🚨 STOP DELETING PHOTOS WHEN YOUR PHONE SAYS “STORAGE FULL.”
The real junk is hiding somewhere else entirely.
I freed up 22GB in 15 minutes without deleting a single memory.
Here’s exactly where to look 👇
Seorang koruptor ngomongin moral seorang aktivis dalam berkata-kata. “Mau jadi apa bangsa ini…” katanya menanggapi cara bertutur Tyo.
Kelucuan yang tragis to the max…
Seorang Tyo Ardianto, mantan BEM UGM bisa bikin gerah jubir Presiden, para menteri, mantan jaksa bahkan seorang Waketum parpol..
Idrus Marham ini bicara tentang moral, nilai dan budaya bangsa bahkan sopan santun dan ketidak patutan kepemimpinan seolah² dia seorang negarawan, padahal dia KORUPTOR..
Bliyow ini yakin bicara tentang moral ato sekedar menjilat Prabowo?
Saudara kandung gw seorang psikolog yg sehari-hari kerjaannya dengerin dan beresin isi kepala orang lain yg berantakan. Pas kita lg kumpul kemarin, dia buka obrolan.
Dia bilang, "lo tau nggak paradoks paling lucu dari profesi gw?"
Dia cerita, pernah nanganin pasien yg semuanya punya pola masalah yang sama. Mereka gak ada yang bener2 sakit secara fisik, tapi badannya rontok karena pikirannya selalu merantau ke masa lalu atau masa depan.
Siksaan batin yg dijelasin saudara gw ini namanya Mental Time Travel.
Kondisi dimana otak kita terlalu canggih sampe bisa loncat ke masa lalu buat nyeselin hal yg udah lewat, atau loncat ke masa depan buat nyemasin hal yg belum tentu terjadi.
Efeknya? Lo kehilangan masa kini. Lo lagi makan makanan enak tapi nggak ngerasain rasanya, lo lagi jalan sama anak-istri tapi pikiran lo lagi sibuk mikirin cicilan 5 taun ke depan, atau sibuk nyeselin blunder kerjaan minggu lalu.
Dia cerita, banyak pasiennya yg kalau malem sebelum tidur, otaknya kayak muter kaset rusak. Mereka selalu terjebak di zona "Regret & What if"
"Kenapa ya dulu gw gak ambil kesempatan itu?"
"Gimana kalau nanti umur 40 gw mendadak di PHK dan gak punya tabungan?"
Siksaan batinnya adalah masa lalu udah jadi abu, masa depan masih jadi kabut, tapi lo ngorbanin satu2nya hal nyata yg lo punya sekarang, yaitu detik ini. Lo dapet capeknya, tapi gk dapet solusinya.
Gw tanya ke dia, "Kenapa otak kita secara psikologis bisa se terjebak itu?"
Dia jelasin kalau secara evolusi, otak manusia itu emg didesain buat bertahan hidup dg cara mengantisipasi bahaya (masa depan) dan belajar dari kesalahan (masa lalu).
Tapi di jaman sekarang, insting itu malah jadi bumerang. Tiap hari kita liat pencapaian orang lain di medsos yg bikin kita cemas ama masa depan kita sendiri.
Kita dipaksa buat selalu berlari ngejar target, sampe lupa caranya berhenti sebentar buat napas.
Ada satu istilah psikologi yg ngena banget buat kondisi ini:
"The Illusion of Control"
Kita mikir dg merenungkan masa lalu berulang kali, kita bisa mengubah rasa bersalah kita. Atau dengan mencemaskan masa depan, kita bisa mengendalikan hasil akhirnya.
Padahal itu semua cuma ilusi. Satu2nya momen dimana lo punya kekuatan penuh buat bertindak dan mengubah sesuatu itu cuma ada di masa kini.
Gimana cara kita buat lepas dari penjara waktu ini?
