Seakan menjadi orang paling sengsara, tanpa kita sadari hikmah dan manfaat yang amat besar sedang menanti setelah kita sabar dan mampu melewati apapun yang Allah takdirkan
Karna pada dasarnya, beban yg menurut kita paling berat sesungguhnya sudah diperhitungkan. Size.nya sudah terukur. Allah tidak mungkin keliru, apapun yang kita terima, ya segitulah porsi yang mesti kita dapat. Hanya saja terkadang kitanya saja yg suka mendahulukan keluh kesah
mengetahui ilmu "permalingan" agar tidak "kemalingan", bukan untuk menjadi "maling". Pun juga ketika kita belajar ilmu umum dan ilmu² yg lain. Tiap pengalaman pasti akan ada hikmahnya✨
Perjalanan dr sekolah, mondok, ngaji (al-Qur'an), ngajar, sampai kuliah. Ni'mat yg paling ni'mat sy rasakan hanya ketika ngaji.
Tetapi bukan berarti yg lain itu juga tidak penting. Semua ilmu itu baik pada tempatnya. Kenapa ada embel² pada tempatnya? Krna trkadang kita butuh men