Guys, ada obrolan yang menurut gue perlu lo dengar bukan karena semuanya benar, tapi karena beberapa pointnya sangat relevan dengan apa yang sedang kita rasakan sekarang.
Gema Goeyardi pengusaha dan analis yang tinggal 10 tahun di Amerika menyebut Indonesia sedang menghadapi enam dimensi kematian ekonomi secara bersamaan.
Gue akan breakdown satu per satu.
Dan gue akan kasih tahu mana yang menurut gue solid secara data dan mana yang perlu lo ambil dengan kritis.
Dimensi Pertama:
Minyak dan ini yang paling konkret:
Harga minyak dunia saat ini sudah di sekitar 97 dolar per barel.
Sementara APBN Indonesia masih menghitung dengan asumsi harga minyak di kisaran 70 dolar.
Artinya sudah ada gap yang sangat signifikan antara asumsi APBN dan realita pasar.
Dan pemerintah sudah menjamin tidak ada kenaikan harga Pertamax atau Pertalite sampai akhir tahun.
Konsekuensinya jelas:
subsidi BBM membengkak.
Dan uang yang dipakai untuk menutup subsidi itu diambil dari APBN yang artinya ada pos lain yang harus dikurangi.
Entah itu infrastruktur, kesehatan, pendidikan, atau program sosial.
Turunan dari harga minyak naik juga sudah terasa: avtur naik 72% sehingga tiket pesawat makin mahal, frekuensi penerbangan berkurang, kargo udara lebih mahal, nelayan yang pakai solar subsidi terdampak. Rantai dampaknya panjang dan menyentuh hampir setiap sektor.
Dimensi Kedua:
Inflasi tanpa kenaikan gaji:
Kalau minyak naik dalam 1 sampai 2 bulan hampir semua harga barang ikut naik. Itu hukum ekonomi yang tidak bisa dihindari karena biaya logistik dan produksi semuanya terhubung ke energi.
Yang membuat ini berbahaya untuk Indonesia adalah satu fakta sederhana: inflasi naik tapi gaji tidak bisa ikut naik.
Gema menggambarkannya dengan sangat tepat: perusahaan yang sudah susah tidak akan bisa menaikkan gaji karyawan. Karyawan yang gajinya tidak naik sementara harga semua kebutuhan naik — daya belinya turun.
Daya beli turun UMKM yang jualan ke konsumen langsung kena dampak langsung. UMKM yang kena dampak karyawannya kena PHK. Dan ini adalah spiral yang sangat sulit dihentikan begitu sudah mulai berputar.
Indonesia dengan 60% kontribusi UMKM terhadap GDP sangat rentan terhadap spiral ini.
Dimensi Ketiga:
Rupiah yang melemah:
Rupiah sekarang sudah di atas Rp17.000 per dolar. Untuk konteks historis: ringgit Malaysia 34 tahun lalu hanya setara Rp1.300 sekarang sudah Rp4.500. Singapura sudah di Rp13.500.
Indonesia adalah negara yang sangat bergantung pada impor untuk kebutuhan dasarnya. Gandum 100% impor. Kedelai 90% impor. Bawang putih 99% impor.
Ketika rupiah melemah harga perolehan semua komoditas impor ini naik dalam rupiah. Dan itu langsung menyentuh harga pangan yang dirasakan rakyat setiap hari.
Dimensi Keempat:
Perlambatan ekonomi global:
Tarif perang antara Amerika dan China belum selesai. Perang di Timur Tengah belum selesai. Selat Hormuz masih dalam ketidakpastian.
Ketika permintaan global melambat negara-negara seperti Amerika mulai menunda pembelian dari eksportir Asia termasuk Indonesia. Ekspor kita terhambat. Devisa berkurang. Tekanan terhadap rupiah makin besar.
Ini mirip dengan yang terjadi di 2013-2015 ketika China mengumumkan perlambatan ekonominya dan dampaknya langsung dirasakan Indonesia.
