Ada hal penting yang sering terlupakan yaitu mental yang sehat. #siapnikah
Insecure, merasa rendah diri, mudah curiga, cemburu buta, merasa ga diakui, mudah marah, merasa tertekan dengan pernikahan yg dijalani, itu jd sinyal bahwa diri sedang butuh bantuan
Dulu mikirnya kriteria #siapnikah itu kalo umur cukup, udh punya kerjaan /penghasilan baik diri sendiru maupun pasangan, punya dana buat nikahan, dan bisa masak. ๐
Sederhana sekali ya dl mikirnya
Dan yang paling penting itu #siapnikah itu kalo agamanya kuat. Karena ybs tahu bahwa Tuhan yang jadi tujuan dari pernikahan tsb. "When love is for the sake of Allah, it will never die"
#siapnikah itu kalo udah bisa saling legowo. Karena ternyata ga cukup hanya modal cinta untuk bisa tinggal seatap dan tidur seranjang, tapi saling legowo ketika ada perbedaan pendapat/pandangan
#siapnikah itu ketika pengelolaan keuangannya baik dan mau terbuka dengan pasangan. Ga cukup hanya punya gaji, tapi kalo belum ketahuan kewajiban/utang yang ditanggung bisa2 jd bahan cekcok saat berumahtangga. Gitu katanya
#siapnikah itu kalo mentalnya sehat. Yap, ga membawa luka atau trauma di masa lalu. Artinya luka atau traumanya disembuhin dulu misalnya dengan ikutan #selfhealing terapi atau #innerchildtherapy
Beberapa hari lalu bikin open question tentang #siapnikah tuh yang kayak gimana sih? Nanya ama yg udah berkeluarga sih, karena yg udh berumahtangga tahu apa sebenernya bekal yg kurang selama ini