Kalau kata om penulis Simulakra Sepakbola yang sekarang ga ada lagi akun Twitter-nya:
"Preposisi masih sama: Kalau yang bagus hanya timnas, ia akan jadi modal politik. Kalau sepak bolanya yang bagus, ia akan menjadi modal sosial."
John Herdman mengaku memantau beberapa pemain untuk membela Timnas Indonesia.
Ia ingin Timnas Indonesia semakin kuat untuk Piala Asia 2027.
Tentu saja ada opsi memantau pemain-pemain baru dari kompetisi lokal.
Egy Maulana Vikri
WNI Sumatera, yg ditemukan Indra Sjafrie
dlm 2 laga terakhir menjadi Key passers para Assist utk create chances goal tentukan hsl
gagal di final AFF 2022 bersama STY,
pernah gagal juga di Sea Games,
semalam beliau layak menangis haru
utk bangga atas usahanya!
Mereka sah WNI menurut UU,
Mereka sah WNI menurut FIFA,
terus apalagi yg perlu didebatkan
soal status mereka kawan?
yg perlu di-adjust itu adalah
apa yg sudah diusahakan oleh Miss Ratu Tisha
piramida kompetisi, peran askot/askab/asprov, SSB dan transisi ke tim elite
Asnawi Mangkualam Bahar menuliskan pesan emosional untuk rekannya Egy Maulana Vikri yang berhasil membawa Indonesia meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026.
Asnawi mengajak suporter untuk memberikan apresiasi yang layak untuk Egy setelah kontribusinya untuk timnas.
Egy, you finally got what you deserved! 🏆
Media Asia dan Eropa soroti kemenangan timnas Indonesia atas Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Laga yang digelar Senin (5/10/2026) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) telah menarik perhatian beberapa media asing.
Media seperti The Daily Star, Diario AS, VnExpress, dan Bernama turut memberitakan keberhasilan Indonesia meraih gelar perdana FIFA ASEAN Cup. Pertandingan sengit yang ditutup dengan adu pinalti, menjadi sorotan menarik dari laga Indonesia vs Thailand.
Lantas apa saja yang jadi sorotan media-media ini soal pertandingan dan kemenangan Indonesia sebagai juara FIFA ASEAN Cup 2026?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Fatimah Az Zahra
Penulis Naskah: Lina Tiyas Patmulasih
Narator: Lina Tiyas Patmulasih
Video Editor: Destri Abdi Saputro
Produser: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas
Music: Overdrive (AI)
Artikel terkait: https://t.co/zH5KRdCfit
~NJ #Olahraga #Sepakbola #FIFA #AseanCup2026 #Indonesia #Thailand #IndonesiavsThailand #DailyNews
Tim nasional Indonesia sukses menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 sekaligus mengakhiri penantian 35 tahun untuk meraih gelar di level regional. Gelar ini menjadi trofi senior pertama Indonesia di Asia Tenggara sejak menjuarai SEA Games 1991.
Berikut perjalanan Timnas.
Indonesia is what Benedict Anderson famously called an “imagined community”, a nation forged by an imagined sense of deep, horizontal comradeship.
Unlike many conventional nations, we are not built on concrete similarities such as shared ethnicity (an ethno-state) or shared religion (a confessional state).
Perhaps this is why some of our neighbors view our national team as unusual. They are looking through the lens of an ethno-state, in which racial purity is integral and ethnic or religious background forms a core part of their national identity. A national sports team composed of players from diverse backgrounds, including mixed-blood players, is, of course, not ideal in their view.
In contrast, being Indonesian means that anyone who wants to contribute to Indonesia, regardless of ethnic, racial, or religious background, is fully Indonesian. Having a mixed-blood background, or belonging to a different ethnicity or faith, does not make someone half-Indonesian or any less Indonesian.