Dimensi Kelima:
Financial market yang tertekan:
Semua faktor di atas minyak naik, inflasi naik, rupiah melemah, ekonomi global melambat semua bermuara ke tekanan di pasar saham dan obligasi Indonesia.
IHSG sudah terkoreksi signifikan. Investor asing keluar. Dan ini membuat likuiditas di pasar keuangan domestik semakin ketat.
Dimensi Keenam:
Rapuhnya fondasi dari dalam:
Gema menyoroti bahwa di tengah semua tekanan eksternal ini Indonesia punya kerentanan internal yang tidak bisa diabaikan:
utang negara yang terus bertambah, APBN yang sudah tertekan bahkan sebelum krisis global ini datang, dan sistem yang menurut Gema masih penuh kebocoran di berbagai level.
Yang perlu dikritisi dari seluruh obrolan ini supaya lo tidak asal percaya:
Gema juga bicara soal teori-teori tentang perang yang by design, tentang pion dan pemain di atas presiden, tentang Amerika yang mungkin sengaja membangkrutkan dirinya sendiri.
Gue perlu jujur: bagian-bagian ini adalah interpretasi yang sangat spekulatif dan tidak bisa diverifikasi. Ada nilai analitisnya dalam mempertanyakan motivasi di balik kebijakan global tapi ketika seseorang bilang "ada yang bisik-bisikin gua" sebagai sumber informasi soal rencana rahasia elit global itu bukan argumen yang bisa dijadikan pegangan.
Pisahkan dua hal ini: analisa dampak ekonominya solid dan bisa diverifikasi data minyak, rupiah, inflasi, impor komoditas, semua itu nyata.
Tapi teori tentang siapa yang mendesain semuanya itu wilayah spekulasi yang perlu lo filter sendiri.
Yang paling penting untuk lo lakukan sekarang saran praktis:
Pertama — kurangi aset yang tidak liquid. Properti dan aktiva tetap yang sulit dijual cepat adalah risiko besar di kondisi seperti ini. Kalau tiba-tiba butuh cash dan satu-satunya aset lo adalah tanah atau ruko — lo terjebak.
Kedua — jaga cash lebih banyak dari biasanya. Di kondisi ketidakpastian ekonomi yang tinggi likuiditas adalah raja. Cash yang lo pegang hari ini mungkin terlihat tidak produktif, tapi di kondisi krisis cash adalah yang paling fleksibel.
Ketiga — diversifikasi dari rupiah. Sebagian tabungan dalam bentuk dolar, emas, atau instrumen yang tidak terlalu bergantung pada kekuatan rupiah bisa menjadi buffer yang sangat berguna.
Keempat — evaluasi income stream lo. Kalau lo bergantung pada satu sumber penghasilan yang sensitif terhadap daya beli masyaraka UMKM, bisnis retail, jasa yang bisa ditunda ini saat yang tepat untuk mulai memikirkan diversifikasi.
Kelima — untuk investor saham, Gema menyarankan dan ini senada dengan apa yang kita bahas dari Michael Yeoh sebelumnya: baca makro dulu sebelum pilih saham. Kondisi makro yang tidak kondusif akan menekan hampir semua sektor tapi ada sektor yang lebih defensif dari yang lain.
Indonesia tidak dalam kondisi baik-baik saja. Itu bukan pesimisme itu adalah pembacaan data yang jujur. Minyak sudah di atas asumsi APBN. Rupiah melemah terhadap hampir semua mata uang signifikan.
Inflasi menekan daya beli. Dan semua itu terjadi bersamaan di tengah ketidakpastian global yang belum ada tanda-tanda mereda.
Tapi dan ini yang penting Indonesia juga bukan negara yang tidak punya kekuatan sama sekali. Cadangan beras mencapai 5 juta ton tertinggi dalam sejarah.
Neraca perdagangan masih surplus meski tertekan. Dan ada sektor-sektor yang masih punya fundamental kuat di tengah tekanan ini.
Yang perlu dihindari adalah dua ekstrem: terlalu optimis sampai tidak melihat risiko yang nyata, atau terlalu panik sampai membuat keputusan finansial yang buruk karena ketakutan.
