Cobalah terlihat biasa-biasa saja, versi sederhana lebih menguntungkan untuk jangka panjang. Makan apa adanya, kalau mau makan di luar, cukup di warung-warung kampung, yang harganya tidak jauh-jauh dari angka 10 ribu per porsinya.
Kalo sampai akhir bulan Desember kasus ijazah Jokowi belum selesai dan bukti ijazah asli belum juga dibawa sebagai alat bukti. Maka fiks, keluarga Jokowi adalah master di bidang penipuan.
Pokok masih ada istilah "gali lobang tutup lobang" artinya masih aman-aman saja. Bro, pasti masih bisa mengatasi. Justru, yang bahaya kalo istilahnya sudah berganti "gali lobang tutup jurang", alamat Bro pasti perlahan sekarat.
Kalau ada yang tanya, apa agamaku? Aku jawab: "Agama Santai!". Percuma juga toh, kalau bilang agama ini, agama itu, kalau kelakuanku setiap harinya tidak bisa mencerminkan sebagai bagian agama ini dan itu.
Pasti bertolak belakang. Kek si ono, noh, bilang babi haram, anjing haram, tapi cek in mulu, minum miras, narkoba, mencuri seolah dihalalkan, dll. Tapi kalo di Agama Santai, semua disantaikan, pokok tidak merugikan dan merebut hak-hak orang lain.
Feodalisme hanya akan beregenerasi, melahirkan feodal-feodal baru. Istilah zaman dulu ada istilah priyai, keturunan priyai, dll. Kaum bangsawan!! Darah biru!!
Dari Timothy Anugrah, mahasiswa Unud yang bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 2, menjelaskan bahwa dunia adalah bergantung gelombang alam pikir masing-masing. Tindakan Timothy tidaklah salah, sebab puncak dari segala kesedihan dan penderitaan adalah mengakhiri.
Mereka yang saat ini masih dihormati orang-orang dan masih ditokohkan, bisa jadi memang orang baik, bisa jadi binatang yang aibnya belum dibuka oleh alam. Intinya, urusan batiniah adalah persoalan pribadi dengan Tuhan, jangan memperbudak diri kepada sesama manusia.
Dari kasus-kasus yang terus menyeret tokoh-tokoh agama, kyai, oknum pondok pesantren, oknum toer Mekah, Cicit Cucu Habaib, dll, menambah keyakinan aku, bahwa aku tidak mempercayai siapa pun yang berkedok spiritual.
Sebab ini aku membenci diam, dunia terlalu kejam untuk lelaki miskin. Kadang ada wanita yang menerima apa adanya, tapi malah orangtuanya yang matre, pingin yang bergelimang harta.
Intinya begini, kita satu tanah air, demo hari ini tujuan juga untuk kemakmuran rakyat Indonesia. Jadi, siapa pun, boleh turun ke jalan, boleh juga tidak turun ke jalan. Itu hak masing-masing.
Tapi, meski tidak mau turun ke jalan, tolong jangan pernah mengkritik pendemo dengan dalil apa pun. Mereka sudah berkorban semuanya; tenaga, waktu, pekerjaan, dll. Semoga semua dilindungi Tuhan Yang Maha Esa.