주차장 덥다고 시원한 곳에서 기다리라고 하고
감사하다고 꾸벅 고개 숙이면서 인사하고
조심히 들어가라고 말하고
문 닫히는데도, 차 내려가는데도 끝까지 손 흔들어주는 여자
>> 한지현 <<
이런 여자를 어떻게 안 좋아하나요..
진짜 좋아할 수밖에 없는 여자야..
não da cara, o produce 101 e a trajetória da sohye é atemporal, ela faz a jurada chorar com a evolução e empenho dela, tem noção do quao empenhada ela foi e ainda é???
Permohonan Maaf dan Duka Mendalam dari KAI
Permohonan Maaf dan Duka Mendalam dari KAI. Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak. Peristiwa ini membawa duka mendalam, dan kami memahami kegelisahan keluarga yang menanti kabar. Keselamatan serta kondisi setiap penumpang menjadi prioritas utama kami.
Lebih emosi lagi ada yg nyalahin masinis ABA, ada yg nyalahin PPKA gegara lampu sinyal hijau. Padahal di Stasiun Bekasi Timur itu sistemnya blok. Lampu Hijau itu sejak KRL 1 karena harusnya dia clear buat lewat. Tapi malah ada taksi goblok nrabas palang kereta dan sirine yg bunyi
@Fadhiil5112 JUSTRU YG NGEREM ITU ELU PADA YG MAU NYEBRANG REL!!! Minimal tenangin diri lo semua buat ngerem dan nengok kanan kiriiii!!! Sebel bgt ngomong sama bedug emang susah bolott
Hukum Fisika dalam Pengereman Kereta Api.
Rasanya pilu banget denger berita kecelakaan Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur kemarin malam. Banyak keluarga yang tiba-tiba harus menerima kabar yang tidak mereka bayangkan sebelumnya. Aku turut berduka buat semua yang terdampak.
Di tengah duka itu, banyak yang mulai bertanya-tanya di kolom komentar: kenapa masinis tidak langsung ngerem? Kok bisa sampai tidak keburu berhenti?
Sebelum buru-buru menyalahkan, ada beberapa hal yang perlu kita pahami dulu. Soal fisika, soal inersia, momentum, dan energi.
Kereta api itu berat banget, satu rangkaian kereta jarak jauh beserta isinya bisa mencapai ratusan ton. Di sini, konsep fisika bernama inersia dan momentum masuk.
Inersia itu sederhananya adalah "keengganan" sebuah benda untuk mengubah kondisinya. Kalau diam, maunya tetap diam. Kalau bergerak, maunya tetap bergerak. Semakin berat bendanya, semakin besar inersianya, semakin susah kondisinya diubah.
Kita semua pernah ngerasain ini. Waktu naik motor dan tiba-tiba ngerem, badan kita reflek maju ke depan. Itu inersia. Tubuh kita "enggan" berhenti padahal motornya sudah berhenti.
Nah, kalau Momentum itu muncul saat sebuah benda mulai bergerak. Momentum adalah gabungan antara seberapa berat benda itu dan seberapa cepat dia melaju.
Nah, bayangkan itu terjadi pada benda seberat ratusan ton yang melaju di atas rel, dengan kecepatan tinggi. Sebesar apa momentumnya?
Momentum sebesar itu tidak bisa hilang begitu saja dalam hitungan detik, harus dilepaskan pelan-pelan lewat gesekan rem ke roda, dan roda ke jalan.
Nah, masalah berikutnya, roda kereta terbuat dari besi dan relnya juga besi. Gesekan antara keduanya jauh lebih kecil dibanding ban karet mobil di atas aspal.
Desain ini memang bikin kereta bisa melaju dengan efisien, tapi juga susah berhenti cepat. Kalau rem dipaksa sekuat tenaga, roda malah terkunci dan kereta akan tergelincir dan meluncur di atas rel, bukannya berhenti.
Kombinasi dari dua hal tadi menghasilkan jarak pengereman yang panjangnya bikin kaget. Kereta yang melaju 100 km/jam bisa memerlukan jarak lebih dari 1 kilometer untuk berhenti dengan aman. Masinis sudah harus mulai mengerem jauh sebelum halangan terlihat jelas.
Di kasus Bekasi kemarin, begitu KRL terhenti mendadak karena insiden taksi, Argo Bromo yang ada di belakangnya hampir tidak punya cukup jarak untuk bereaksi. Baru sebagian informasi sampai, sinyal langsung merah (sepertinya menandakan kereta sudah harus berhenti).
Investigasi masih berjalan, di kondisi duka ini, kita jangan menyalahkan siapapun.
Secara fisika, ini menunjukkan betapa kompleksnya keselamatan kereta api. Sistem sinyalnya, jarak amannya, semuanya dirancang karena kereta tidak bisa berhenti mendadak.
Makanya, kalau kamu lagi di perlintasan rel dan kereta sudah kelihatan, jangan coba-coba melintas. Masinis sudah pasti ngerem sekuat yang dia bisa. Tapi hukum fisika tidak peduli seberapa keras dia mencoba.