Di mana letak "takdir"?
Letaknya takdir adalah di batas maksimalnya usaha dan doa kita.
"Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ketidakpastian masa depan, dari keputusan yang keliru, dari perihnya kenyataan, dari pahitnya kekecewaan, dari hati yang berbolak balik, dari penghianatan manusia dan cinta yang salah. Sekali ini saja Ya Allah, jadikan aku pemenang atas segala ujian yang selama ini membuatku hampir menyerah".
Untuk diri sendiri:
Banggalah pada dirimu sendiri,
karena tidak ada satu orang pun yang benar-benar tahu bagaimana rasanya menjadi dirimu.
Bagaimana lelahnya bertahan, dan bagaimana beratnya menghadapi ujianmu setiap hari.
Jadi, jangan terlalu keras pada diri sendiri hanya karena hari ini kamu belum sampai di tempat yang kamu inginkan. Kamu sudah melewati begitu banyak hal yang bahkan tidak semua orang tahu.
Pelan-pelan saja. Tidak apa-apa kalau harus berhenti sebentar untuk mengatur napas. Yang penting, jangan pernah menyerah.
Bro sist, lo pernah denger nama "Prabu Siliwangi" disebut orang-orang tua sebagai raja paling sakti di tanah Sunda?
Yang katanya moksa jadi macan putih?
Nah gue mau bongkar versi SEJARAHNYA, bukan versi mistisnya doang.
Siap-siap, ini panjang
Bayangkan, saat tahajudmu berakhir dengan air mata, lalu Allah bilang, "Apa yang kamu tangisi wahai hamba-Ku? Rezeki, jodoh, dan masa depanmu sudah Aku atur. Tugasmu hanyalah beribadah, berusaha, serta berbuat baik. Lalu, untuk apa masih meragukan rencana-Ku jika selama ini Aku tidak pernah meninggalkanmu?"🥹🥹