🇮🇩 1 Wakil Presiden
🇮🇩 49 Menteri
🇮🇩 59 Wakil Menteri
🇮🇩 580 Anggota DPR
🇮🇩 152 Anggota DPD
🇮🇩 2.120 Anggota DPRD Provinsi
🇮🇩 17.610 Anggota DPRD Kabupaten/Kota
TOTAL: 20.571 ORANG.
20.571 pejabat yang digaji pake uang rakyat.… SERIUSAN ga ada SATUPUN yang merasa pidato Prabowo bermasalah?
Terus rakyat disuruh percaya negara ini diisi orang-orang kompeten?
cc:albertsutopo
Gue iril, umur 30 tahun dan kerja di luar negeri. Di sini gue mau menjelaskan sesuatu dan gue harap kalian baca dengan bener, karena ini penting.
Rejeki, jodoh, kematian itu semua udah diatur Tuhan, dan dalam islam ya rejeki atau keberuntungan itu datang ketika kita uda berusaha. Gitu aja.
Apa yang gue dapet hari ini adalah atas izin yang Kuasa, dan buat dapet izinNya ya harus berusaha, nah masalahnya ada yang namanya usaha keras dan usaha pintar, ayo kita bedah:
Banyak orang mikir kerja keras itu adalah tentang durasi. Kerja 12 jam sehari, lembur sampe tipes, tapi tabungan gitu-gitu aja. Itu namanya Hard Work tanpa Direction.
Ibarat lo mau nebang pohon pakai kapak tumpul. Lo pukul sekuat tenaga 1000 kali (Kerja Keras), tapi pohonnya nggak tumbang-tumbang.
Usaha Pintar itu berhenti sejenak buat asah kapaknya dulu, atau sekalian beli chainsaw.
Gue bedah bedanya di dunia data:
Usaha Keras:
Input data manual satu-satu dari PDF ke Excel tiap hari. Capek? Banget. Kelihatan sibuk? Iya. Tapi value-nya rendah karena lo bisa digantiin sama anak magang atau bahkan bot gratisan.
Usaha Pintar:
Lo belajar Power Query atau bikin Python script buat otomatisasi penarikan datanya. Awalnya emang pusing, harus belajar extra, tapi begitu sistemnya jadi, kerjaan 8 jam selesai dalam 5 menit. Sisa waktunya lo pake buat Critical Thinking: nyari insight dari data itu buat naikin revenue perusahaan.
Tuhan kasih kita otak buat berpikir, bukan cuma otot buat bergerak. Di Islam ada konsep Ihsan melakukan sesuatu dengan sebaik dan seefisien mungkin.
Kalau lo cuma mau kerja keras kayak kuda, ya lo bakal dapet rejeki seharga tenaga kuda. Tapi kalau lo mau rejeki lebih, lo harus kasih value yang nggak bisa dikerjain sama sembarang orang.
Seorang ibu bernama Li Yuanyuan hidup dengan dua anak.
Anak pertamanya mengidap kelainan jantung—setiap detaknya seperti menghitung waktu.
Hidup tak pernah berpihak padanya.
Suami pertamanya meninggal tragis karena bunuh diri, karena tak tahan dengan beban hidup.
Ia mencoba bangkit… menikah lagi.
Namun suami kedua justru pergi, meninggalkannya sendirian dengan dua anak.
Sejak itu, hanya dia… melawan hidup seorang diri.
Dia bekerja sampai malam
Semua demi : makan dan menyelamatkan nyawa anaknya.
Ia menabung receh demi receh.
Menangis diam-diam di lorong rumah sakit.
Tertidur di kursi, memeluk harapan yang nyaris runtuh.
Tapi dia tidak pernah menyerah. Iya berjualan selalu menunjukkan wajah yang ceria selalu tersenyum pada semua pelanggannya.
