Kawan-kawanku Eksponen Angkatan Reformasi 1998. Sudh 25 tahun kita melakukan reformasi dan sdh banyak diantara kita yg menggengam kekuasaan.
Yuk, berhati-hati memelihara kekuasaan sebagai amanah. Jangan sewenang-wenang dan jangan korupsi, baik korupsi uang maupun korupsi politik. Jangan sampai kita terjebak ke dalam situasi spt sedang menunggangi singa liar.
Menunggangi singa liar itu mengerikan.
Mau turun takut diterkam singa, mau terus di punggung singa pasti takkan kuat dan pasti ada batasnya. Terkadang banyak juga yang memanah singa tetapi nyasar ke penunggangnya.
Agar tak sampai masuk ke situasi menunggangi singa liar, jagalah kekuasaan dgn menegakkan konstitusi dan membangun demokrasi yang berkeadaban. Semoga Tuhan selalu memberkati Indonesia🇮🇩.
Macet akibat banjir di jalur pantura Madura, tak terlihat ada aparat polisi yg atur di lapangan, semakin semrawut krn saling mendahului @DivHumas_Polri@e100ss
Pemilu telah usai,berharap @PDI_Perjuangan sbg pemenang pemilu legislatif berada diluar kekuasaan agar tercipta check&balances,tdk ada lg "pengkondisian" produk hukum spt UU Ciptaker,DPR bs maksimal jalankan fungsi pengawasan,maka demokrasi akan kuat
Pak ET sebut timnas @aniesbaswedan@cakimiNOW mau ubh BUMN jd koprsi.ku dowload visi misi AMIN 148 hal itu,aku baca² ga ada AMIN mau ubah BUMN jd koprasi,yg ada jdkan koprasi sbg bag dr rantai pasok bisnis BUMN.Reposisi BUMN setuju,krn praktiknya skr BUMN dikelola dg sgt liberal
Yg disampaikan mas gibran tdk ada hal baru, diulang² saja, mkn terkait kapasitas memori menghapalnya yg terbatas, ditambah antraksi gimmick nya yg makin membuat dia terlihat tdk substansional
Dalam debat, menarik sekali ttg keberpihakan pak @ganjarpranowo thd industri pertahanan dlm negeri melalui BUMN pertahanan. Itu yg mmg hrs dilakukan. Sayang sekali jika anggaran Kemenham Rp135 T di tahun 2024 sm sekali tdk menstimulus industri pertahanan dlm negeri
Dirut KAI harus bertanggung jawab, krn penanggung jwb tertinggi dlm penerapan sistem operasional dan keselamatan KA ada pada Dirut
https://t.co/rS5H744cl1
Yang paling menyedihkan adalah bila anak-anak muda Indonesia memilih pemimpin Indonesia masa depan hanya berdasarkan gaya & gimmick, bukan berdasarkan kualitas kepemimpinan bangsa.
Jadi kontes popularitas atau reality show saja. Padahal menentukan nasib 280 jutaan orang.