Akhirnya ketemu juga. Dari kemarin gw mikir, kok banyak kabar baik beruntun ya.
IHSG naik.
Rupiah menguat.
Terus otak overthinking gw langsung nanya oke, terus yang dikorbanin apaan?
Eh gak lama muncul berita BI Rate naik dan Pertamax ikut naik.
Di dalam ekonomi itu emang tidak ada yang gratis
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah. Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.
"Tapi kan saya olahraga?" kata Dito ke dokternya.
Dokternya jawab, "Olahraga bakar kalori. Tapi insulin tetap harus kerja keras setiap kali gula masuk."
Kalau terlalu sering dan terlalu banyak, pankreas kelelahan. Lama-lama sel tubuh berhenti respon ke insulin.
Namanya insulin resistance. Dan itu bisa terjadi ke siapapun, berapapun berat badannya.
IHSG Lompat 7%
Apakah karena Asing kembali masuk?
menurutku bukan.
Tebakanku,
ini upaya untuk 'short-squeeze' kelompok 'Sell Indonesia'.
Short Squeeze = manipulasi harga agar naik sehingga trader yang short saham Indonesia jadi ter-likuidasi.
Ini adalah pesan.
Pesan kepada para shorter
'Jangan coba-coba cari cuan short saham Indonesia'
Memangnya bisa short saham Indonesia?
Bisa, tapi bukan cara standar. bukan untuk retail.
Blackrock bikin ETF untuk perusahaan Indonesia : iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO)
Isinya 69 saham perusahaan Indonesia, yg utama:
BBCA, BBRI, BBNI.
ETF ini bisa di short dan pemain utamanya Hedge Fund dan Insititusi.
Per 15 may, jumlah posisi short EIDO naik 61% (lihat gambar).
Menurut kamu pesannya diterima dengan baik?
Harga BBM Pertamax resmi naik jadi
Rp 16.250/liter nya
Menteri: 48 orang
Wakil menteri: 56 orang
Pejabat setingkat menteri: 5 orang
Total 109 orang, kabinet paling gemuk sepanjang sejarah Indonesia, tapi sejak 21 Oktober 2024 sampai Juni 2026 belum ada yang bisa dibanggakan selain swasembada beras.
Sudah swasembada pun harga beras masih mahal.
sekarang BBM naik
Pada ngapain aja tuh 109 orang?