Salah satu project yang lagi gw kembangin: IDX Flow
🔗 https://t.co/7U3eVDaRlq
Awalnya iseng reverse-engineer transaksi saham IDX. "Coba liat siapa yang beli siapa yang jual." Makin dalem, makin banyak rabbit hole.
Masalahnya: kebanyakan orang analisa transaksi itu cuma sebatas di "Broker X net buy sekian lot, kita beli. Broker Y net sell sekian lot, kita jual." Maka dari itu, gw decide untuk ngebuat beberapa layer untuk analisa:
📊 Flow-Price Correlation
Bukan asal "wah flownya naik, pasti bullish". Pakai ridge regression + walk-forward cross-validation buat ukur seberapa kuat flow beneran gerakin harga. Kalau korelasinya lemah ya ga bisa dipaksa jadi sinyal
🔄 Wyckoff Phase Detection
Lagi di fase akumulasi, markup, distribusi, atau markdown? Bukan nebak pakai feeling, tapi pake two-layer classifier yang combine broker score sama price action.
🕵️ Smart Money Tracker
Ada pergerakan yang kaga kelihatan dari angka mentah. Pola akumulasi/distribusi yang tipis, yang baru keliatan kalau dirangkai menjadi beberapa sinyal sekaligus.
🎛️ Regime-Adaptive Analysis
Ini yang paling penting: blue-chip dan gorengan nggak bisa dianalisis pakai ruler yang sama. Sistemnya auto-detect tipe saham (blue-chip, mid-cap, high-vol) dan adjust semua threshold sesuai karakter masing-masing.
📈 Gaussian HMM Regime Detection
Deteksi kapan korelasi flow-harga lagi di regime kuat vs lemah supaya bisa tau kapan sinyal flow bisa dipercaya, dan kapan cuma noise.
🏦 Broker Distribution
Siapa yang lagi dominan? Aliran dana dari broker ke broker divisualisasi supaya keliatan polanya.
Kagak ada satu sinyal ajaib. Tapi, banyak layer analisis yang harus dirangkai untuk menjadi sesuatu yang (mudah-mudahan) lebih solid dari sekadar liat net buy/sell.
App nya sendiri masih RAW dalam tahap alpha. Masih dikembangin tiap hari. Gw rilis sekarang untuk dapetin feedback dari kalian-kalian yang terjun ke pasar juga.
Akses nya masih ratis buat sekarang. Kemungkinan jadi subscription-based karena jujur aja waktu dan effort yang dikeluarin nggak sedikit 😭✌️
Monggo dicoba kalau penasaran. Untuk segala feedback atau apapun itu bisa DM ke aku lewat X atau tele (https://t.co/c6EGvg9HoH). Feedback form otw disematkan di website.
Beberapa bulan lalu, di X juga, gw nemu 1 google drive isinya ilmu semuaaa.
Nih langsung aja https://t.co/qEvuMTjGAP
Silakan belajar sepuasnya yaaa. Semoga bermanfaat
Silakan bookmark dan bantu repost yaa!
Kenapa sebaiknya fokus, single tasking, daripada multitasking? Ini jawabannya.
Dan untuk kembali ke intensitas ngerjain task semula setelah berpindah ke task yang lainnya itu perlu banyak tenaga. Karenanya multitasking itu lebih melelahkan.
Another bad news,
Investment Bank terkemuka dunia, Goldman Sachs menurunkan rating saham Indonesia menjadi underweight, menyusul pembekuan indeks oleh MSCI.
📌Langsung aja, Ini struktur isi CV yang bener - bukan asal tulis jobdesc dan bukan asal ATS friendly, apalagi graphics CV pake Canva padahal non creative jobs.
Gue ambil langsung dari breakdown-nya Jonathan Javier (Wonsulting – ex Snapchat) yang tembus kerja di perusahaan top-tier.
👇 Guidancenya begini berdasarkan warna, CV yang bener itu terdiri atas:
🟥 Action Verb
🟧 Hard Skill
🟩 Impact Metrics
🟦 Impact Statement
🟨 Soft Skill (secukupnya)
Lanjut penjelasan tiap bagiannya nih gue reshare dengan bahasa sederhana 👇
Naiknya yield obligasi Jepang adalah salah satu peristiwa penting yang bisa menyebabkan "kiamat finansial" di seluruh dunia
Di global market, selama ini banyak investor yang make gameplay "Yen Carry Trade" alias orang minjem duit di Jepang (Yen) buat beli aset-aset di negara lain karena bunganya hampir 0% (akibat Bank of Japan (BOJ) melakukan yield control dengan beli secara masif obligasi pemerintah Jepang/QE)
Kalo yield yang awalnya hampir 0% kemudian melonjak menjadi 3,87%, dampaknya luar biasa besar:
Karena banyak investor yang minjem di Jepang dengan 0% buat beli aset, kemudian tbtb melonjak jadi 3,87%, maka pada harus cepet2 jual aset buat lunasin utang di Jepang yang bunganya akan melonjak
Kemudian karena pada jual aset (misal saham, BTC, dsb), maka harga aset2 tsb bisa jatoh - dan praktis likuiditas global berkurang banyak
Saking pentingnya Jepang, pada waktu 2013 ketika terjadi "taper tantrum" (likuditas global kesedot) akibat The Fed mau menghentikan Quantitative Easing pasca Krisis Keuangan Global 2008, technically malah Jepang yang nopang likuditas global karena BOJ melakukan QQE (Quantitative and Qualitative Easing) yang mompa likuiditas global, salah satunya dengan carry trade
Apakah The Fed yang dulu ditopang BOJ sekarang bisa gantian nopang likuditas global? Mari kita lihat
Kita liat china. Kalo condemn doang mah biasa
Pernah di kelas rising china, tim gw nemuin bukti China nyuruh Korut buat maen rudal. Di saat yg sama ngasitau Korut kalo ntar secara formal China bakal ngutuk, tapi dari blakang ngepush
Btw dah tau belom china punya dua "kemenlu"