@bembboz@aeyongiboy@saranglaba2laba@sibambaang lu ngomong gini gada bedanya “heru bisa tinggal eksekusi”
lah enak heru tinggal eksekusi, sisanya biar semua bisa ke lrt udh dipikir anis.
mikir yang lengkap plok koplok
purbaya yudhi sadewa dicopot senin sore
Bukan dari Istana.
Dari toilet Kompleks Parlemen.
Telepon Mensesneg masuk.
Rapat DPD langsung ditinggal.
Setahun jadi Menkeu, selesai dalam 15 menit.
Orang ini lulusan Elektro ITB + PhD Purdue.
Bukan politisi.
Bukan birokrat murni.
Ekonom insinyur yang ngomongnya kayak pedagang di Pasar Senen.
“Kasihan amat.”
“Alhamdulillah selamat gue dari Whoosh.”
“Mau mancing mujair di belakang rumah.”
Itu bukan gimmick. Itu dia.
Empat hari pertama sudah guyur Rp200 triliun ke Himbara.
Pasar langsung hijau.
Lalu potong TKD.
Rotasi 400 pejabat Pajak & Bea Cukai dalam semalam.
Restrukturisasi utang Whoosh jadi 80 tahun, cicilan cuma Rp1 T/tahun.
Ada yang bilang berani.
Ada yang bilang nekat.
Yang jelas: dia tidak main aman.
Puncaknya minggu terakhir.
Ratusan pejabat eselon II-III dilantik Kamis.
Senin sudah dipecat.
Dirjen Bea Cukai sampai sekarang belum jalankan rotasinya.
Internal Kemenkeu sempat bergoyang.
Itu yang paling banyak dibicarakan di timeline.
Purbaya sendiri bilang hitungannya 50-50.
Tidak ada feeling.
Cuma hitungan.
Kontrak setahun, katanya, sudah cukup.
Setelah sertijab Selasa, dia senyum.
Jas hitam, dasi merah.
“Udah pensiun. Mau pulang mancing.”
Yang tersisa sekarang:
Suahasil Nazara di kursi Menkeu.
Rotasi Purbaya masih menggantung.
Whoosh belum selesai pindah ke SMV.
Danantara masih jadi tanda tanya.
Satu tahun Purbaya terasa lebih ramai daripada lima tahun sebelumnya.
Pagi-pagi begini, sebelum buka laptop kerja, tanya jujur:
Purbaya dipecat karena terlalu keras merombak rumah sendiri…
atau karena mulutnya terlalu jujur buat istana?
Kalau kamu Menkeu cuma setahun,
kamu pilih main aman
atau kamu pilih diingat karena berani?