Ternyata kalau kita jarang cerita sama siapapun, cara ngomong kita juga ikutan susah. Pas mau jelasin sesuatu, kata-katanya jadi suka belibet dan ribet. Bukan karena nggak ngerti, tapi karena udah kebiasaan nyimpen semuanya sendiri.
AC Milan. AFC Bournemouth.
Two clubs with very different histories, connected by one iconic look.
Here's how the story of the stripes began - and why it comes full circle this week 🧵
De-colonizing itu bukan cuma masalah teori (epistemologis) aja btw, tetapi juga standpoint world viewnya (ontologis).
Gak selamanya pengetahuan lokal diproduksi dan terekam dgn standar jurnal/metrik IF. Pulau Simeuleu punya Smong.
Blm dipublish di jurnal bukan berarti ga ada.
Dikira masyarakat adat ribuan tahun ga paham sama lingkungan mereka sendiri kah? Yang perlu dijejelin riset itu ya pemangku kepentingan dan KORPORASI PEMBAKAR HUTAN.
Analisa yang menarik dari Bagus Muljadi mengenai fenomena kebakaran hutan saat ini.
>Menurutnya, karhutla bukan lagi bencana nasional, melainkan internasional.
>Di Indonesia, bukan paham kanan atau kiri yang menjadi perdebatan, melainkan daerah dan pusat.
>Budaya mengenai pemahaman gambut masih minim di daerah
>budaya riset di daerah masih lemah, akibatnya untuk menghadapi bencana spt ini menjadi tumpang tindih antara pusat dan daerah
>untuk memadamkan gambut di Indonesia, 1 hektar perlu 200rb liter air, helikopter untuk terbang perlu 10 rb usd untuk 1 jam, itupun masih hit n miss, belum tentu bisa memadamkan gambut
>saat terjadi bencana masyarakat cenderung terpolarisasi. Misalnya di Tamiang, selalu menjurus ke tobat ekologis. Padahal jika pemhaman akan gambut dan pengawasan yang ketat tentu lebih efektif dibandingkan demikian
Di Indonesia sudah ada mengenai UU pembakaran lahan, yang masih jadi PR adalah bagaimana regulasi tsb diawasi dan diemplementasikan dengan baik
Jua masyarakat paham, mengapa harus bakar apa yang ia dapat, dan kapan waktu yang tepat untuk membakar. Itu semua bisa diwujudkan jika budaya riset mulai diberdayakan.
Saya 2 tahun kerja di BRGM kedeputian Litbang. Selama periode kerja BRG mungkin ada > 200 riset didanai, termasuk juga kerjasama riset dengan WRI, DHI, dll.
Risetnya multidisiplin, bahkan interdisiplin.
Kita ga kekurangan riset, tapi risetnya yg gak pernah diimplementasikan.
Ini orang polesan pencitraannya jago kayak wiwik, tapi level emosionalnya kayak wowok.
If somehow this man managed to get anywhere near power in 2029, we basically got the worst traits of wiwik and wowok in one person.
unlocked level romantis: pengukuhan Guru Besar bersama pasangan hidup 🥹
tepat di 25 tahun ulang tahun pernikahannya, Prof. Herliana dan Prof. Andy Omara, guru besar FH UGM, menyampaikan pidato pengukuhannya.
Prof. Herliana mengatakan:
"Cinta berarti memilih untuk tetap berjalan bersama, kadang saling menunggu, terus saling menguatkan, dan selalu mengingatkan bahwa setiap langkah, sekecil apa pun, tetap membawa kita lebih dekat pada tujuan. I am deeply blessed to share this journey with you."
dan Prof. Andy Omara membalas:
"Pasangan hidup terkasih Professor Herliana Ph.D., my better half, selamat untuk belahan jiwa dan teman seperjalanan hidup saya atas pencapaian luar biasa meraih Guru Besar. Terima kasih telah menjadi pasangan hidup hebat yang selalu mendukung."
congratulations, Prof.! 🥹💐🎉