@ssdariwarga Terima kasih untuk semua orang tua yang mengajarkan anaknya menghormati perempuan sejak dini. Hal sederhana seperti itu ternyata bisa menyelamatkan seseorang 🤍🤏
HAH???
1) SI IBU SEWA EKSKAVATOR 7 JUTA,
2) NGANCURIN GEMBOK PINTU PAKE PALU,
3) NYURUH OPERATOR EKSKAVATOR
4) NGEROBOHIN RUMAH DINAS ITU SAMPAI RATA TANAH.
5) KE PAK RT NGAKU KALAU DIA UDAH BELI RUMAHNYA
6) KENAPANYA GAK ADA DI BERITA.
i befriend a person like this in ldn. dan yaudah dia normal aja gt lho dlm bersosialisasi, ga kyk sheldon😅
what made him different was dia energinya banyaaaak banget dan dia super curious. jd tugas-tugasnya selalu dia kerjakan dgn extraordinary krn curiosity and energy-nya ituh
🚨Buat para GO yang punya toko oren, wajib banget baca ketentuan baru mereka‼️
Kalau omzet kalian belum lebih dari Rp500 juta/tahun, WAJIB upload Surat Pernyataan Omzet di oren. kalau ga diisi, mereka akan tetep charge PPh 22 sebesar 0,5% mulai 1 Agustus 2026.
Jangan sampe kepotong pajak cuma karena belum isi dokumennya ya🥹 udah biaya admin dan layanan gede, ditambah pajak ini lagi
ngebayangin pacaran sama times new roman tapi abis itu gue selingkuh sama comic sans soalnya dia ga kaku dan bikin gue ketawa sementara itu ada helvetica yg udh pining dari lama tapi ga gue respons apa2 soalnya dia cuma temen tapi akhirnya gue nikah sama poppins
This is why travelling IS political and I wish more people would realize it. Wdym an outsider cuma perlu 2/3 minggu untuk menjelajahi setengah negara ini, meanwhile we as a local who was born and raised here, probably won't even have that chance.
Pak guru Iman, Kepala Advokasi Guru, tahan tangis di MK saat nyampein dampak buruk MBG pada guru & bandingkan gaji guru dgn petugas SPPG
"setelah ada MBG, terjadi PHK massal terhadap guru honorer & PPPK"
"di Langkat ada guru honorer di gaji 500rb/bulan, di Sumedang 50rb" 🥹
Kampus itu mimbar akademik untuk menguji gagasan, bukan panggung safari politik elite untuk memoles kebijakan ugal-ugalan! Aksi mahasiswa menggeruduk diskusi Nusron-Budiman di UGM adalah penegasan bahwa intelektual kampus tidak bisa disuapi retorika kosmetik saat rakyat sedang dicekik krisis!