Ketika seorang pembeli menanyakan bagaimana keadaan ekonomi dan keluarganya dia menjelaskan dengan rinci tapi sambil tersenyum, pembelinya kaget dengar ceritanya
"Kenapa kamu terlihat tak sedih?" tanya si pembeli.
"Biar rasa sedih disimpan saja sendiri" jawab dia tenang.
Berkat kisahnya yang inspiratif dan menyentuh lalu diviralkan oleh pembeli yang juga konten kreator ini, akhirnya banyak dermawan yang membantu pengobatan anaknya.
Karena bagi seorang ibu,
cinta bukan sekadar kata—
melainkan kekuatan yang menolak kalah.
Di dunia yang keras, masih ada hati yang lebih kuat dari segalanya:
❤️ seorang ibu.
(Ini Kisah viral di Cina yang sempat ramai beberapa tahun lalu)
Pantesan tabungan gak pernah nambah. Ternyata Aku sering melakukan dosa kecil yang dianggap sepele.
Ini 5 dosa kecil yang diam-diam bikin rezeki seret. Nomor 3 sering diabaikan.
Remember that by marrying you are completing half your deen. When both spouses strive to please Allah (Subhaanahu Wa Taala), their marriage becomes an act of worship.
This will please Allah and He will reward you with happiness and stability in your marriage
Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon )
Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut
Saya kasih tahu sebab dan alasannya
Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000–Rp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000–Rp11.000,
Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena
Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi
Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang)
Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan.
Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah.
Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal.
Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi
Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin
Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi
Panen manual (biaya tenaga kerja).
Pengemasan yang layak.
Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota).
Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya.
Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi.
Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan
Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli.
Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan.
Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton.
Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang
Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga.
Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total.
Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi
Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel.
Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah.
Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?
hak PKWTT 10 tahun kerja di PHK alasan efisiensi tapi blm ada pembuktian mengalami kerugian :
uang pesangon : 9x gaji
uang penghargaan masa kerja : 4x gaji
uang pergantian hak : sisa cuti yg blm di ambil + ongkos jika dipekerjakan diluar domisili
jika surat phk sudah di dapat berhak ikut program JKP : bisa dapat 60% gaji (selama 6 bulan dari pemerintah)
TOTAL jika di PHk :
13x gaji + 60% gaji selama 6 bulan dari pemerintah + uang pergantian hak
SEMUA ITU BISA DIDAPAT JIKA DI PHK.
di PHK, jadi jangan mau disuruh ttd pengunduran diri.
Look at this HDMI cable I just got 👀
This isn’t a regular HDMI cable, it’s fiber optic. The signal is transmitted with light instead of copper, so there’s basically zero signal loss even over long distances.
It’s HDMI 2.1, so it supports everything you’d want: 8K60, 4K120, full 48Gbps bandwidth, HDR, and eARC.
What I really like is that it’s super thin and flexible, so it’s easy to hide in a clean setup. It also has detachable connectors, which makes routing it way easier. And it’s more future proof too, since you can just swap the connector head for a future standard like HDMI 2.2 instead of buying a whole new cable again.
If you’re running a long cable or just want a super clean setup, this is actually a great solution.
Jadi menurut kalian apa yang kita cari di dunia ini ??..coba komen 👇👇👇👇👇
Kisah hidup Vidi adalah pengingat bahwa Islam itu indah dalam kesabaran, Rahimahullah Tidak menjual kesedihan, tapi menunjukkan cara bersikap dengan ketabahan dan kesyukuran..
Temen gue kena PHK.
HR kasih dokumen "Perjanjian Bersama Pengakhiran Hubungan Kerja."
Suruh tanda tangan hari itu juga. "Ini formalitas aja, Pak."
Dia sign. Di dokumen tertulis pesangon Rp 25 juta.
Seminggu kemudian dia ngobrol sama temen yang pernah di-PHK. Masa kerja hampir sama, gaji hampir sama. Temennya dapat Rp 73 juta.
Bedanya Rp 48 juta. Hilang karena dia sign tanpa ngitung.
Lo kena PHK? Jangan sign sebelum cek 3 hal ini: