Dugaan penembakan terhadap warga saat aksi unjuk rasa di jalan hauling PT Asmin Bara Baronang, Desa Baronang, Kabupaten Kapuas, Selasa (03/03/2026), menuai reaksi keras dari Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto.
Sigit menyerukan seluruh pihak agar menahan diri dan tidak terpancing emosi maupun provokasi atas insiden yang beredar luas melalui video di media sosial dan grup WhatsApp.
“Saya masih mengonfirmasi kebenaran informasi penembakan yang dilakukan aparat kepada warga yang berunjuk rasa di lingkungan PT Asmin Bara Baronang. Apabila benar dilakukan aparat, maka ini merupakan tindakan represif yang berlebihan. Aparat harus menahan diri untuk tidak menggunakan senjata dan mengedepankan dialog dengan para pengunjuk rasa,” tegas Sigit kepada awak media.
Insiden tersebut diduga terjadi sekitar siang hari saat aksi berlangsung. Berdasarkan informasi yang beredar, korban bernama Raja Gunung, yang disebut sebagai Koordinator Aksi Masyarakat Adat Kalteng (AMAK) dan Aliansi Ormas Dayak. Korban mengalami luka di bagian kaki dan telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Seorang remaja di Kota Makassar, bernama Bertrand Eka Prasetyo Radiman (18) tewas diduga terkena tembakan polisi. Korban tertembak saat polisi membubarkan aksi perang-perangan pakai senjata mainan.
via @detikcom
https://t.co/SBqDXPZGDG
@wirdawiw @Malangraya_info Seng santun gen ndek nduyo ora mek gen z tok , ono gen gen liane jadi hall seperti ini bisa di bahas karena memang perbedaan yang jauh. Mungkin buatmu bercanda kek gitu biasa ae lek gen liane yo emboh meneh.
@tanyakanrl La emang warga di kira logikanya pada cacat kali ya, alasan seperti itu nampak jelas banget kalau cari alasan ya udah gak ada lagi. Beneran seperti ini logika nya pihak aparat.
MBG itu bergizi aja tidak, apalagi gratis
kata gratis itu pengkhianatan luar biasa pd rakyat, pdhl semua difasilitasi oleh uang rakyat, uang itu kembali ke rakyat dlm bentuk makanan...kog tega²nya sebut gratis, rakyat bayar semua itu dgn membayar pajak
cuuuiiiiiiiihhhh...!!!
Negoro kok ngerepoti rakyat ?
Mandar kualat ?
Seorang wanita di Kota Malang mengunggah video berisi kritik terhadap pelayanan di Kelurahan Ketawanggede dan Sumbersari usai mengurus surat keterangan kematian.
Dalam video yang diupload beberapa waktu lalu itu kemudian viral di sejumlah grup media sosial warga Malang itu, ia mengaku merasa dipersulit serta harus menghabiskan waktu cukup lama untuk menyelesaikan proses administrasi.
Menurut pengakuannya, prosedur yang dinilai berbelit membuatnya bolak-balik dan menunggu lebih lama dari yang diperkirakan, terlebih di tengah situasi duka.
@SumandoGaek Buat kalian anak anak buat lah semacam kayak trend jika program yang di adakan tidak relevan lagi, atau program yang mayoritas anak” ingin kan apa gitu. Jadi kita gak cuma viralin kita juga punya hak buat bersuara mana program yang lebih baik untuk masa depan anak bangsa.
🚨 PERINGATAN DARURAT PENDIDIKAN🚨
Pendidikan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Ketimpangan akses, kesejahteraan guru yang belum layak, komersialisasi pendidikan, hingga kebijakan yang jauh dari keberpihakan pada rakyat kecil menjadi alarm serius bagi masa depan bangsa.
Lambang Tut Wuri Handayani seharusnya menjadi cahaya yang menuntun, bukan sekadar simbol tanpa keberpihakan. Jika pendidikan terus digelapkan oleh kepentingan, maka yang dipertaruhkan adalah satu generasi. Saatnya bersuara. Saatnya berpihak pada masa depan. #DaruratPendidikan
@Malangraya_info Kedisiplinan jangka panjang kita gak cuma berpatok di larangan banner aja, tapi juga melarang yang melanggar secara langsung. Jika itu terjadi di depan kita. ( jangan langsung di hakimi, tegur pelan aja udah cukup).
@Malangraya_info ( ketika ada yang melanggarnya secara langsung orang orang di lingkungan tersebut tidak memberi sanksi langsung berupa teguran bahwa ada banner yang melarang merokok di area tersebut ke oknum tersebut. Jadi untuk kedisiplinan-
The Israeli army launched thermobaric and pressure bombs, supplied by the United States, on Gaza. These bombs, which burn at a temperature of 3,500 degrees Celsius, are capable of killing thousands in seconds, leaving no trace.