ide ngedate Jabodetabek
- sewa mobil terus muter-muter Jabodetabek
- ke IKEA Sentul
- kajian date di Blok M
- open trip ke kep seribu
- muter-muter dan makan or ngopi di CGK + skytrain
- spa date di kokuo or sendja
- whoosh date ke Bandung
- PIK date
- glodok date (djauw + pantjoran tea house)
- skin treatment date
- kondangan date
Banyak banget, dan justru yang sering kelupaan malah topik yang paling penting 😭. Sebelum menikah, menurutku minimal ngobrolin:
Keuangan: penghasilan, utang/cicilan, tabungan, gaya hidup, rekening bersama, dan siapa yang menanggung apa.
Anak: mau punya anak atau tidak, jumlah, pola asuh, pendidikan, sampai pembagian tanggung jawab.
Tempat tinggal: tinggal sendiri, dekat orang tua, atau kemungkinan pindah kota/negara.
Karier: apakah dua-duanya tetap bekerja, bagaimana kalau salah satu harus pindah kerja, dan bagaimana mendukung karier pasangan.
Keluarga besar: batasan dengan mertua, seberapa sering berkunjung, bantuan finansial untuk keluarga, dan privasi rumah tangga.
Pembagian pekerjaan rumah: jangan cuma “nanti dibicarakan” bahas konkret siapa melakukan apa.
Konflik: kalau marah biasanya seperti apa, apa yang dianggap tidak bisa ditoleransi, dan bagaimana cara menyelesaikan masalah tanpa saling mengancam pisah.
Nilai dan prinsip hidup: agama, pendidikan, cara memandang kesetiaan, pergaulan, dan keputusan besar.
Komunikasi & kebutuhan emosional: butuh ruang seperti apa, cara menunjukkan kasih sayang, dan apa yang membuat masing-masing merasa aman.
Batasan dalam hubungan: teman lawan jenis, media sosial, privasi HP, flirting, dan hal-hal yang dianggap sebagai perselingkuhan.
Kesehatan dan kehidupan seksual: ekspektasi, batasan, kenyamanan, dan hal-hal yang perlu diketahui pasangan.
Rencana masa depan: target 5–10 tahun, gaya hidup yang diinginkan, rumah, perjalanan, karier, dan prioritas hidup.
Dan satu hal penting: jangan cuma bahas “kita mau punya kehidupan seperti apa”, tapi juga “kalau hidup kita gak berjalan sesuai rencana, kita akan menghadapi itu seperti apa?”
Karena menikah bukan cuma soal cocok saat semuanya baik-baik aja. Justru cara kalian menghadapi uang, konflik, keluarga, kegagalan, dan perubahan bakal jauh lebih menentukan.
BREAKING: Seorang siswa SMK di Kudus bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi menulis surat terbuka kepada Presiden Prabowo, menolak jatah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk dirinya dan meminta anggaran tersebut (sekitar Rp6,75 juta untuk 1,5 tahun) dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru yang kesejahteraannya masih memprihatinkan.
Ia berargumen bahwa guru jauh lebih berperan membentuk generasi muda daripada program makan gratis, dan suratnya yang diunggah di Instagram menjadi viral.
Terimakasih masyarakat Indonesia atas donasinya sehingga dapat lahir posko pendidikan warga atau sekolah darurat bagi anak anak di Aceh! Tersalurkan bantuan berupa tenda, mainan, alat tulis, ensiklopedia, sepatu siswa, Al-Quran, genset dan starlink untuk posko pendidikan ini
Terletak di Desa Rantau Bintang, Aceh Tamiang, program ini akan dijalankan selama 1 bulan dibersamai oleh Kompas USU yang telah jalan lebih dulu dan Gerakan Mengajar Desa
Menjaga masa depan Indonesia adalah menjaga masa depan anak-anaknya tetap diperhatikan! Bismillah semoga lancar dan berlipat ganda program ini!
Saya harus akui, jantung saya berdetak kencang, ingatan saya kembali menyergap tajam saat melihat berita bencana di Sumatera pekan ini.
Dulu, hampir dua dekade lalu, saya ada di sana. Bukan sebagai pengacara, melainkan penerbang sipil yang dipanggil negara, berdesakan di lambung pesawat tua. Ya, pesawat TNI AU uzur.
Kami terbang gila-gilaan, hampir tidak kenal pagi, siang, atau malam. Seringkali, kami sudah harus take off dari Halim sebelum subuh. Tujuannya: Banda Aceh.
Kami bawa Hercules C-130 yang sudah sepuh itu. Pesawat itu, Bapak-Ibu sekalian, adalah potret jujur bangsa ini: tua, berisik, kurang terawat, tapi untungnya sangat andal dan pekerja keras.
Di dalam perutnya yang gelap, kami duduk di jaring samping. Telinga berdengung raungan Allison T56.
