@karimaljawi Ohhh syulit juga ya kak kalau buat beneran mandiri mau bikin visa umroh dari dalam negeri tanpa ada kenalan di sana, kendala di channel bikin visa-nya ini sih. Thank you kak infonya ya.
@navyjoystick_@Outstandjing Betul. Terlepas dari apapun (afiliasi politik penulisnya, dll), cerpen ini dan "Robohnya Surau Kami" ditulis dengan sangat baik sampai-sampai terasa "magis". Apapun interpretasi yg ditangkap pembaca pasti terpatri di benak masing2. Penulis2nya beneran next level.
@astridwasis @penerbitkakatua Or alternatively, penerbit bisa mengontrak penerjemah Bahasa Rusia-Bahasa Indonesia dan melakukan penterjemahan langsung dari naskah aslinya yang Bahasa Rusia, malah bisa jadi aset.
@kemalahmad10 Quite easy, ceritanya bisa buat anak2 soalnya, tapi sebenernya pesan retoriknya cukup dalam buat orang dewasa juga. An interesting read, more than I expected.
Definisikan genre bacaan favoritmu dalam 10 buku (versi mimin ya):
-Animal Farm
-Player Piano
-Slaughterhouse-five
-Cat's Cradle
-We
-The Jungle Books
-The Little Prince
-How To Train Your Dragon
-Harimau, Harimau
-A Tale of Two Cities
Definisikan genre bacaan favoritmu dalam 10 buku.
- Ronggeng Dukuh Paruk
- Amba
- Pachinko
- Sarah's Key
- The Nightingale
- Dari Dalam Kubur
- Tiba Sebelum Berangkat
- Semua Untuk Hindia
- Salt to the Sea
- Mata Malam
One of the sad signs of our times is that we have demonized those who produce, subsidized those who refuse to produce, and canonized those who complain.
With people across virtually the entire ideological spectrum being offended by inequalities and their consequences, why do these inequalities persist? Why are we not all united in determination to put an end to them?
Perhaps the most cogent explanation was that offered by Milton Friedman:
A society that puts equalityโin the sense of equality of outcomeโahead of freedom will end up with neither equality nor freedom. The use of force to achieve equality will destroy freedom, and the force, introduced for good purposes, will end up in the hands of people who use it to promote their own interests.
One of the most important reasons for studying history is that virtually every stupid idea that is in vogue today has been tried before and proved disastrous before, time and again. Do we need to keep repeating the same mistakes forever?
Many of Europe's greatest architectural wonders were lost to history โ or willingly demolished.
Here are some you haven't heard of... ๐งต
1. Neue Elbbrรผcke Bridge: torn down to add an additional lane
1. Jangan main klarinet.
2. Jangan pernah melambaikan lampu senter ke depan dan ke belakang terlalu cepat. Itu dianggap undangan.
3. Jangan pernah berhenti menatap sekitar.
4. Jangan makan keju, kecuali yang kotak.
5. Jangan pakai topi sombrero.
6. Jangan pakai baju bodoh.
7. Jangan pakai rok panjang.
8. Jangan pakai sepatu merah.
9. Jangan berlagak seperti kera.
10. Jika beruang sudah mendekat, buat gambar lingkaran besar untuk melindungi diri dari gigitan beruang. Usahakan jangan lonjong.
11. Jangan lari.
12. Jangan jalan pincang.
13. Jangan merangkak.
@MrOngDedy Bisa translate English-Indonesia dan sebaliknya, sesuai konteks, baik format formal maupun informal. Gemes bgt liat terjemahan English-Indonesia buat game-game triple A yg harusnya bisa keren. Ayo yg butuh jasa translate buat apapun monggooo dm
@AsahPolaPikir Would try my hands at as many side hustles as I was interested in, just to boost my confidence, widen my experience, and equip me with various skills outside my main work.