Kita bukan kalah, kita hanya diberi kesempatan untuk berefleksi lebih jauh bahwa kesempatan sipil tidak banyak. Sudahlah, kita tempatnya di jalanan, teriakan demokrasi, gemakan perlawanan.
Hidup Demokrasi, Lawan..Lawan…Lawan….! @EvaCaroline58, @wisdanyaMecer @Dennysiregar7
Tanggal 14 Februari 2024 SEPAKAT pilih 03..💥
Capres @ganjarpranowo
Energik, Athletis, Muda, Keren,
Mau pakai baju apa aja metching.
Mau pegang alat musik apa aja mantep deh.
Mau jadi Model jg oke..😎
Kita omong apa adanya sih..
Sebagai Anak Muda yg kita butuhkan cuma itu. 💥
Selamat ulang tahun Mas @ganjarpranowo semoga panjang umur, menjadi pemimpin yg berbudi pekerti dan bijaksana, berantas korupsi, tegakkan hukum dan keadilan.
Saya memilih @Jokowi karena diusung @PDI_Perjuangan walaupun bukan anggota/kadernya, karena saya percaya pada partai yang sudah teruji oleh waktu selama lebih dari 40 tahun.
Salah pilih...?
Tidak...!
Tapi manusia bisa berubah.
.
Sekarang saya pilih Ganjar-Mahfud
.
#KecewaJokowi
PRABOWO
Banyak yang mengarahkan sorotan pada Joko Widodo atas sejumlah peristiwa politik mutakhir, terutama soal keputusan Mahkamah Konstitusi yang mengubah persyaratan usia calon presiden dan wakil presiden yang memungkinkan putra sulungnya, Gibran, maju sebagai calon wakil presiden. Keputusan MK dianggap tidak independen atau parsial karena terkait dengan bisa tidaknya anak presiden maju dalam pemilihan.
Namun di luar itu semua, saya melihat satu figur yang membuat kisruh dan menjadikan politik Indonesia kurang berjalan sebagaimana seharusnya. Keputusan-keputusan politik elit terasa aneh, di luar kebiasaan. Sejumlah elit berperilaku abnormal.
Kader PDI Perjuangan, seperti Budiman Sudjatmiko, tiba-tiba melawan keputusan partai yang telah mengusung Ganjar sebagai calon presiden. Sebelum PDI Perjuangan menetapkan Ganjar, tak terdengar Budiman bicara tentang tokoh di luar partainya yang pantas didukung. Tidak ada usulan pada DPP PDI Perjuangan untuk mengusung Prabowo. Setelah partai menetapkan calon, kok tiba-tiba mendukung Prabowo yang merupakan orang lain?
Keanehan terbesar adalah ambivalensi Joko Widodo soal calon presiden. Partainya sudah jelas mendukung Ganjar, namun Joko Widodo terlihat tidak tegas menentukan dukungan. Hal itu membuka peluang tafsir bahwa Jokowi mendua soal calon presiden, bahkan banyak yang menduga dia condong ke Prabowo.
Wacana Gibran menjadi calon wakil presiden untuk Prabowo memunculkan isu hengkang dari PDI Perjuangan yang telah mendudukkannya sebagai walikota. Tidak hanya itu, Golkar yang sebelumnya memutuskan Airlangga sebagai Capres atau setidaknya Cawapres kini muncul dengan keputusan baru: Gibran Cawapres Prabowo. Keputusan ini potensial menimbulkan kekecewaan di tubuh beringin. Kenapa partai sebesar dan seberpengalaman Golkar bisa mengajukan posisi Cawapres kader partai lain? Ada apa dengan Golkar?
Saya melihat kisruh politik ini berpusat pada satu orang: Prabowo. Tokoh ini yang menjadi penyebab perilaku ganjil sejumlah elit politik. Tata krama politik telah dirusak. Penghianatan demi penghianatan di internal partai terjadi. Rasa hormat kader pada keputusan partai menghilang. Para elit bermain kasar. Jangankan tunduk pada atau mendengarkan aspirasi arus bawah, marwah partai disepelekan.
Setelah hari ini, politik Indonesia di tingkat elit mungkin akan semakin kehilangan harga diri. Tak ada lagi respek antar-elit. Mengerikan.
SAIDIMAN AHMAD,
Makassar, 21 Oktober 2023
#Prabowo #Ganjar #Jokowi #Gibran #Pilpres2024
#Pemilu
Sanggau, KR – Tiga ada adalah prasyarat utama yang memungkinkan terjadinya proses regenerasi kebudayaan kepada generasi yang lebih muda. Tiga ada itu meliputi: (1) Ada individu atau kelompok yang punya kemauan kuat untuk belajar;
Cerdas Memilih Untuk Indonesia Maju Yang Terus Melaju
Setiap warga negara punya hak politik kecuali yang melanggar hukum yang berat kan?
Dan keluarga Jokowi termasuk Kaesang yang mendadak jadi ketua partai juga punya hak berpolitik, apalagi Gibran yang saat ini menjabat walikota juga punya hak politik.
