zaman Orba saja yang otoriter pengambilalihan kekuasaan lewat klb oleh kader partai sendiri. kasus pdi misalnya. di era demokrasi sekarang demokrat justeru diambil alih oleh pejabat negara yang mestinya melindungi semua partai. ironi luar biasa.
Tiga masalah dihadapi petani Kendeng sekaligus:
1. Berusaha selamat dari wabah.
2. Tetap menanam agar tetap hidup.
3. Melindungi lingkungannya dari penambangan yang diizinkan negara (agar tetap dapat pasokan air dan binatang-binatang yang membantu penyerbukan tanamannya).
Ada yg tanya knp harga minyak dunia menurun tajam tapi harga minyak dlm negeri mendatar nian? Tersebab aku gak ngerti persoalan, maka jawaban maksimalku begini👇🏿👇🏿👇🏿. Setuju?
Miftah menjelaskan, turunnya harga ayam di tingkat peternak terjadi sejak awal merebaknya wabah corona di Indonesia - #Regional https://t.co/AxJ411OqOG
salahsatu yg dijadikan contoh kompensasi akibat banjir adalah mall taman anggrek
bakal seru nih jika direspon dg buka arsip rencana induk jakarta 1965-85 krn mall di simpang tomang itu nempati lahan RTH hutan kota tomang
ayo deh buka2an biar jelas, kenapa bisa berubah jd mall?
Gimana kalau para pejabat Dewan Pengawas KPK mundur saja, agar kekecewaan kami nggak dobel2. Satu saja, kecewa karena KPK jadi lemah. Mau geledah aja ribet birokrasinya. Sekarang kami ud kecewa KPK jd lemah, kecewa pula knp tokoh2 berintegritas mau2nya dijadikan Dewan Pengawas?
NKRI menangkap 500 orang Bajo karena dianggap "nelayan asing" dan "mencuri ikan", hanya karena mereka tak memiliki identitas kewarganegaraan. Padahal mereka sudah ada di laut jauh sebelum Indonesia ada.
Bandingkan dengan sikap NKRI di Natuna dan Laut Cina Selatan. #TheBajau
Sama aja, dulu jokowi janji ngga akan bagi2 kursi mentri tp demi langgengnya kekuasaan, Jendral seperti Wiranto (sbg panglima saat itu) yg hrsnya bertanggung jawab thd tragedi 98 juga dijadikan mentri. Sama2 haus kuasa to?hehe
Jelekin sebelah tp ternyata sama aja, Senang kok ngadu rakyat... propaganda murahan mengadu rakyat bahwa pilpres 17 april mendatang adl pertarungan dua Ideolagi