@dacxef (cont.)
Though, he always came and went, never truly stayed. He visited because this person, the one having a crease over his brown was his only brother.
@dacxef (cont.)
"You make it sound like you're about to house a parasite," He remarked lightly, there was no apology in his tone whatsoever. If anything, he sounded entertained by the idea.
Jake (thought, at least) was not a difficult sibling to deal with.
(cont.)
ㅤ
Tanpa menyantumkan nama dan wajah, ingin menulis bersama? Tinggalkan kata kunci dan kedekatan atau lemparkan saja ic biar di balas, klo ga sempat bisa retweet untuk menjadi teman 2DAU! dari seorang gadis 17 tahun yang gagal masak terus. J-OC.
ㅤ
!2DFess Selamat sore, aku datang bermaksud untuk mencari teman berbincang dan jua relasi! Sila tekan retweet apabila tertarik menjadi temanku. Boleh tinggalkan ic/kata kunci untuk berinterkasi ringan. Jika ingin membuat kontrak denganku juga boleh!
W-OC, seorang iblis
The man didn't waste another second on the message— his focus narrowed to one goal: getting back as fast as possible. The traffic was hell, testing his patience, but he cut through it with sharp precision after exactly 30 minutes.
(cont.)
@ecrudoll (cont.)
"Tapi malaikat kecilku ini bahkan sudah takut setengah mati begini— aku tidak sampai hati."
Ia berdecak prihatin, pandangannya melunak. "Come here."
Tanpa menunggu banyak protes, pria itu menarik Jensen perlahan ke dirinya.
(cont.)
@ecrudoll (cont.)
Ada nada tajam yang sengaja dipertahankan di sana, seakan ia masih kesal. Padahal sorot matanya tidak benar-benar menunjukkan amarah. Oh Jake menikmati bermain dengan sikap tarik ulur ini.
"Kalau aku benar marah, tidak mungkin aku masih datang kemari untukmu, sweetie."
@ecrudoll "Lihat padaku, Jensen."
Suara pria itu rendah, berat, nyaris dingin—namun jemarinya yang menjawil dagu Jensen justru tidak kasar. Hanya memaksa si pemuda menatap lurus ke matanya.
"Gemeteran begini cuma karena aku sedikit meninggikan suara?"
(cont.)
!2DFess / Salam, semoga tak masalah hadir sedikit larut malam. Tuan kami bermaksud memulai kisah baru, sila tinggalkan kata kunci/IC beserta skala kedekatan agar bisa dihampiri. Atau cukup cuit ulang agar diikuti. (W-OC, CEO merek Parfum)
@2DRP_AU "Easy," Sang pria membalas sekenannya, kali ini cukup berbaik hati dengan memberikan sebuah minuman kaleng. "Rebut kekasih baru mantanmu itu."
2DAU!ㅤ⺌ㅤGreetings,folks.I have woken up from my deep slumber,now wishing to find some new,fresh faces to mingle with ﹙I am a good fella despite the picture﹚.You may reply to this prompt below,or you could leave a repost for the future interaction.Much thanks.
@ecrudoll (cont.)
Jake membungkuk sedikit, cukup rendah hingga bisa menangkap jelas mata yang bergetar dan wajah yang menegang di hadapannya. Sudut bibirnya nyaris bergerak sebelum ia bertanya pelan, "Tidak ada yang ingin kau katakan, hm?"
@ecrudoll (cont.)
Namun hari ini, untuk sekali lagi, ia memilih berpura-pura jinak. Langkahnya melambat sebelum akhirnya berhenti tepat di depan si lebih muda. Tidak berlebihan, tidak dibuat-buat— hanya tenang, presisi, dan penuh otoritas alami.
(cont.)
@ecrudoll (cont.)
Sang pirang mengembuskan napas panjang— ia berakting tanpa kesulitan, mulus dan natural, sambil melepaskan jasnya asal ke sofa samping. "Kau tahu bukan kesalahanmu?" Tanyanya, sepasang manik biru tertuju sepenuhnya pada yang lebih muda.
@ecrudoll Suara pintu apartemen terbuka, beberapa detik kemudian terdengar bunyi pintu ditutup pelan, disusul langkah kaki berat yang berjalan melewati foyer. "Jensen," Suara Jake memanggil rendah dan tenang— tidak keras, tidak membentak.
(cont.)
@dacxef (cont.)
of me visiting,"
"Or every spare room has mysteriously been taken over by stray children overnight."
"And please, let's not pretend hosting someone for an evening requires the level of preparation reserved for a state ceremony."
@dacxef "Don't be ridiculous. You have more than enough rooms. Unless,—" Even at the present of the older, Jake was such a pain in the ass. He smiled, implisitly implying; slow and calm in his demanor yet judging. "—of course, the real issue is that you dislike the idea
(cont.)