Saudara gw kasih terapi simpel yg biasa dia kasih ke pasiennya:
Grounding Technique (5-4-3-2-1)
Pas pikiran lo mulai melayang entah ke taun berapa, paksa mata dan tubuh lo buat fokus ama sekitar.
Sebutin 5 benda yg lo liat sekarang, 4 hal yg bisa lo sentuh, 3 suara yg lo denger, 2 bau yang lo cium, dan 1 rasa di lidah lo.
Cara ini bakal menyeret paksa kesadaran emosional lo kembali ke realita tempat lo berdiri.
Langkah kedua adalah bergaul sama kenyataan, bukan asumsi.
Kurangi bikin skenario terburuk didalam kepala. Kalau emg ada hal yg perlu disiapin buat masa depan, tulis di kertas jadi action plan yg nyata, after itu tutup bukunya.
Belajarlah buat menikmati hal-hal kecil yang gratis.
Dinginnya air pas lo wudhu atau cuci muka, angetnya obrolan ama pasangan sebelum tidur, atau rasa pahit manisnya kopi yg lagi lo seruput.
Pesan dari saudara gw ini:
Masa lalu itu udh selesai tugasnya, dan masa depan itu bukan urusan lo sekarang.
Satu2nya tanggung jawab lo adalah menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Jgn biarin hidup lo lewat begitu aja cuma karena lo terlalu sibuk jadi penjelajah waktu di dalam kepala lo sendiri. Rebut kembali kendali pikiran lo mulai hari ini.
tulisan by ryn pedia
cc: istory selebriti (facebook)
5 KARAKTER ANAK YANG TERBENTUK DARI CARA ORANG TUANYA MENDIDIK INI SANGAT KRUSIAL
1. ANAK PEMBANGKANG
Bukan karena nakal tapi karena terbiasa diperintah tanpa pernah didengar alasannya. "Mandi sekarang!" tanpa mau tahu dia sedang apa, pelan-pelan mengajarkan anak untuk melawan.
2. ANAK PENAKUT
Terlalu sering ditakut-takuti sebelum sempat mencoba membuat anak tidak berani mengambil risiko sekecil apapun. "Jangan lari, nanti jatuh!" padahal jatuh adalah cara mereka belajar.
3. ANAK INTROVERT KARENA TRAUMA
Anak yang ceritanya lebih sering dihakimi daripada didengarkan akan berhenti bercerita. Nilai jelek dijawab "makanya rajin belajar" bukan didengar dulu, tapi langsung dihakimi.
4. ANAK MANJA
Bukan karena dimanjakan dengan materi tapi karena semua kesulitannya selalu diselesaikan orang tua sebelum dia sempat mencoba sendiri. Itu bukan sayang, itu menghalangi.
5. ANAK TIDAK PERCAYA DIRI
Sering dibandingkan dan jarang diapresiasi usahanya membuat anak merasa tidak pernah cukup. "Lihat anak tetangga lebih pintar" kalimat itu mungkin sepele, tapi bekasnya bisa seumur hidup.
Karakter Anak Bukan Terbentuk Sendiri, Ia Terbentuk Dari Setiap Kata Dan Sikap Yang Orang Tuanya Berikan Setiap Harinya.
6 Cara melihat sifat laki-laki
Jangan sampai salah pilih !!
1. Perhatikan sikapnya ke orang yang "Nggak menguntungkan". Cara dia memperlakukan pelayanan, saudara jauh, atau orang lemah.
2. Dengar cara dia bicara tentang perempuan lain. Dari situ kelihatan apakah dia menghargai atau merendahkan.
3. Lihat caranya mengelola emosi saat capek atau marah. Bukan pas semuanya bak-baik saja, tapi saat dia lelah dan kecewa, dia akan marah-marah atau tetap tenang.
4. Perhatikan caranya menyelesaikan konflik. Kabur, menyalahkan, atau mau bertanggung jawab.
5. Amati interaksinya dengan ibunya dan perempuan di keluarga nya. Cara dia bersikap pada mereka jadi gambaran bagaimana dia akan bersikap padamu kelak.
