Bayangin kalian hidup di kawasan yang sudah sering dilanda bencana, terus pemerintah ngeluarin izin tambang logam berat di sana tanpa persetujuan warga dan dengan proses yang minim keterlibatan masyarakat.
Itu yang sedang dialami warga Dairi.
Mereka mendesak Menteri Lingkungan Hidup mencabut SKKLH PT Dairi Prima Mineral. Bukan tanpa dasar. Wilayahnya rawan bencana, sumber penghidupan terancam, dan mereka sudah pernah merasakan dampak buruknya berkali-kali.
Pengaduan sudah diajukan lewat jalur hukum dan ke lembaga seperti Komnas HAM. Tapi hingga kini belum ada kejelasan penyelesaian.
Ini mencerminkan bagaimana suara komunitas lokal sering tersisih dalam pengambilan keputusan yang langsung memengaruhi hidup mereka.
Forest Watch Indonesia @fwindonesia baru aja bagiin kronologi dan infografis lengkapnya 👇🏼
Kita punya kesempatan untuk ikut mengawal. Jangan biarkan isu ini tenggelam begitu saja.
Menurut kalian, langkah apa yang seharusnya diambil pemerintah agar kasus kayak gini gak terus berulang?
Tiyo Ardianto, eks Ketua BEM UGM, kritik MBG, lalu terima ancaman penculikan, dikuntit orang tak dikenal, keluarganya diancam.
Sekarang dilaporkan ke polisi atas tuduhan hina presiden.
Yang melaporkan: Firdaus Oiwobo (gelarnya ga usah ditulis, pusing)
Orang yang sama yang:
a.naik ke atas meja di persidangan PN Jakarta Utara
b. dibekukan status advokatnya oleh Mahkamah Agung
c. dipecat dari Kongres Advokat Indonesia
Dengan lambang organisasi menampilkan granat, pisau, dan senapan.
Nama organisasinya: PEMBASMI.
Mahasiswa yang kritik kebijakan publik, dilaporkan hina presiden , oleh pengacara yang pernah dibekukan MA karena naik ke meja hakim.
Siapa sebetulnya yang perlu ditertibkan di sini?
Tiyo Ardianto dilaporkan oleh manusia dengan gelar terpanjang: Adv. Dr. (c) M. Firdaus Oiwobo, S.H., S.H.I., M.H., CFLS, CLA, ALC, CMK.
Ia melaporkan Tiyo karena dianggap telah menghina Presiden, Wapres, serta program2 Pemerintah seperti MBG.
Btw lambang organisasinya kenapa ada Granat, Pisau, dan tembakan ya?
#intinyadeh dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta dipecat abis lapor dugaan publikasi jurnal predator ke Kemendiktisaintek, libatkan belasan dosen, pejabat kampus, guru besar.
Sempet dipanggil Rektorat, dibilang rusak nama baik kampus, alih2 dilindungi sbg whistleblower.
(1/2)
Oknum TNI yg berbuat arogan sesungguhnya mrk sdg menanam angin yg suatu saat nanti mrk akan menuai badai.
Ingatlah.... terlepas benar atau salah, arogansi dan kekerasan kalian hanya akan menjatuhkan wibawa dan marwah TNI.
Jujur merinding liat momen ini 🥺
Karna gk bisa sampai ke bundaran HI, mahasiswa ngajak para pengemudi untuk hidupin klakson sebagai bentuk dukungan terhadap tuntutan mereka
kirain bakal banyak yg marah, tapi setelah liat banyaknya suara klakson. ternyata masih banyak yg peduli dengan negeri ini
UI BERDUKA, RAKYAT TERLUKA: KECAM TINDAKAN REPRESIF APARAT DI LENTENG AGUNG ⚠️
Rabu, 10 Juni 2026 menjadi hari kelam bagi kemanusiaan dan ruang hidup warga Lenteng Agung. Aliansi Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari berbagai organisasi mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat TNI di tengah proses penggusuran paksa sejumlah rumah warga.
