one day, aku pengen anakku belajar tentang cinta bukan dari film atau novel, tapi dari cara ayahnya memperlakukan ibunya: yang sabar, lembut, tanpa nada tinggi. aku ingin dia melihat bahwa ibunya dipenuhi rasa cinta dan terimakasih setiap harinya.
ada tulisan cantik bgt, kira-kira isinya begini:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yg dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu ga perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”
nemu doa yang indah banget, begini isinya:
ya Allah, sejak kecil aku telah akrab dengan rasa kalah. jika hari ini belum juga giliranku, maka tunjukkan bagian mana dari diriku yang masih harus kubenahi. jangan izinkan aku berhenti ditengah jalan. genggam tanganku, bimbing setiap langkah yang kutapaki, sebab aku yakin tak ada satu pun penundaan-Mu yang sia-sia. 🥹🤲🏿
🚨 Rakyat Papua di Intan Jaya melakukan long march atas kejadian pembantaian beruntun oleh TNI. #PapuaDaruratMiliter
- Ibu Merkina Duwitau & bayi tujuh bulan dalam kandungan meninggal kena peluru TNI nyasar
- Bapak Pendeta Elianus GKII dan Okto Tigau usia 19 tahun tewas ditembak aparat,
- Pastur Gereja Katolik Yanuarius dan 2 pekerja gereja yang mobilnya ditembaki.
This is so heartbreaking 💔💔
#IndonesiaGelap
Entah kenapa, tulisan ini lewat di waktu yang pas. 🥀
"dari banyaknya manusia di dunia ini, ternyata yang paling pantas untuk terus dinasihati adalah diri kita sendiri."
QS Asy-Syura ayat 30. 🥺
HIDUP PEREMPUAN YANG MELAWAN!
hari ini jalanan dipenuhi suara perempuan.
ibu-ibu, mahasiswi, pekerja, dan banyak perempuan lain turun ke jalan bukan buat minta lebih. mereka cuma menuntut hak yang seharusnya memang dimiliki setiap rakyat: hidup yang layak, harga yang masuk akal, kebijakan yang berpihak, dan negara yang mau bertanggung jawab.
bangga melihat perempuan saling menggenggam, saling menjaga, dan berani bersuara. karena perempuan bukan cuma diminta kuat saat menanggung krisis, tapi juga punya hak untuk marah ketika hidup mereka terus dipersulit.
dan sebagai perempuan, rasanya bangga sekali melihat begitu banyak perempuan berdiri bersama hari ini.
sebab diam bukan kodrat, dan bersuara bukan dosa.
untuk semua perempuan yang hari ini memilih turun ke jalan, terima kasih. kalian mengingatkan bahwa memperjuangkan hak bukanlah tindakan yang berlebihan, melainkan bentuk cinta paling sederhana kepada diri sendiri, keluarga, dan masa depan yang lebih baik #demo
Pak guru Iman, Kepala Advokasi Guru, tahan tangis di MK saat nyampein dampak buruk MBG pada guru & bandingkan gaji guru dgn petugas SPPG
"setelah ada MBG, terjadi PHK massal terhadap guru honorer & PPPK"
"di Langkat ada guru honorer di gaji 500rb/bulan, di Sumedang 50rb" 🥹
Yang bikin kebocoran siapa gue tanya?
Yang bikin MBG siapa? Anggaran 1.2 triliun perhari?
Dikorupsi Dadan 1 miliar sehari masih sisa banyak?
Yang bikin Kopdes di tengah sawah sama tengah hutan juga siapa?
Siapa gue tanya?
Siapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa?
patut diakui, editor Bloomberg KEREN banget ngett ngett !!!!!
visualisasi perbandingan GDP beberapa negara di S.E.A tahun 2025 pake motif kain batik gini
ada juga visualisasi Pelemahan Nilai Rupiah juga pake pewayangan gini; ini kreatif banget.
Bloomberg tahu bagaimana bercerita tapi pendengar/audiensnya adalah masyarakat Global dengan identitas Universal.
Bahkan ketika berbicara tentang PILIHAN TAK SEHAT, dia menganalogikan ini semua dengan GORENGAN yang terlihat nikmat namun sesungguhnya unhealthy.
🙂
Perwakilan BEM UI menyampaikan sikap :
"Ekonomi tumbuh di atas kertas, tapi di lapangan rakyat dihantam harga beras, pajak mencekik, dan susahnya cari kerja. Sementara elite sibuk memoles citra dan bagi-bagi proyek ke kroni. Narasi kemajuan palsu ini sudah terbongkar."
"Kalian boleh saja abai dan menganggap remeh aksi hari ini. Tapi ingat, gerakan mahasiswa akan berlipat ganda dan tidak akan membiarkan kekuasaan yang abai tidur nyenyak. Ini suara dari rakyat, oleh rakyat, untuk penguasa yang bebal."
.
"Kita nggak dapat apa-apa, Kak, dari demo ini?"
Kita dapat satu hal yang pasti: kita jadi tahu bahwa yang brengsek itu penguasanya, bukan rakyatnya.
ibu-ibu berdiri di posko logistik, memasak, membungkus makanan, dan memastikan anak-anak yang turun ke jalan tidak kelaparan. Bapak-bapak dengan sukarela menjadi runner, mengantar air minum, obat-obatan, dan kebutuhan lain agar mahasiswa tetap kuat bertahan.
🚨Breaking!🚨
Students holding peaceful protests in Jakarta are facing obstruction from the police and the military.
The police should protect, not suppress, people who peacefully exercise their right to protest.
The military should never be involved in controlling peaceful civilian demonstrations.