@Jelli_cent@feriamsari Konsep Koperasi yang rumuskan pada Projek ini sangat beea dengan Prinsip2 Koperasi yg ada dalam undang2, kalo Prinsip2 Bisnis sudah cocok... Catat,,,Warung Merah Putih ini bisa bertahan Berapa lama???
“Pak, Pak, Pak!” teriak keras seorang Bapak sambil berebutan salaman dengan warga lain. Suasana ramai itu saat kami keluar dari acara bersama Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) di sebuah kampung di Penjaringan, Jakarta Utara. Dekat Ancol.
Bersama warga lain ia berebut salaman. Tapi, ia memanggil-manggil lantang seperti ada yang mau disampaikan. Jadi, saya minta mobil berhenti.
Dengan agak terengah-engah dia sodorkan HP, menunjukkan sebuah foto. “Pak Anies, ini anak saya mau ketemu. Dia yang dulu cium Bapak waktu Pilkada Jakarta. Ini fotonya, Pak. Ini fotonya, Pak. Lihat ini, Pak!" katanya sambil menunjukkan foto di layar HP. Tangan masih bergetar memegang HP-nya.
Saya tercenung melihat foto di layar HP dia. Foto lama saat saya bercakap dengan seorang anak balita, lalu anak itu mencium kening. Di sebuah kampung di Pademangan, saat Pilkada di Jakarta, tepatnya Oktober 2016.
Sy lihat wajah bersemangat si ayah dan mata berbinar anaknya. Natasya namanya. Saya ajak dia naik ke mobil dan kami berpelukan. Erat sekali genggamannya. Kami berbincang. “Sekarang udah kelas 5, Pak." Saat kami berjumpa pertama dia masih TK.
Sebuah perjumpaan awal yang mengesankan dan sebuah perjumpaan ulang yang mengharukan. Semoga Natasya kelak akan bisa melampaui semua cita-citanya.
#ABW
Innalillahi wa innailaihi rojiun...Kami berduka cita atas wafatnya Bang Rizal Ramli. Sosok yang konsisten memerangi korupsi, nepotisme, feodalisme, dan konsisten memperjuangkan demokrasi melawan segala macam praktek-praktek penyimpangan.
Sosok beliau, mengingatkan kami masa-masa ketika kuliah dan aktif di pergerakan mahasiswa. Bang Rizal selalu telaten membantu kami mencari data dan mengkonsultasikan bahan saat kami diminta bicara di berbagai forum diskusi ekonomi di Jakarta. Bahkan pada saat itu, sbg mahasiswa kami selalu diterima Bang Rizal. Beliau waktu itu memimpin ECONIT.
Kami punya cerita unik mengenai mesin fax. Suatu ketika di awal dekade 1990an, kami akan melakukan protes demonstrasi tentang pembobolan Bapindo oleh Eddy Tansil, yang melibatkan Menteri Sudomo. Saat itu, kami membutuhkan data-data detil yang tidak bisa didapat lewat koran. Lalu sy tlp minta data dan Bang Rizal ingin mengirimkan data tersebut melalui fax. Permintaan yang membuat kami cukup kebingungan, karena belum pernah menggunakan sebelumnya. Hingga akhirnya dikirimkan data tersebut melalui fax salah satu wartel di Yogyakarta. Akhirnya, berkat Bang Rizal, kami menggunakan mesin fax untuk pertama kalinya.
Saat kami selesai kuliah, orang pertama yang menawari pekerjaan utk jadi asistennya adalah Bang Rizal. Meskipun dengan berat hati kami harus menolak ajakan beliau saat itu, karena ingin meneruskan kuliah master ke Amerika. Namun, hubungan kami terus berjalan dengan baik.
Dan hari ini, kami turut kehilangan seorang pejuang sejati yang sejak muda hingga akhir hayatnya tidak pernah berhenti memikirkan Indonesia yang lebih baik, Indonesia yang lebih adil. Insya Allah semua amal kebaikan Almarhum akan menjadi kendaraan pada derajat yang mulia di sisi Allah dan akan dicatat dengan tinta emas kehadirannya di Republik ini.
Amin YRA.
@jokowi Program yg kotradiktif, saat presiden menghimbau untuk menanm pohon, Kejahatan Lingkungan Terus berlangsung dengan Program Pemerintah, IKN, Food estate. Pembukaan lahan sawit, achhh sudalah.
@Miduk17 Emangnya KPAI punya Kredibilitas dalam persoalan Pemilu, KPAI bukan lembaga yang menilai soal itu bung,... makin berdarah2 aja dlm menjelaskan.😀😀😀