Jika Anda mau tau, bau di dalam kabin itu adalah campuran unik: solar, minyak mesin yang bocor halus, keringat relawan yang tidak mandi tiga hari, dan aroma timpahan mi instan basi.
Intensitasnya? Luar biasa. Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) mendadak menjadi terminal paling sibuk di dunia. Ada Hercules TNI, ada C-17 Amerika, ada Ilyushin dari Rusia, semua berebut slot. Air Traffic Controller (ATC) kita seperti pesulap. Semua ingin cepat, semua jadi pahlawan tanpa berharap bintang.
Ironinya adalah pada sistem logistik kita.
Di satu sisi, kita punya Hercules TNI yang bertempur mati-matian, mengangkut puluhan ton barang. Di sisi lain, muncul pahlawan yang datang dari sektor yang paling tidak kita duga: Maskapai Sipil.
Ya, maskapai-maskapai besar seperti Lion Air dan Batavia Air ikut menyumbangkan free lift dari Jakarta. Mereka menggunakan pesawat komersial, kursi dilepas, diisi karung beras. Mereka bergerak karena kemanusiaan, mendahului banyak surat izin dan nota dinas yang mungkin masih diketik di kantor-kantor pusat.
Dan pahlawan sejati di udara adalah Susi Air. @susipudjiastuti Saat pesawat-pesawat besar TNI dan asing fokus ke Banda Aceh, Meulaboh dan Simeulue masih jadi titik buta. Landasan hancur, Susi dengan dua pesawat kecil Cessna Caravan-nya mengangkut obat-obatan dan susu bayi. Susi dan crew pilot asingnya terbang nekat, masuk ke landasan perintis. Mereka adalah antitesis dari birokrasi yang kaku. Contoh nyata bagaimana rule of law itu sejenak harus tunduk pada rule of need. Kebutuhan lebih dulu, baru administrasi.
Saya ingat, interaksi kami dengan crew Susi itu terasa sangat kontras. Di dekat Hercules yang penuh serdadu, mereka berdiri di samping Caravan kecil, mengenakan kaos, mengangkut sendiri kardus-kardus tanpa forklift mewah. Salah satu pilot asingnya pernah menyindir, "Saya pikir tugas saya hanya lobster, ternyata saya juga delivery harapan kemanusiaan." Tawa kami pecah. Tawa terdengar pahit tapi kejujurannya nyata hanya berharap pahala.
Saat ini, kita kembali menghadapi bencana di Sumatera. Apa yang berubah? Infrastruktur mungkin lebih baik. Teknologi komunikasi pasti lebih canggih. Namun, saya khawatir, jiwa gotong royong yang non-bureaucratic itu justru semakin menipis. yang jelas saya tidak dipanggil lagi menerbangkan pesawat, mungkin pilotnya sudah banyak. Mungkin juga karena memang tak ada landasan yang bisa didaratin fix wing. Mungkin juga kita makin terbiasa menunggu instruksi pusat, menunggu dana cair, menunggu SOP selesai dicetak.
Padahal, semangat yang dibutuhkan saat bencana adalah semangat Susi Air: bergerak cepat, tidak bertanya izin, dan langsung menuju titik yang paling terluka. Semangat yang harusnya diwarisi oleh setiap aparatur sipil dan militer.
Sudah saatnya kita belajar dari Hercules tua dan Cessna kecil.
Aset terbaik bangsa ini bukanlah pesawat baru atau regulasi yang tebal, melainkan keberanian mengambil risiko dan keikhlasan untuk bergerak tanpa menunggu tepuk tangan.
Jika tidak, setiap bencana hanya akan jadi pengulangan tragedi birokrasi yang mematikan.
#ethadisaputra #majalahforumkeadilan #tsunamiaceh #operasikemanusiaan #hercules #susiair #dahlaniskan #hukumdanlogistik #militersipil #bencanaindonesia
"Tapi mungkin cara kita mengajarkannya dan bukunya tidak mendorong mereka untuk belajar (Matematika)"
Yang bikin cara ngajar: Kementerian Pendidikan.
Yang bikin bukunya: Kementerian Pendidikan.
Yang bikin sistem penghasil gurunya: Kementerian Pendidikan.
Yang ngeluh: Kementerian Pendidikan.
😂
my dad was a physics teacher in a top school in jakarta, where almost 80% of its attendees go to top schools abroad.
He published books, worked multiple jobs.
But he had to cry in the kitchen bc at the time he didnt have the heart to tell me that he couldnt even afford my uni.
A mother joins thousands of protestors who are demonstrating against the government in Jakarta, Indonesia 🇮🇩.
At least one person has been killed and over 50 have been injured in the country's capital after days of unrest.
@gendut4444 PERINGATAN!
Yang dilindas mobil BRIMOB ada dua, yang selamat itu pak Umar sedangkan yang meninggal itu pak Afan Kurniawan.
Jadi mobil itu ngelindes dua orang pas tadi ngebut di waktu yg berbeda tetapi diduga gak jauh dari pas video kelindes itu direkam