Hadir mengelola zakat sejak 1993, Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi Islam sekaligus lembaga kemanusiaan selalu berikhtiar mengelola amanah zakat secara profesional dan pastinya #SelaluTersampaikan
Hal ini sejalan dengan banyaknya program bermanfaat yang telah hadir: https://t.co/kRIFbyjOhD
Peraturan Pemerintah atau PP Kesehatan No 28 Tahun 2024 menuai sorotan publik. Pasal 103 ayat 4, khususnya pada butir E yang mengatur tentang pemberian alat kontrasepsi bagi usia sekolah dan remaja memicu pertanyaan publik.
https://t.co/LCkQLlx8UT
Penuhi Undangan Fraksi @PKSejahtera Jakarta, RS Medistra Sampaikan Bhw Managemen RS Memperhatikan Penolakan Publik, Termasuk olh FPKS Jakarta, Dan Kini Soal Pelarangan Hijab Thd Nakes (Dokter&Perawat) Sudah Selesai Dg Diperbolehkannya Berhijab di RS itu. https://t.co/CJb0TXtr11
Selamat datang Yang Teramat Mulia Sri Paus Fransiskus di Indonesia. Kita pupuk perdamaian, persaudaraan dan kerukunan antar umat beragama. Selamat menikmati udara dan lingkungan Indonesia. Mudah2-an perjalanannya menyenangkan
.
https://t.co/YYinRZcS4Y
Ketua @FPKSDPRRI, Dr Jazuli : Kita Hormati Misa Paus Fransiskus Bersama Umat Katolik, Demikian Juga Kita Hormati Siaran Azan di Televisi Tetap Berkumandang. Itu diantara bentuk nyata perdamaian dengan toleransi dan saling menghargai. https://t.co/WCVQGpQvXv
Saran @Pak_JK yg juga Ketum DMI ini juga jernih&bagus ; TV dibagi 2 layar untuk azan Maghrib dan misa Paus. Toh itu hanya 5 menit saat biasa dikumandangkannya azan Maghrib. Pra&Pascanya dari jam 17-19 tetap unt Misa. Tapi dg itu keresahan hilang, toleransi benar2 dipraktekkan.
ADZAN TIDAK BISA DISAMAKAN DENGAN RUNNING TEXT. Maaf ini sudah melampau batas. Ini negara berpenduduk muslim terbesar di dunia lho. Coba dibalik seandainya misa natal kebetulan hari jum'at apa ada imbauan lonceng gereja jam 12 diganti dengan running text?
Sri Paus ke NKRI yg mayoritas Muslim al untuk kembangkan toleransi. Maka Kemenag dll perlu toleran dg tradisi kumandang adzan Maghrib di Tv2 yg hanya bbrp menit itu, dan tak perlu menggantinya dg running text demi misa Paus dari jam 17-19. Itu lebih sesuai dg Beliau yg toleran.
Fahira Idris Minta Ada Investigasi Dugaan Pertanyaan Kesediaan Lepas Jilbab Calon Nakes di RS Medistra
Dugaan adanya pertanyaan kesediaan lepas hijab pada calon nakes di RS Medistra harus diinvestigasi oleh para pemangku kepentingan terkait mulai dari Dinas Kesehatan Provinsi Jakarta, Ombudsman dan Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia jika RS tersebut menjadi anggotanya.
Investigasi yang transparan dan menyeluruh untuk mengetahui kebenaran dugaan ini dan yang paling penting untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, baik di RS Medistra maupun di rumah sakit lainnya. Masyarakat berhak mengetahui hasil dari investigasi ini, dan pihak-pihak yang terlibat dalam tindakan diskriminatif ini harus diberi sanksi yang sesuai.
PKS Dorong Dinkes Jakarta Usut Dugaan Larang Penggunaan Hijab di RS Medistra
“Saya harap Dinkes DKI Jakarta bisa segera bertindak, kita wajib melindungi hak tenaga medis yang ada di Jakarta,” tegas Achmad Yani.
https://t.co/hgdGszcWPo
Beredar di media sosial surat protes dari seorang dokter di RS Medistra bernama Diani Kartini soal dugaan larangan hijab bagi petugas kesehatan di rumah sakit tersebut.
Di dalam surat tertanggal 29 Agustus 2024 tersebut, Dokter Diani Kartini mengatakan ada dua kerabatnya yang tiba-tiba mendapatkan larangan menggunakan hijab saat proses wawancara kerja di RS Medistra.
"Ada pertanyaan terakhir di sesi wawancara, menanyakan terkait performance dan RS Medistra merupakan RS internasional, sehingga timbul pertanyaan apakah bersedia membuka hijab jika diterima," tulis Diani dalam suratnya yang viral tersebut, dikutip Senin (2/9/2024).
Simak berita selengkapnya hanya di https://t.co/MN1vZ1R6he
#HardNews_Viral #NewsOne #CariBeritaditvOne #DokterSpesialisOnkologi #RSMedistra #DilarangBerhijab #MUI #Viral #NO03