Niat baik warga dan mahasiswa untuk mempertahankan hak atas tempat tinggal justru dibalas dengan kekerasan. Akibat bentrokan dan eksekusi paksa ini, seorang mahasiswa UI dan beberapa warga setempat dilaporkan mengalami luka-luka.
"Tugas aparat adalah melindungi rakyat, bukan menjadi algojo bagi ruang hidup mereka."
Mahasiswa UI menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap warga sipil yang memperjuangkan haknya tidak dapat ditoleransi! Kami menuntut penghentian represivitas, pengusutan tuntas atas korban yang terluka, dan keadilan bagi warga Lenteng Agung.
Mari rapatkan barisan. Kawal terus kasus ini! Panjang umur perjuangan!
Kejagung lagi usut korupsi Pertamina.
Kerugian negara: Rp285 triliun.
Aktor intelektualnya? Masih "dalam pengembangan."
Sementara itu, dua warga Medan , pekerja SPBU dan penjual eceran , udah duduk di kursi terdakwa.
Kasusnya: isi jeriken 25 liter Pertalite buat warga pelosok yang nggak kesentuh distribusi negara.
Ancaman: 6 tahun penjara + denda Rp60 miliar.
Pasal yang dipakai sama persis dengan yang harusnya menjerat mafia triliunan itu.
Hakim PN Medan aja udah curiga: kronologi penangkapan simpang siur, tersangka ditetapkan di hari yang sama dengan pemeriksaan ahli.
Negara gagal distribusikan BBM ke pelosok. Negara gagal sentuh mafia yang sikat Rp285 triliun. Tapi untuk 25 liter , pasal berat, proses kilat.
Kalau penegakan hukum migas ini memang buat berantas mafia , kenapa yang paling cepat kerjanya justru waktu yang diseret rakyat kecil?
Ada 1000 trilyun keuangan yg berputar saat diadakan pemilu 2024 lalu, uang itu digunakan sebagai money politics untuk memuluskan dan meloloskan calon pilkada dan pilpres 2024
Sampai kapan rakyat harus terbeli suaranya untuk menentukan pemimpin masa depannya ?!
Hanya dgn sekantong sembako dan uang 50rb, hidup tergadaikan selama 5 th
Sejumlah orang tua murid, para guru dan murid saat ini menolak aksi penggusuran paksa di lingkungan sekolah SDN Wolomoni di Desa Niawula, Kabupaten Ende.
Daerah yang digusur menurut rencana akan dibangun gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Negara yang maju akan memprioritaskan pendidikan.
Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Jawa Tengah resmi memberikan ultimatum 18 hari kepada pemerintah untuk membenahi hancurnya fundamental ekonomi nasional. Mahasiswa dengan sangat cerdas mengaitkan angka 18 hari tersebut sebagai simbol perlawanan atas tersungkurnya nilai tukar Rupiah yang kini jebol ke level Rp18.000 per Dolar AS. Jika dalam 18 hari ke depan tidak ada perbaikan nyata, mahasiswa mengancam akan bergerak massal untuk menyegel Kantor Kementerian Keuangan di Jakarta.
.video ; kompas
Lima oknum anggota TNI AL ditahan usai mengeroyok guru SMK berinisial BS yang sedang memancing di pelabuhan Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Korban juga dilempar ke laut.
Pengeroyokan terjadi di Pelabuhan Umum Melonguane, Kepulauan Talaud, Kamis (22/1) sekitar pukul 23.30 Wita. Korban saat itu sedang memancing di lokasi bersama rekannya.
Pengeroyokan itu memicu kemarahan warga hingga menggeruduk Markas Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Mako Lanal) Melonguane di Talaud pada Jumat (23/1). Aksi unjuk rasa dari aliansi masyarakat adat itu berujung ricuh.