@d_kadarianto@txtdrjkt Tp gambarnya ga update trhadap kondisi trbaru.
Alhasil ttp nyangkut di bawah JPO. .untung sdkit, jd ga sampe stuck. .
Bginilah klo perbaikan jalan cuma skedar nempel aspal baru k aspal lama. .
@d_kadarianto@txtdrjkt Ada benarnya yg komen krn efek penebalan jalan. .
Ktinggian jln mkin tinggi tiap tahunnya. .yg mana makin pendek jarak di bawah jembatannya. .
Dan ini benar. .proyek sya pernah bgtu. .
Pdhal vendor yg bawa alat berat udh punya gambar stiap jarak di bawah jembatan/jpo se-Jakarta
@Outstandjing Pernah ngobrol sma kontraktor rumah subsidi. .
Mulai dr kualitas bahan sampe kualitas tukang yg paling rendah semua. Pokoknya asal berdiri, cepet dijual, cepet cuan. .
Pantesan murah, yg disubsidi cuma bunga bank-nya aj klo ambil KPR atau pinjaman. .
Fix sya ga mau ngambil. .
Kalo ada konten demo lewat diberanda kalian langsung like dan posting ulang!
Jika itupun kalo Kalian peduli dengan kecemasan negara saat ini, dengan melakukan itu secara tidak langsung kita membantu perjuangan temen" yg disana melalui sosial media, karena media terbungkam!
@ogiehart Pernah jg ktmu kaya gitu di proyek sya. .katanya si tukang & kontraktor udh biasa ngerjain bgtu. .supaya "nyambung" pembesiannya, ga putus2. .
Uweeedaaannn! SNI mana yg dipake, yakali StandarNya Insting 🤦♂️
Mengapa Negara Menzalimi Suami Saya, yang Tulus Berkorban Banyak Untuk Negara?
Sebagai istri, sakit hati rasanya. Enam belas tahun aku kenal Ibam, dia ngga money oriented. Niatnya tulus. Kalau sudah mau bantu, dia akan benar-benar bantu.
Ibam dituntut penjara 15 tahun dan harus bayar Rp16,9 miliar, kalau tidak maka pidananya ditambah 7,5 tahun.
Berarti, Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Ibam, yang pernah menolak tawaran puluhan miliar karena merasa misi bantu negara lewat bangun teknologi masih belum selesai.
Sekarang ironisnya dituduh korupsi. Padahal sampai 57 saksi diperiksa, tidak ada satu pun bukti Ibam memperkaya diri. Tidak ada konflik kepentingan untuk memperkaya orang lain.
Dia hanya konsultan teknis, rela tolak tawaran asing, turun gaji demi negara, ngga punya jabatan dan kewenangan, selalu profesional dan netral dalam kasih masukan, tapi terjebak dalam pusaran para elite birokrasi.
Masukan teknis Ibam yang sudah terdokumentasi baik, transparan akan kelebihan dan kekurangan, diceritakan sepotong-sepotong saja oleh pejabat pengadaan. Sehingga seakan-akan Ibam memaksa hanya Chromebook.
Untungnya, Ibam punya banyak dokumentasi yang sudah jadi bukti di persidangan. Sudah terungkap di sidang bahwa:
1. Ibam bukan pejabat, tapi konsultan yayasan. Gaji Ibam sama sekali bukan dari APBN.
2. Ibam baru kenal Nadiem setelah dia jadi menteri. Ngga ada persekongkolan, dan ngga pernah ketemu personal.
3. Di banyak bukti chat & notulen rapat: Ibam tidak mengarahkan pengadaan, tidak buat kajian, bahkan Ibam minta kementerian untuk uji Chromebook dulu.
4. Pejabat Eselon I akhirnya mengakui: dia yang menolak masukan pengujian Ibam, dia yang memutuskan Chromebook lewat SK yang dia keluarkan.
5. Ahli IT telah menyatakan masukan Ibam sudah netral dan profesional, sesuai best practice keahlian, serta benar dalam menyerahkan keputusan ke kementerian.
Puncaknya, nama Ibam dicatut ke dalam SK pengadaan yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya. Dalam pengesahan kajian Chromebook yang ditugaskan SK, tidak ada tanda tangan Ibam.
Terungkap juga di sidang, belasan pejabat, termasuk yang berupaya ‘menyalahkan’ Ibam, mengakui telah menerima ratusan juta rupiah suap dari vendor. Namun mereka semua bebas, tidak ada yang jadi tersangka.
Disaat mereka bebas, Ibam ditahan dan dituntut penjara. Bagiku perkara ini jelas. Suamiku bukan pelaku, tapi korban permainan elite birokrasi yang seenaknya melempar semua keputusan mereka pada Ibam.
Sekarang, kami hampir sampai di ujung jalan.
Ibam dituntut 22,5 tahun penjara.
Dua terdakwa lain, pejabat Eselon II di Kemendikbud, yang mengatur pengadaan dan sudah mengakui ada aliran dana sampai miliaran rupiah, dituntut 6 tahun saja.
Semakin kontras ketika surat tuntutan sendiri mengakui: tidak ada aliran dana ke Ibam.
