IN INDONESIA, the cost of one book equals a week's worth of living expenses.
And the PRESIDENT of our country ignores the low value of his own country's currency! Oh, we are so doomed.
Sedih lah Kak. Adik-adik mahasiswa ini anak-anak yang orang tuanya besarkan dengan penuh harapan, tapi direlakan turun ke jalan menuntut hak pada negara yang gak pernah mencintai mereka. Demi kita semua. Semoga keselamatan selalu menyertai mereka yang hari ini berjuang🙏🏼
this country is getting worse day by day and somehow people still act like everything is fine
bad leadership, failed policies, endless controversies, rakyat terus yang kena dampaknya. and y’all still wanna stay silent? please stop being so tone deaf
ga harus turun ke jalan buat peduli. use your platform, use your social media, speak about what’s happening. sekecil apapun suara kalian, being silent will never change anything
bahan bakar mahal, bahan makanan mahal, obat-obatan dan biaya rumah sakit mahal, pendidikan mahal, tempat tinggal mahal, DAN MASIH ADA TONE DEAF BILANG “GUE GA TERDAMPAK”?! mati aja lo goblok 02 voter bangsat
Sejujurnya, aku pengen nangis banget. Brengsek banget kita sampe harus seberdarah darah begini karena pemerintahnya sama sekali gaberpihak pada rakyat, gaada oposisi, aparatnya kaparat. Beneran stress.
DEMO HARI INI, KITA LIHAT FAKTA APA?
1. MENYUARAKAN SUARA DI NEGARA DEMOKRASI DILARANG, DICEGAT, DIPECAH. BUKAN DIFASILITASI DAN DIJAGA.
2. MILITER TERANG BENDERANG DITERJUNKAN DAN BERKELIARAN DI RUANG SIPIL.
3. MEDIA MASSA BESAR DILARANG MEMBERITAKAN AKSI.
4. REKTOR-REKTOR KAMPUS JADI ANTEK PENGUASA, MELARANG MAHASISWANYA BERGABUNG AKSI.
5. CCTV DI LOKASI AKSI MATI.
Apa lagi guys?😭
sc:threadsandirharharha
respect setinggi tinggi nya untuk para mahasiswa dan masyarakat yg turun ke jalan, ga lupa untuk semua mutual or non mutual ku yg mau bersuara. terimakasih banyak sudah mau meluangkan waktu untuk posting, like maupun retweet mengenai keadaan negara yg sebenarnya.
tolong terus bersuara, mau sekecil apapun akun kalian, sedikit apapun audiens kalian, ga ada yg percuma. 1 suara, 1 postingan dari kalian sangat berharga. selama internet ga diputus, media sosial belum di blokir, media lokal masih terus bungkam, terus sampaikan aspirasi ya. panjang umur perjuangan ✊🏻
#demo #MenujuIndonesiaBangkrut
For those who want a bit more context: a massive student and worker protest is unfolding in Indonesia’s capital in response to the Prabowo government’s decision to raise fuel prices, alongside other policies that many Indonesians are calling corrupt because they deepen the burden on working-class Indonesians already struggling with rising living costs and a weakening rupiah.
What’s fueling the anger even further is the broader feeling that economic pressure is being pushed downward onto ordinary people while major policy decisions continue to favour politicians and the ultra wealthy.
Just last year, Indonesians protested over the same kind of government corruption, which led to a crackdown on its own civilians using military force in cities like Jakarta and Bandung, resulting in multiple deaths and injuries, including those of students.
This situation, however, embarrassed the Probowo government, as people from all over the world began paying attention and massed mobilised to send food, medical/legal aid and financial donations via apps like Grab and Ojek (the region’s equivalent of Uber) the movement received particularly strong support from people across Asia, especially Southeast and East Asia, while also drawing contributions from around the world. This is why Indonesians are asking the world pay attention to their country again.
UI BERDUKA, RAKYAT TERLUKA: KECAM TINDAKAN REPRESIF APARAT DI LENTENG AGUNG ⚠️
Rabu, 10 Juni 2026 menjadi hari kelam bagi kemanusiaan dan ruang hidup warga Lenteng Agung. Aliansi Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari berbagai organisasi mengecam keras tindakan represif yang dilakukan oleh aparat TNI di tengah proses penggusuran paksa sejumlah rumah warga.
Niat baik warga dan mahasiswa untuk mempertahankan hak atas tempat tinggal justru dibalas dengan kekerasan. Akibat bentrokan dan eksekusi paksa ini, seorang mahasiswa UI dan beberapa warga setempat dilaporkan mengalami luka-luka.
"Tugas aparat adalah melindungi rakyat, bukan menjadi algojo bagi ruang hidup mereka."
Mahasiswa UI menegaskan bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun terhadap warga sipil yang memperjuangkan haknya tidak dapat ditoleransi! Kami menuntut penghentian represivitas, pengusutan tuntas atas korban yang terluka, dan keadilan bagi warga Lenteng Agung.
Mari rapatkan barisan. Kawal terus kasus ini! Panjang umur perjuangan!
Sampai detik ini, aku masih belum bisa memahami betul-betul cara berpikir dan di semesta mana sebenarnya Prabowo hidup saat ini.
Apa yang disampaikan dalam setiap pidatonya, selalu berbeda dengan realitas kehidupan di lapangan.
Prabowo, seolah hidup di semesta Indonesia yang lain; Indonesia yang maju, bangsa yang besar, dan bangsa yang tidak gentar dengan negara lain.
Entah di mana salahnya, pembisik yang busuk atau memang pribadinya sulit mendengar orang lain karena merasa terlalu tinggi dibanding yang lain; aku juga tak tahu.