@KangManto123 Ada Ganjar yg pernah nolak Israel terang-terangan ga dipilih.
Ada Anies yg bersuara buat palestina ga diwaro.
Malah milih presiden yg suka kerjasama sama zionis.
Kita omongin lagi ntar di akhirat yaa.
Ketika ruang politik tidak lagi bicara gagasan:
Peta ideologi politik Indonesia sering disalahartikan seperti model Barat: kiri vs kanan, konservatif vs progresif. Padahal, spektrum politik itu terbentuk oleh sejarah; di Eropa, konflik antara proletariat dan borjuis (lihat historical materialism à la Hegel & Marx) kemudian melahirkan sosialisme.
Indonesia tak pernah mengalami revolusi industri. Maka, konflik kelas bukan pangkal politik kita. Seperti apa yang Tan Malaka katakan: konflik utama Indonesia adalah kolonialisme. Karena itu, yang lahir bukan sosialisme, tapi nasionalisme — dengan cita-cita negara kuat dan ekonomi mandiri, melawan liberalisme yang dianggap sebagai wajah penjajahan.
Sukarno bisa dilihat sebagai personifikasi nasionalisme: proteksionisme, sentralisasi, dan kesatuan sebagai harga mati. Hatta mewakili kutub liberal: demokrasi parlementer, desentralisasi, dan ekonomi terbuka. Hatta mendukung federalisme — bukan untuk memecah, tapi untuk memberi keadilan antar daerah.
Konflik antara Omnibus Law Cipta Kerja—yang mempermudah eksploitasi sumber daya seperti penambangan pasir Gunung Merapi—dengan regulasi lokal DIY yang melindungi kawasan berdasarkan nilai-nilai Sumbu Filosofis, adalah contoh klasik dari pertarungan ideologi dimana partai harusnya berdebat.
Hari ini perbincangan politik tidak mengindahkan gagasan namun personalitas. Partai jadi kendaraan elektoral semata. Akuntabilitas bergeser — bukan ke rakyat, tapi ke ketua partai.
Dalam konteks perdagangan internasional misalnya, seorang politisi bisa menganut proteksionisme di pagi hari, lalu memuji free trade di sore hari. Padahal, proteksionisme jargon nasionalisme. Free trade adalah karikatur dari liberalisme. Tanpa peta ideologi, yang tersisa hanyalah oportunisme.
Indonesia butuh kerangka yang lahir dari sejarahnya sendiri: liberal-nasionalisme. Agar politik punya arah, dan kekuasaan punya batas.
Further: https://t.co/C15W4nxejS
Setelah sedikit riset, ini BENERAN. Orang bea cukai dapet 50% dari nilai sanksi administrasi (premi) yang diatur SEJAK TAHUN 2011 (!) dan diperbaharui di PMK 21 thn 2024.
Inget gak kasus-kasus viral denda (premi) sampe 3x atau 10x lipat harga barang?? ketahuan cuyyy 🫵😂📸
Whoaaaaa baru saja ada percobaan peretasan akun ini, untung langsung gercep setelah ke-logout dan password nya berubah, langsung kita ubah lagi 🤧
Lagian untungnya apa deh dapet akun ini 🙃
"apakah bapak akan menggunakan cara-cara lama? (mengancam, membungkam, menculik, membungkam dan membunuh pers)
"ya nggak mungkin lagi karena skrg ada sosial media"
Berarti kalo nggak ada sosial media, MUNGKIN? 😭😭
When #Norway's @BjellandEriksen signed an extension of a NOK multi-billion #forest scheme with #Indonesia, he was not aware his counterpart @RajaJuliAntoni had picked himself & 11 party members to oversee the funds with hefty payments from the scheme.
https://t.co/nfp84vHB8p
@biasalahanakmud Dijual Tanah di dekat pasar kecapi, Pondok gede
LT 200m
Cocok untuk gudang bagi yang memiliki toko disekitar pasar maupun tempat lainnya
- Dekat keluar masuk tol Jatiwarna,
- Akses jalan masuk lebar 1 mobil
Bisa perjanjian di notaris dengan cicilan.
Atau juga cash.
setiap orang punya timeline masing2:
1. ada orang nikah umur 25, meninggal umur 30
2. ada orang nikah umur 38, hidup sampe umur 90
3. ada orang jadi kaya umur 18 , sakit parah di umur 35
4. ada orang jadi kaya umur 50, sehat sampe 90
dst..
varian bener2 banyak, dunia ini ada milyaran manusia.. kamu harus bandinginnya sama diri sendiri, jangan bandingin sama orang terus.. garis startnya beda.. jalur hidupnya beda..