Hasil Final di Stadiun Gelora Bung Karno Senayan Jakarta
Sea Games 1997🥈🇮🇩
Piala AFF 2002 🥈🇮🇩
Piala AFF 2010🥈🇮🇩
Sea Games 2011 🥈🇮🇩
Piala AFF U23 2025 🥈🇮🇩
Final FIFA Series 2026 🥈🇮🇩
FIFA ASEAN CUP 2026 🏆🥇🇮🇩
Izin pak Dubes, saya mengutip kata-kata Bapak yang sangat relevan di dunia modern. Dimana identitas diri atas suatu bangsa tidak bisa lagi dilihat seperti jaman dahulu, dimana bangsa A itu hanya terdiri dari bangsa A atau suku-suku tertentu.
Nasionalisme bukan sekedar rasa cinta pada negara dan satu-satunya negara.
——-
Bangsa-bangsa di abad ke-21 tidak lagi dapat dibatasi oleh garis perbatasan. Migrasi telah membuat jutaan orang memiliki lebih dari satu rumah, lebih dari satu bahasa, lebih dari satu ingatan, dan terkadang lebih dari satu cara untuk merasa menjadi bagian dari sebuah negara.
Sepak bola membuat semua ini terlihat dengan cara yang luar biasa emosional. Ketika seorang pemain yang lahir jauh dari tanah leluhurnya menyanyikan lagu kebangsaan dan mengenakan jersey negara orang tua atau kakeknya, belum tentu ia sedang memilih antara dua identitas. Bisa jadi, ia sedang menemukan bahwa keduanya adalah bagian dari dirinya.
Ada yang sadar ga kenapa FIFA nulis “Indonesia ARE the winners”, bukan “Indonesia IS” padahal subjectnya INDONESIA❓🤔
FUN FACT! ✨
Nama negara atau tim di konteks olahraga biasanya dianggap jamak, karena referring ke para pemainnya, bukan negaranya.
Istilahnya NOTIONAL AGREEMENT, yaitu subject-verb agreement di mana kata kerjanya ngikutin makna (banyak orang), bukan bentuk katanya (satu kata) ✨
Contoh lainnya:
> "France WERE supposed to win the World Cup”
> “Spain WIN FIFA World Cup 2026”
It's always nice to learn something new, semoga bermanfaat! 😉
Tadi malam, ketika melihat Indonesia untuk pertama kalinya mengangkat trofi ASEAN Cup di Gelora Bung Karno, saya berpikir bahwa sepak bola sedang mengajukan sebuah pertanyaan yang jauh melampaui lapangan: apa artinya menjadi bagian dari sebuah bangsa?
Sebagian besar pemain dalam tim nasional ini lahir di luar Indonesia. Bahkan, pada suatu titik, kesebelas pemain di lapangan semuanya lahir di luar kepulauan Indonesia. Sebagian adalah anak atau cucu orang Indonesia yang tumbuh di negara lain. Hal ini membuka perdebatan yang sangat kami kenal di Meksiko: apakah keturunan saja sudah cukup? Apa peran budaya, bahasa, pengalaman hidup, dan ikatan emosional dengan sebuah negara?
Meksiko secara aktif mencari talenta-talenta muda keturunan Meksiko yang lahir di Amerika Serikat. Banyak dari mereka tumbuh di antara dua budaya dan dapat merasa sepenuhnya Meksiko sekaligus Amerika. Hukum kami memungkinkan kedua kewarganegaraan tersebut; Indonesia menghadapi realitas hukum yang berbeda.
Mungkin karena itu, percakapan ini terasa begitu universal bagi saya. Bangsa-bangsa di abad ke-21 tidak lagi dapat dibatasi oleh garis perbatasan. Migrasi telah membuat jutaan orang memiliki lebih dari satu rumah, lebih dari satu bahasa, lebih dari satu ingatan, dan terkadang lebih dari satu cara untuk merasa menjadi bagian dari sebuah negara.