Baca datanya. Pahami risikonya. Kelola posisi lo dengan kepala dingin.
Indonesian rupiah weakness is getting embarrassing. Also weakened against Zimbabwe Gold, Yemeni Rial and Nigerian Naira.
When a currency underperforms this broadly, it reflects a loss of relative confidence. Investors are looking at the full macro mix and finding it less attractive.
Let me explain my $40k +/-5k #BTC Bear Market Bottom Target
One of the Key indicators that I pay attention to during bear markets is $BTC Realized Price
[ Realized Price is value of all coins in circulation at the price they last moved, in other words an approximation of what the entire market paid for their coins ]
Every Bear Market #Bitcoin tests the Realized Price level and breaks below it 📉
In 2011 $BTC went -66% below the Realized Price
In 2015 $BTC went -48% below the Realized Price
In 2018 $BTC went -35% below the Realized Price
In 2022 $BTC went -33% below the Realized Price
And in 2026 we’ll also see $BTC going below the Realized Price (currently sitting at $56k)
Keep in mind that in Bear Markets the Realized Price usually slowly declines, so the levels might slightly change.
If we’re gonna repeat the 2022 Bear Market, -33% below the Realized Price would be $37.4k. As I mentioned, the Realized Price will likely decline this year, so by Q3-Q4 in can be at $53-54k and -33% would be around $35k. That’s the lowest I could see $BTC go this year.
As we can see, over the years BTC Volatility has decreased and the distance between the market Price and Realized Price has narrowed: from -66% in 2011 to -33% in 2022
So I believe in 2026 we will have something between -24% & -31% below the Realized Price which means $40-43k
That’s basically how I came up with my $35-45k Bear Market Bottom Target using this on-chain indicator
My current view on $BTC :
BTC drop dibawah EMA 55 Weekly yang seringkali jadi signal Bear Market dimulai.
Weekly MACD & RSI - Bearish Divergence
4 Yr Cycle masih jadi perdebatan antara sama atau berbeda [ Khusus yang ini menurut saya special case ]
Based on yang sudah2, ada indikasi dari fundamental atau Makro yang menandakan Bear Market dimulai, contohnya :
2018 - Tariff Trump ke Solar Panel dan Wash Machines [ 23 Januari 2018 ], ga lama market crash hard due to uncertainty dan tambahan tariff ke stell dan aluminum di Maret 2018
Plus!! The Fed rate hike di sepanjang tahun 2018, dimulai pada Maret 2018
2022 - The Fed mengumumkan akan melakukan tapering atas Bond yang mereka beli di sepanjang QE saat pandemi pada November 2021, dan karena kondisi inflasi tertinggi 40 tahun terakhir di angka 9.1% membuat The Fed merasa memiliki urgency untuk meningkatkan suku bunga guna mengatur inflasi kembali, Fed rate Hike lagi dan masuk Bear Market
2025-2026 - So far semuanya masih rumor, tapi indikasi nya mengarah ke situasi berikut :
- AI Bubble
- Meledaknya tingkat pengangguran [ Terjadi lay-off besar2an di US dari big companies ]
Kalau iya demikian, 2026 Resesi karena The Fed salah timing dalam rate cut.
Pengangguran meledak duluan tanpa ada pertumbuhan business yang mantap [ Ditandai dari ISM Indeks yang terus terkontraksi dibawah 50 secara konsisten ]
Stock market crash dan crypto bear market di sepanjang 2026.
Maka Q4 2025 adalah the only hope buat cari exit plan yang proper.
Untuk BTC :
- Daily MACD sudah di level -2.500 [ Terendah sejak Maret 2025 ( Post Tariff Trump ) ]
- Death Cross SMA 50 & 200 yang biasanya nandain potensi bottom di BTC setelah tekanan jual selama 3 - 4 bulan terakhir
- Naik sebatas cari Lower High, possibly di range $100.000 - $116.000 before drop kembali
Overall, tidak ada kepastian 100% atas apa yang akan terjadi, saya tidak punya crystal ball dan ga bisa ramal masa depan.
