@txtdrimedia Jadi memperjelas bahwa ini bukan untuk tujuan gizi anak bangsa, melainkan Gizi kantong pengusaha, sudah jelas di depan mata itu proyek banyak korupsinya dan sudah terbukti masih aja kekeh minta di lanjutin 😌
TNI-AU LANUD MULJONO KEMBALI INTIMIDASI WARGA!
Pada sekira pukul 21.00 WIB, sekelompok Anggota TNI-AU Lanud Muljono menyerbu rumah-rumah kami secara berombongan di tengah waktu istirahat. Tindakan yang jelas-jelas intimidatif dan melanggar ketentraman dan kenyamanan warga!
Mereka datang tanpa adanya koordinasi dengan RT setempat, dan menerobos masuk ke lingkungan kami, dengan alasan untuk menyebarkan undangan yang tidak jelas maksudnya. Anak-anak kecil terbangun dan ketakutan. Rasa aman yang seharusnya menjadi hak dasar kami sebagai warga sipil kembali dirampas!
Ketika warga mempertanyakan maksud kedatangan mereka di jam semalam ini, mereka justru merekam dan memotret kami, sebuah teror psikologis yang sengaja mereka ciptakan untuk mengintimidasi kami.
*Keterangan warga setempat
APBN DIDUGA UNTUK KEPENTINGAN HASHIM
TVRI bayar Rp1,3 triliun dari APBN untuk hak siar Piala Dunia 2026, tapi masyarakat yang mau streaming lancar justru disuruh bayar lagi lewat paket BOLA GEMBIRA di Maxstream dan Folaplay. Ironis sekali wak.
Streaming sering error, putus-putus, buffering parah kali wak, bahkan login aja kadang susah tapi tidak ada kompensasi yang jelas bagi pelanggan yang sudah bayar. Siaran gratis di TVRI memang ada wak, tapi kualitas dan akses digitalnya jauh dari harapan wak, kadang lagi di jalan,atau dikantor mau nonton pun susah.
Yang Lebih parahnya lagi wak, penunjukan mitra OTT ini dilakukan tanpa tender terbuka, langsung ditunjuk sebagai MITRA STRATEGIS, mitra strategis kepala hashim iya, bayangkan wak Transparansi kontrak juga minim kali wak,ntah berapa sebenarnya nilai sublisensi yang dibayarkan Maxstream dan Folaplay ke TVRI? Jangan² hanya Rp1 miliar atau malah jauh di bawah itu wak? Kita sebagai rakyay tidak pernah diberi angka pasti, kan bangek. Uang pajak kita gak jelas dibuatnya.
Bayangkan wak TVRI bukan hanya menyiarkan, tapi juga aktif mempromosikan Folaplay yang kemudian bundling dengan IRA proyek yang berada di ekosistem Hashim. Uang negara dipakai untuk hak siar, lalu digunakan untk promosi folaplay dan keuntungannya mengalir ke platform swasta yang terkait kelompok tertentu itu wak.
Kalau ini dilakukan SCTV atau stasiun swasta lain, tidak masalah awak, sebagai pecinta bola sudah biasa bayar untuk nonton. Tapi ini pakai uang APBN, uang rakyat. Ketika gagal tayang lancar, tidak ada pertanggungjawaban yang tegas, kompensasi pun tak de, kan bangke.
Ini bukan Bola Gembira wak. Ini lebih cocok seperti Bola KKN, Kolusi, Korupsi, Nepotisme yang baunya sangat kuat kali akh, Tapi tak ada yang berani menyentuh karna terkait dengan PM.
Andai Uang Rp1,3 triliun itu, kalau digunakan untuk membangun jembatan, jalan, atau infrastruktur dasar di daerah, dampaknya jauh lebih nyata dan bermanfaat bagi rakyat. Bukan sekadar hiburan yang teknologinya saja masih error dan bobrok.
Ingat wak tvri itu milik negara Folaplay dan iran punya swasta, jangan sampai uang negara di pakai untuk memperkaya segelintir orang, jika kita diam wak, maka pola² yang sama akan terus di lakukan oleh penguasa serakah ini.
SEKARANG SAATNYA TVRI MEMBUKA SEMUA DATA MEREKA.JIKA TIDAK BERANI BERARTI BENAR TVRI TELAH ALAT UNTUK MEMPERKAYA HASHIM.
Jujur aja, mahasiswa yang lu bawa ga ada tampang-tampang aktivisnya wokwkwkw. Lu kira kalo kita hujat kebijakan wowok, lu bakal aman?
KAGAAKK KHUONTHUOLLLLL... SAMPE MATI GABAKAL GUA LUPA LU ACAK-ACAK KONSTITUSI BIAR LU ELIGIBLE.... 🫵🫵🫵