangat baik.
Di akhir ceritanya, OP janji bakal terus jadi May yang selalu nemenin dan dukung perjalanan karier Jihoon untuk waktu yang lama 🫶🏻