Saya hanya act based on data dan fundamental.
Fed tidak sedang dalam mode rate hike, tapi keterlambatan rate cut bisa jadi resiko resesi yang ditandai dengan lonjakan pengangguran serta action investor di market yang lebih memilih pegang US Bond atau USD ketimbang risk-on asset.
Jadi, saya sendiri mau tau data pengangguran US gimana, dan kita baru tau datanya nanti di awal Desember dekat dengan FOMC berikutnya.
Saya cuma siapin exit plan, bukan Buy buat expect to the moon.
🫶
Peristiwa yang terjadi saat ini sudah diingatkan oleh Romo Frans Magnis Suseno, tapi saat itu Beliau dicaci maki oleh pendukung nir etik. Belum terlambat untuk merenungi diri dan berbenah.
Mari tegakan keadilan dan kemakmuran bersama.
Jangan mau diajak demo di rumah sakit bandara dan obyek vital lainnya
Karena obvit apalagi obvitnas yang jaga tentara, halal nembak tajam mereka dan gak salah secara aturan
TEMBAKAN LANGSUNG KE KEPALA, ini sepertinya peluru karet atau jenis lain yang bersifat less-lethal, bukan NON-LETHAL, jadi tetap bisa membunuh dan jelas bahaya. Penggunaan yang tepat, peluru dipantulkan dulu ke jalan, bukan ditembakkan langsung ke kepala seperti ingin membunuh!
Ringkasan Pernyataan Presiden:
1. Menuduh demonstrasi kemarin mengarah ke arah tindakan anarkis.
Siapa yang melakukan kekerasan dan pembunuhan? Demonstran lagi mundur ditabrak dan dilindas, 600 ditangkap!
2. Presiden tidak mengucapkan maaf dan bertanggungjawab atas pembunuhan semalam.
Pokoknya bukan salah dia. Salah oknum. Ini tuh elu skill isu Wok! Salah anak buahlu ya elu wok! Presiden goblok!
3. Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarga almarhum.
Kalau pemerintah beneran menjamin kehidupan warga, nggak akan warga marah. Too little too late.
4. Presiden terkejut dan kecewa.
Halah mbelgedhes. Bukti Polisi itu membunuh udah banyak. Intelijen segitu gede anggarannya buat apa? Menteri sebanyak itu nggak ada yang bisa bantu elu verifikasi?
5. Petugas yang terlibat harus bertanggungjawab. Akan menindak sekeras-kerasnya JIKA dianggap terjadi pelanggaran.
Woy prajurit TNI dan Bhayangkara, liat, lu semua jadi sekrup dan bemper. Elu dibenturin sama warga, kalo elu melakukan kesalahan, elu yang kena. Jenderal-jenderal dan presidenlu tinggal salahin elu aja.
6. Meminta masyarakat percaya pada pemerintah, akan mencatat keluhan. Nggak. Nggak ada lagi sisa percaya untuk pendusta kayak elu!
7. Menuduh ada unsur-unsur yang selalu ingin huru-hara dan chaos. Sebut siapa orangnya! Skill issue, dikit-dikit nuduh pihak luar dan pihak tidak dikenal.
8. Bangsa kita sedang mengumpulkan tenaga untuk bangkit jadi negara yang kuat dan sejahtera. Kita akan jadi bangsa yang maju. Mbelgedhes! 🤮🤮 Mengumpulkan uang untuk memperkaya diri iya kali?!
9. Kita tidak boleh mengizinkan kelompok yang ingin membuat huru-hara. Siapa yang mengizinkan? Siapa yang mau buat huru-hara, omong kosong lu!
10. Aspirasi ada yang sah silahkan sampaikan (berarti ada yang tidak sah???).
Aspirasi sah itu gimana? Yang ikut kemauan ente aje? Aspirasi warga itu semuanya berhak disampaikan ya.
KELOLA NEGARA YANG BENER! KALO ENGGAK, MUNDUR AJA! #RESETINDONESIA