ㅤ
️️Sejatinya hidup ini sudah selit-belit. Dingkit akan tulah dan galaba nan menghimpit. ’Tak sekelumit jerit mengindahkan hina yang nyelekit. Menjadikan sarit dan morat-marit. Mempersembahkan;
. . . . 𝑨𝗡𝗧𝑶𝗟𝑶𝗚𝗜 𝐺𝐸𝑅𝐼𝐷͟𝐼͟𝑇 𝑃𝐼𝐷͟𝐼͟𝑇 ˎ ❜
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
Atensi lekas teralihkan tatkala @Moelakat berucap yang buat aku penasaran. Apa itu? Semestinya aku berucap demikian sebab kamu tengah berulang tahun, bukan aku yang dapat sesuatu.
"Apa itu, Mas? Harusnya aku nda sih yang bilang begini?"
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
hunianmu, yang berhasil dibuat terpukau. Hunian yang cukup rapi dan bersih untuk seorang teruna tinggal sendiri. Apa kamu merapikan ini dengan sengaja bahwa aku akan kemari? Nggak kan, ya? Aku enggan buat kamu bersusah payah.
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
Lekas bangkit dari atas pembaringan dan memugar berjalan untuk jumpai kamu di depan. Pagar yang sengaja terkunci oleh gembok, mengharuskan kembali dibuka untuk mempersilakan masuk @Moelakat.
"Mas Bum!" aku menyapa diiringi senyuman.
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
️️ ️️
Seraya menunggu dirimu datang, aku melanjutkan bacaan buku sisa tadi siang. Selama ke menit-menit selanjutnya, aku fokus pada benda pintar besar dimana bacaan itu berada. Sampai, suaramu merasuk ke dua rungu ini.
️️ ️️
️️ ️️