Sepak bola membuat semua ini terlihat dengan cara yang luar biasa emosional. Ketika seorang pemain yang lahir jauh dari tanah leluhurnya menyanyikan lagu kebangsaan dan mengenakan jersey negara orang tua atau kakeknya, belum tentu ia sedang memilih antara dua identitas. Bisa jadi, ia sedang menemukan bahwa keduanya adalah bagian dari dirinya.
…..
Anoche, viendo a Indonesia levantar por primera vez la Copa ASEAN de la FIFA orgullosamente en el Gelora Bung Karno, pensaba que el fútbol les puso a los amigos indonesios una pregunta que trasciende el fútbol ¿qué significa pertenecer a una nación o a un país o a una selección?
Una parte importante de este equipo que ganó anoche nació fuera de Indonesia, en algún momento los 11 jugadores en la cancha no habían nacido en el archipiélago. Algunos son hijos o nietos de indonesios que crecieron en países europeos y eso ha provocado una gran polémica ¿basta con tener ascendencia? ¿qué papel juegan la cultura, el idioma, la experiencia de vida y el vínculo emocional con el país? ¿en qué momento alguien deja de ser “diaspora” para convertirse simplemente en “indonesio”?. Me resulta imposible mirar esta discusión sin pensar lo que hemos ya discutido en México.
México busca activamente a jóvenes de origen mexicano nacidos en Estados Unidos. Muchos crecieron entre dos culturas y pueden sentirse (o no) plenamente mexicanos y estadounidenses al mismo tiempo. Nuestra legislación permite esa doble pertenencia, Indonesia enfrenta una realidad jurídica distinta, o acepta doble nacionalidad.
Quizá por eso el debate me parece tan universal. Creo que las naciones del siglo XXI ya no caben dentro de sus fronteras. La migración ha generado que millones de personas puedan tener más de una casa, más de un idioma, más de una memoria y, a veces, más de una manera de sentirse parte de un país.
El fútbol simplemente hace visible esa conversación de una manera extraordinariamente emocional. Cuando un país decide abrir lugar a esos jugadores, también está decidiendo algo sobre sí mismo: quiénes somos y a quiénes consideramos nuestros.
🧤🇮🇩 PENYELAMATAN EMIL AUDERO!
Emil Audero menggagalkan tendangan penalti Thailand di momen krusial! 🔥
Penyelamatan penting yang mengantarkan Indonesia menjadi JUARA FIFA ASEAN Cup 2026! 🏆🇮🇩
GARUDA JUARA! ❤️🤍
#TVRI#TVRISport#Indonesia#FIFAASEANCup2026#Garuda#Juara
Gemuruh GBK pecah saat para punggawa Timnas Indonesia larut dalam euforia usai memastikan gelar juara.
Senyum, pelukan, dan teriakan “Campeone, ole ole ole!” menggema, menutup perjuangan Garuda dengan pesta kemenangan bersama para suporter.
-
Inilah Arena adalah bagian dari Grup media @inilah_com | Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di Appstore dan Google Play Store.
#inilahArena #TimnasDay #Champions #FIFAASEANCup2026 #Inilahcom
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menyampaikan pesan untuk Garuda Fans setelah Indonesia meraih trofi FIFA ASEAN Cup 2026
“Ini adalah piala pertama kita dalam sejarah. Inilah yang selalu saya katakan, betapa kami akan berjuang untuk negeri ini,” ujar Herdman, Senin (5/10/2026)
Ia menyebut gelar tersebut sebagai langkah besar pertama bagi Timnas Indonesia dan optimistis akan ada trofi lain yang diraih.
“Masih ada lagi trofi yang akan datang ke Timnas Indonesia,” janji John Herdman.
Pesan tersebut dibagikan melalui akun Instagram resmi Timnas Indonesia dengan keterangan, “COACH!! @officialjohnherdman”.
Kreator: Saffana
Ini dia highlights Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026 dari kamera https://t.co/QJnztLKFdM! 🤳⚽️🎊
Selamat kepada timnas Indonesia dan seluruh supporter Garuda untuk trofi pertamanya tahun ini!! 🏆🥇⚽️