6. Perhatikan lingkaran pertemanan nya. Karena nilai hidup, cara bicara, dan kebiasaan seseorang sering dipengaruhi oleh orang-orang terdekat nya.
*HUBUNGAN HARUS TAU INI ADA CARA ADA PRINSIP*
cara pacaran terbaik:
1. bermain seperti anak kecil
2. bermanja seperti kakak adik
3. berdebat seperti suami istri
4. berbicara seperti sahabat
5. peduli seperti orang tua
6. melindungi seperti saudara kandung
prinsip:
7. kamu boleh salah asal bukan selingkuh.
8. kamu boleh bosen, asal jangan pergi.
9. kamu boleh marah, asal jangan kasar.
10. kamu boleh ngambek, asal jangan ngediemin.
11. kamu boleh sibuk, asal tetap berkabar.
12. Sesibuk apapun kamu kerja ultah tetap harus ke paris
An Airbus 380 is on its way across the Atlantic. It flies consistently at 800 km/h at 30,000 feet, when suddenly a Eurofighter with a Tempo Mach 2 appears.
The pilot of the fighter jet slows down, flies alongside the Airbus and greets the pilot of the passenger plane by radio: "Airbus, boring flight isn’t it? Now have a look here!"
He rolls his jet on its back, accelerates, breaks through the sound barrier, rises rapidly to a dizzying height, and then swoops down almost to sea level in a breathtaking dive. He loops back next to the Airbus and asks: "Well, how was that?"
The Airbus pilot answers: "Very impressive, but watch this!"
The jet pilot watches the Airbus, but nothing happens. It continues to fly straight, at the same speed. After 15 minutes, the Airbus pilot radios, "Well, how was that?
Confused, the jet pilot asks, "What did you do?"
The AirBus pilot laughs and says: "I got up, stretched my legs, walked to the back of the aircraft to use the washroom, then got a cup of coffee and a chocolate fudge pastry."
The moral of the story is: When you’re young, speed and adrenaline seems to be great. But as you get older and wiser, you learn that comfort and peace are more important.
This is called S.O.S.: Slower, Older and Smarter.
Dedicated to all my senior friends ~ it’s time to slow down and enjoy the rest of the trip.
Author Unknown
Japanese actor Hiroyuki Sanada spoke about the contradictions of human nature:
“Some people dream of having a swimming pool at home, while those who have one hardly ever use it. Those who have lost a loved one feel a profound sense of loss, while others often complain about their living relatives. Those without a partner long for one, while those who have one often don't appreciate it. The hungry would give anything for a meal, while the satiated complain about the taste of their food. Those without a car dream of owning one, while those who have a car are always looking for a better one.”
The key to happiness is gratitude: truly seeing and appreciating what we already have, and understanding that somewhere, someone would give anything for what we take for granted.
Trump said we had to attack Iran because we can‘t allow it “to have a nuclear weapon.” Really?
This is the same president who, in June, said: “Iran’s nuclear facilities have been obliterated.”
Vietnam. Iraq. Iran. Another lie. Another war.
Orang yang paling tenang dalam kesendirian adalah dia yang sudah terbiasa tidak diajak, tidak dipilih, tidak dipentingkan, bahkan dianggap tidak ada
Karena dari situ ia belajar;
Bahwa tidak semua tempat harus dimiliki, tidak semua suara harus didengar, dan tidak semua keberadaan harus diakui untuk tetap berarti
Dari luka ia belajar kuat
Dari sepi ia belajar utuh
Dan pada akhirnya, ia tidak lagi mencari tempat di hati siapapun
Karena ia sudah menemukan damai di dalam dirinya sendiri
Laki laki selalu mengasingkan diri setiap kali hidupnya mulai berantakan lagi, mereka cenderung menghilang dari kehidupan, tapi sejujurnya, itulah saat dimana dia paling ingin dirangkul dan diyakinkan bahwa semua akan baik baik saja