Apakah Kaesang akan mendukung Prabowo, juga adalah hak dia, ataupun Gibran yang akan menjadi Cawapres mendampingi Prabowo, juga hak politiknya.
Atau bahkan Jokowi akan mendukung Prabowo, juga hak Jokowi.
Jika mereka berhak mendukung Prabowo, yah silahkan, tapi saya juga dan bahkan teman-teman punya hak untuk mendukung Ganjar Pranowo.
Prabowo tetaplah Prabowo, sulit berubah, sebagaimana Rizieq Shibab juga sulit berubah, padahal sudah lama di Saudi waktu kabur. Dan Prabowo juga sudah pernah ke Jordania.
Bagaimana pun Prabowo dipermak dengan terus mengandeng Jokowi dan keluarganya, tetap saja ingatan rakyat pada rekam jejak Prabowo sulit hilang.
tidak ada masalah bagi saya dan sebagian besar teman-teman apakah telunjuk Jokowi nanti akhirnya jelas mengarah ke Prabowo, atau bahkan mendukung Prabowo, itu tak berpengaruh.
Dan saya pikir juga, Kualitas Ganjar dan komitmennya pada Pancasila sangat okelah. Dan perlu diingat bahwa dulu mayoritas rakyat memilih Jokowi karena pemimpin sebelumnya tidak terlalu merakyat, dan kehadiran Jokowi dengan gaya blusukannya telah menggaet hati rakyat yang selama ini mengharapkan hadirnya Presiden merakyat.
Dan selama dua periode, kerja-kerja Jokowi belumlah tuntas, masih banyak yang perlu dibereskan, apalagi perpolitikan global dan pesatnya perkembangan teknologi, maka dibutuhkan kreatifitas yang tinggi, maka karena itulah, rakyat butuh presiden yang sangat energik, dan yang saya saksikan ada pada diri pak Ganjar.
Saya tak perlu berharap lagi pada telunjuk Jokowi, saya bisa berpikir sederhana saja bahwa saya ingin presiden yang rekam jejaknya jelas, bukan bekas penculik ataupun tukang bohong dengan banyak omong tapi minim kerja nyata.
Jadi, kita sebenarnya tak butuh telunjuk Jokowi lagi, yang kita butuhkan adalah orang yang memimpin bangsa ini adalah orang yang rekam jejaknya bagus, bukan mantan penculik yang suka emosional, apalagi sosok tukang ngibul atau pembohong yang nyaris merusak Jakarta.
Saya atau kita yang mendukung Ganjar, adalah karena alasan NKRI, negeri ini harus terus melaju, jangan mundur lagi karena salah pilih pemimpin yang hanya modal ambisi berkuasa, bukan mengabdi kepada rakyat.
HANCURNYA PENJAGA KONSTITUSI KITA: SEMAKIN TERBUKTINYA MK CORONG KEKUASAAN DAN OLIGARKI
Tepat Pukul 16.01 WIB, Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan UU Cipta Kerja TETAP BERLAKU.
Putusan ini memperlihatkan bahwa MK bukan lagi Mahkamah Konstitusi yang menjaga marwah konstitusi untuk menegakkan kedaulatan rakyat, tapi justru terlihat seperti Mahkamah Keluarga, dimana ketua MK, Anwar Usman, membela mati-matian kakak iparnya Presiden Jokowi yang mengeluarkan Perppu Cipta Kerja secara serampangan dan tidak beralasan untuk mengakali putusan MK sebelumnya yaitu UU Cipta Kerja, adalah inkonsitusional dan harus disusun ulang dengan melibatkan partisipasi bermakna rakyat Indonesia.
MK juga bisa dilihat sebagai Mahkamah Kekuasaan, yang melegalkan kekuasaan absolut dari Presiden beserta DPR yang menjadi pelayan oligarki untuk bisa terus-terusan menjarah kekayaan alam, merusak ekosistem ibu pertiwi & memperbudak rakyat negeri ini.
Seperti rakyat yang hingga saat ini masih terus melakukan aksi, maka tidak ada kata lain bagi kita semua selain LAWAN!
#CabutUUCiptaKerja
#GerudukMK
Saya waktu ada yang nyinyirin Pak Jokowi pencitraan ketika berbagi sembako, blusukan, dll hanya bisa geleng-geleng kepala karena tahu sejak walikota solo memang Pak Jokowi kebiasaannya memang itu..
Hal yang sama juga dialami oleh Ganjar Pranowo yang dinyinyirin pencitraan ketika melakukan hal seperti ini.. Padahal ini adalah kebiasaan beliau sejak menjabat jadi gubernur yang selalu menyapa masyarakat dan menyambut hangat setiap permintaan foto dan keluhan saat blusukan..
Karakter pemimpin otentik seperti ini yang kita butuhkan, bukan yang berubah lembut hanya untuk pencitraan pilpres padahal aslinya tetap kasar 😁
Permasalahan awal adalah ketidakpuasan masyarakat terhadap perusahaan yg menyerobot tanah adat, kemudian masyarakat yg melakukan protes di tangkap BAK penjahat kelas kakap oleh polisi yang pasti atas permintaan perusahaan. Hati hati dengan narasi anda, sampai saat ini kami tetap