Halo teman-teman semua! Ayo kita bertemu dan berdiskusi bareng di acara Ask Ahok Anything Offline. Di acara ini kalian bisa bertanya langsung ke saya tentang kebijakan publik yang menarik perhatian kalian. Untuk keterangan lebih lanjut dan juga pembelian tiket, kalian bisa mengakses ke laman berikut: https://t.co/5C8yrf0gCK
Sampai bertemu!
Setelah dilantik presiden 17 Juli 2023 Budi Arie mengungkapkan Jokowi memberinya 4 fokus kerja .
Salah satunya platform platform pengendalian judi online.
Selamat pak @jokowi .
Anda berhasil.
Tak diragukan lagi.
Jika benar statement pakar IT ini, bahwa sesungguhnya pemilih pada Pemilu hanya 124 juta berdasarkan Jason -- percakapan server dengan Web @KPU_ID,-- maka Para komisioner KPU dalam masalah besar. Menurut pakar IT ini ada selisih kurang lebih 50 jt yang hanya memilih Presiden.
Artinya patut diduga suara Pilpres sudah diotak atik. Hasil Pemilu adalah
bohong. Ini sudah masuk tanah kejahatan Pemilu. Memberikan keterangan palsu merupakan tindak pidana yang bisa dijerat hukum dengan ancaman 7 tahun penjara.
Karena itu @KPU_ID@bawaslu_RI peserta Pilpres @ganjarpranowo@mohmahfudmd@aniesbaswedan@cakimiNOW@prabowo dan @ListyoSigitP
harus mengusut dugaan tindak pidana ini. @KataBewe@tomlembong
Lihat video Sidi champlads! #TikTok https://t.co/5xYgF0wLXU
Beginilah Tukang Cebok 'Nyebokin' Tuannya..
Udah Jelas Ditunjukin Data Valid, Eh Malah Bilang Fitnah..
Begitu Ditantangin Ngomong Langsung Malah Nuduh TV melakukan framing๐๐คฃ
@gilang_ahm31272@Aan__CoverBOYkw@jokowi Gunakan Anggaran Bansos Gila gilaan untuk menangkan anaknya jadi cawapres yang cacat etika.
Sementara dia tak pernah peduli
Sembilan tahun memimpin banyak KPM Bansos tak tepat sasaran.
Jokowi gagal menjalankan sila ke 5 Pancasila.
Ketika Pak Lurah Marah dan Makin Sembrono
Ketika Jokowi mengomentari kondisi jalan rusak di Jateng, sesungguhnya hati kecilku tersenyum: sepertinya dia bukan lagi timses, namun sudah menjadi sekelas buzzer. Betapa tidak, sengaja menggiring opini dengan menyembunyikan data dan fakta memang pekerjaan utama buzzer Prabowo-Gibran.
Kenyataannya jika kita mau sedikit membuka data, kondisi kemantapan jalan di Jateng justru paling baik jika dibanding Jatim dan Jabar. Kemantapan kondisi jalan di Jateng tercatat 92,49 persen dengan total panjang jalan provinsi 2.404 km. Sedangkan Jatim kondisinya 89,1 persen dan Jabar lebih rendah lagi 82,79 persen. Jokowi tentu tahu fakta itu, namun dia sengaja menutupi karena kebutuhannya cuma untuk menjatuhkan Ganjar Pranowo.
Sering aku berpikir, barangkali penguasa memang tidak benar-benar ingin membuat rakyatnya menjadi pintar, karena di musim pemilu seperti ini orang bodoh rupanya sangat dibutuhkan. Mereka lah yang paling gampang dicekoki narasi pembodohan dan fitnah semacam itu. Aku yakin, anda sekalian bukan termasuk golongan itu.
Lebih mengejutkan lagi adalah ketika hari ini aku membaca berita Jokowi melontoarkan pernyataan, bahwa presiden boleh memihak dan berkampanye. Tentu saja mudah kita duga maksud Jokowi mengatakan itu tak lain untuk membenarkan aktivitasnya berkampanye sambil menebar bansos yang sudah terlanjur diketahui publik. Secara pribadi, Jokowi memang punya hak berpolitik, namun menggunakan infrastruktur kekuasaan, menggunakan bansos yang merupakan duit rakyat untuk membantu memenangkan anaknya, bukan hanya dilarang undang-undang, namun juga tindakan yang sangat keji dan tak manusiawi.
Melihat fenomena itu, aku sederhana saja memandangnya: dia memang betul-betul sudah sangat marah. Bayangkan saja, semua infrastruktur kekuasaan sudah dimanfaatkan, hukum sudah dijadikan alat untuk menyandera, namun penolakan masyarakat terhadap Prabowo- Gibran masih luar biasa besarnya.
Diakui atau tidak, Jokowi memang sangat kerepotan menggerus suara di Jateng yang merupakan basis Ganjar Pranowo. Bayangkan, dalam sebulan, dia sampai dua kali ke Jateng lho, dan berkeliling ke banyak daerah sambil menebar bansos. Semua camat bahkan diperintah untuk mengerahkan warganya menyambut rombongan Jokowi. Namun yang terjadi justru komedi: warga yang berdiri di tepi jalan beramai-ramai menyambut Jokowi dengan teriakan "Ganjar..." berkali-kali.
Jadi wajar dong kalau Jokowi makin marah dan kian sembrono. Namanya juga manusia. Segala cara sudah dilakukan, namun pendukung Ganjar kok justru makin solid dan bertambah banyak? Bukan cuma itu, tokoh-tokoh besar yang dulu pendukung Jokowi mulai tak tahan melihat tingkah serakahnya, dan lalu mendukung Ganjar. Slank adalah salah satunya.
Politik pembodohan dan fitnah yang terus digaungkan kubu 02 memang sangat memeras emosi, dan hanya melahirkan pertikaian saja. Namun tak mungkin kita terhasut. Sebab kita percaya satu hal, bahwa kepemimpinan adalah kerja-kerja pengabdian untuk kebaikan rakyat, bukan lahan kekuasaan yang perlu diwariskan ke anak cucu dengan menghalalkan segala untuk menuntaskan dahaga segelintir orang.