Tuntutan bilang di laporan SPT 2021, kekayaan Ibam naik Rp16,9 miliar. Ibam sudah tunjukkan bukti di persidangan kalau itu dari saham Bukalapak yang didapat jauh sebelum Ibam menjadi konsultan Kemendikbud, tidak ada kaitannya sama sekali dengan Chromebook atau Gojek.
Bukti itu ditolak JPU dalam tuntutannya. Mereka bilang karena Ibam sudah resign, sahamnya hangus. Mereka tidak paham kata-kata dalam surat pemberian saham, bahwa yang hangus hanya “saham yang belum diberikan”. Padahal, sebelum resign juga ada sebagian saham yang sudah diberikan.
JPU menyatakan, karena mereka tolak bukti itu, Rp16,9 miliar Ibam diduga hasil korupsi, jadi mereka tuntut 15 tahun ditambah 7,5 tahun.
Bagi kami, ini puncak dari kezaliman. Ibam yang tidak pernah, sekali lagi, TIDAK PERNAH ADA ALIRAN DANA SAMA SEKALI, dikriminalisasi atas prestasinya bantu negara, yang tidak ada hubungannya dengan perkara.
Dua minggu lagi putusan Ibam akan dibacakan oleh Majelis Hakim, kami tetap berharap keadilan putusan bisa sesuai dengan fakta persidangan.
Karena, ini bukan sekedar perkara hukum, ini menyangkut nasib seseorang, masa depan keluarga kami, anak-anak kami, serta kemerdekaan kami sekeluarga.
Setahun terakhir ini adalah masa yang sangat berat bagi kami. Keluarga kami kehilangan penghasilan, kesehatan jantung Ibam kian memburuk, bahkan tabungan hidup kami terkuras habis untuk biaya medis dan biaya hukum.
Namun, aku bersaksi bahwa Ibam adalah seorang perintis. Hidupnya penuh perjuangan dari kecil, insya Allah kami siap bangun dari nol lagi.
Hanya saja, jika pengabdian untuk Indonesia harus dibayar semahal ini. Jika bukti persidangan sudah seterang ini, dan jika upaya mengkambinghitamkan Ibam sudah sekentara ini, dia tetap dipenjara puluhan tahun...
Ini adalah ketidakadilan yang teramat pahit.
Bukan hanya bagi Ibam, tapi bagi siapa pun yang pernah atau akan bantu bangsa ini dengan niat tulus.
Apa memang berbakti bagi merah putih seberbahaya ini?
Apa memang tidak ada keadilan bagi orang jujur yang sudah berkorban banyak bagi negara?
Tolong bantu kami mencari keadilan untuk Ibam selagi masih ada waktu. Mohon bantu bagikan tulisan ini, pada rekan atau kerabat, konsultan atau pejabat, siapapun yang bisa bantu menyuarakan keadilan dan memberi perhatian.
Agar tidak ada lagi profesional seperti Ibam yang jadi korban kriminalisasi.
Jakarta, 16 April 2026
Ririe - Istri dari Ibrahim Arief (Ibam)
@unmagnetism - Penyanyi dangdut (aplg klo udh tenar)
- pengusaha2 kelas UMKM mnengah (jualan rame)
- level manager k atas di tambang & minyak/gas
- dll. .
Dan di pekerjaan yg sya sebut itu gajinya bnyak yg di atas 45jt. .
@unmagnetism Banyak
- anggota DPR
- Mnteri
- Pjabat2 lain (BUMN, pajak, tim ahli, dll)
Non pemerintahan:
- pkerjaan level senior di dunia IT
- Project Manager (construction)
- Senior Manager Level di perusahaan multinasional
- Manager level up di Bank & Sekuritas
- Dokter (apalg udh Sp)
@KalanaraDika Harusnya ngga si. .kan informasi Kakak sndiri. .aku jg ga mau tau detail, dan lg cari referensi krn mikir mau pindah kota. .biaya hidup agak luar biasa di Jabodetabek soalnya :')
Oh, berarti emg bukan di Jabodetabek ya. .got it. .
@Dyanasthasia Bisa tnya2 ke arsitek yg oke Kak. .
Bahan natural memang cenderung lbh high maintenance & kualitasnya ga seragam. .
Dan skrang bahan sintetis udh bnyak bgt bertebaran. .
Kakak bisa riset sendiri, tp lbh oke klo didampingi ahlinya, yaitu arsitek. .
@jpclotaine Itu logika paling aneh menurut saya. .
Lalu dgn logika begitu, berarti korupsi boleh dong? Kan uangnya bnyak. .dan yg ngurus jg berhak "ngambil" dong. .kan udh diurusin uangnya. .
Hutan dibabat jg boleh dong. .drpd cuma jd hutan "doang" ga ada nilai ekonominya. .
@jellypastaa@hrdbacot Nice!
Tp apalah yg diharapkan dr negara yg ga peduli kepakaran? Sawit aj sama2 punya daun kan? Pohon juga. .
Jd ya, ga heran klo ada aj komenan plot twist-nya. .🙄