Selama lebih dari tujuh tahun, seorang nasabah membayar premi asuransi Prudential dengan total Rp371.966.000, dengan keyakinan bahwa uangnya aman untuk masa tua. Namun setelah polis bermasalah dan kasusnya viral di Media Konsumen, solusi yang ditawarkan Prudential hanya mengembalikan Rp162.788.258, atau sekitar 43 persen dari total yang sudah dibayarkan. Kini ia mengajukan hak jawab, membantah tanggapan resmi Prudential, dan menegaskan bahwa agen tidak pernah menjelaskan risiko produk maupun risiko cuti premi sejak awal. 📄
@SeledingTekel@majnunlainintel Pernah terjadi juga sama haryono dulu pas lagi bela timnas di gelora bung karno kalau gak salah, waktu pas dia lagi bawa bola langsung di sorakin, gak habis pikir
@Sakmadikgidaw@ARSIPAJA Lah kalau yg sekarang nanganin krisis enggak, yg investasi juga gak ada. Terus dolar naik malah di sepelein. Terus pelesiran buat apa, wong masalahnya ada di internal yg harus di perbaiki karna kebijakan2nya
@Sakmadikgidaw@ARSIPAJA Kalau Gus Dur masih masuk akal sih dia banyak keluar negri waktu itu buat memperbaiki citra Indonesia di mata dunia pasca krisis reformasi, terus mencoba narik investasi asing buat percaya bahwa indonesia sudah aman
@LambeSahamjja Yang jadi gantinya gak lebih baik juga, sama aja. Dan udah bermasalah dari bulan2 sebelumnya tpi baru di ganti sekarang. Lambat amat respon pemerintah
jadi gini klasifikasi pekerja sekarang itu ada 2, PKWT dan PKWTT :
PKWT itu : karyawan kontrak
PKWTT itu : karyawan tetap
PKWT itu : di PHK dapet Kompensasi
PKWTT : di PHK dapet uang pesangon
istilah UMR itu ga kepake lagi, sekarang Pakenya UMK
UMR : upah minimum regional
UMK : Upah minimum kabupaten/kota