Tanpa sadar, aku mulai berjinjit agar bisa melihat lebih jelas. Kedua tanganku yang tadinya tidak tahan dengan panasnya besi, kini telah bertumpu di beton pembatas, sementara fokusku sepenuhnya pada kendaraan-kendaraan yang melintas jauh di bawah sana.
| @v4lentinsalazar
TEPAT PUKUL TUJUH, ANAK MUDA.
Jerit bel sekolah seyogianya suah menyiarkan bahwasanya gerbang yang ditutup akan terealisasi. Pada pelataran minda, tentu saja kalian menolak untuk terkena sanksi. Dengan demikian, jalan lain sepasti-pastinya solusi.
Tepat pukul tujuh! Di mana kamu sekarang? Masih pula terjebak di dalam gandaran yang kau domplengi setiap pagi.Β
Menit tergelincir dari waktu yang terus berjalan. Menit-menit lainnya berlalu hingga tibalah jarum jam panjang menunjuk pada angka tiga. Tamatlah sudah.