Mobil iklan keliling sedang menyusuri jalan-jalan di London untuk mendukung dr. Ghassan Abu Sittah di tengah perselisihan hukumnya yang sedang berlangsung dengan General Medical Council (GMC)—badan regulator independen yang mengatur praktik dokter di Inggris Raya (UK).
Dr. Abu Sittah adalah seorang Lektor Kepala sekaligus Ahli Bedah Plastik dan Rekonstruksi berkebangsaan Inggris-Palestina yang memiliki dedikasi mendalam terhadap upaya kemanusiaan.
Bertugas sebagai dokter bedah perang di zona konflik di Yaman, Irak, Suriah, dan Lebanon, ia juga telah memberikan kontribusi yang luas selama genosida di Jalur Gaza.
Setelah kembali dari Gaza, ia mendirikan Ghassan Abu Sittah Children's Fund (GASCF) pada awal bulan Januari 2024. Yayasan medis tersebut diinisiasi olehnya dan sekelompok profesional multidisiplin lainnya untuk menyediakan perawatan medis dan rekonstruktif komprehensif bagi anak-anak yang terluka akibat perang.
Sejak saat itu, ia terus menjadi sasaran para pelobi Zionis "Israel" karena upaya kemanusiaan, advokasi, dan aktivismenya yang terus ia lakukan untuk rakyat Palestina.
@eyeonpalestine2@sahabatalaqsha
عندما زار المغني البريطاني المسلم 'يوسف إسلام' تركيا، حظي باهتمام إعلامي واسع وجعلته الصحافة حديث الساعة.
وخلال إحدى المقابلات، وجه إليه أحد الصحفيين سؤالاً يتعلق بالزواج، فجاء رد يوسف إسلام ليصيب الصحفي بالذهول والصدمة.حيث سأله المراسل:
'ما رأيك في مسألة زواج الرجل بأربع نساء في الدين الإسلامي الذي اعتنقته؟ أي كيف تتقبل المنطق الكامن وراء هذا الأمر؟ كيف قبلت بهذا وأنت فنان ومثقف غربي؟
فأجابه يوسف إسلام قائلاً:
'أنت تقول إنك تعرفني في حالتي السابقة. قبل أن أصبح مسلماً، لم أكن أعلم حتى عدد النساء اللواتي ارتبطتُ بهن، وإذا كان لي أطفال منهن، فلا علم لي بذلك أيضاً. عندما كنت أعيش تلك الحياة الدنيئة، كنتَ أنت معجباً بي!
أما الآن، فقد أصبحتُ مسلماً، ومتزوج من امرأة واحدة، ولا نية لي في الزواج بثانية. إن الدين الإسلامي إذا كان يسمح بالزواج حتى أربع نساء، فهو يلقي على عاتق الرجل مسؤولية هؤلاء النساء وأطفالهن بالكامل..
بينما في الغرب الذي يثير إعجابك، لا توجد مثل هذه المسؤولية؛ فكثير من الأطفال لا يعرفون آباءهم، ويموت الآباء دون أن يروا أطفالهم في هذا العالم'."
Saya pernah baca Nasihat Bapak Jendral Soedirman kepada prajuritnya, ketika beliau berjuang dalam kondisi sakit-sakitan, kata bijak Pak Dirman dengan indah yaitu
“Jika Dalam Perjuanganmu Penderitaan yang Dihadapi Semakin Berat, itu Artinya Keberhasilan Semakin Dekat”.
Wallahu’alam bissawab.
Semoga dokter Tifa tetap semangat dan sehat selalu, pasti Allah tetap melindungi dokter dan kita semuanya.
Aamiiin YRA
-----
Ini adalah salah satu chat dari seorang pendukung kepada saya.
Saya jadikan sebagai pegangan.
Terimakasih orang baik.
Le meurtre d'enfants à Gaza n'a pas cessé. Les frappes aériennes israéliennes continuent de bombarder des maisons avec des familles encore à l'intérieur.
Le monde est ailleurs, tandis que Gaza souffre en silence. Pendant ce temps, d'innombrables enfants ont perdu la vie...
زلزال انتخابي في #نيويورك.. احتفالات فوز المرشحة الديمقراطية دارياليسا أفيلا تتحول إلى مظاهرة عارمة لهتاف "الحرية لفلسطين" ..
الحرية لفلسطين شعار عالمي يدوي في جميع أرجاء العالم!
Dünyaca ünlü NBA basketbol oyuncusu Kyrie Irving, Instagram profil fotoğrafını İsrail askerleri tarafından okula gitmesi engellenen Filistinli bir çocuğun görseliyle değiştirdi.
Dünya akıllanıyor...
Rekaman CCTV memperlihatkan serdadu "Israel" menculik seorang anak Palestina bernama Tamim Yousef Sadiq dalam sebuah penggerebekan di Desa Qaryut, sebelah selatan Nablus, pagi ini (25-6-2026).
@QudsNen@sahabatalaqsha
Dokter Tifa terkulai lemas 19 Juni 2026 pukul 23.00WIB
Foto ini diambil secara candid oleh seorang Jurnalis, momen ketika saya dipindahkan dari IGD ke Ruang Perawatan di RS POLRI Kramat Jati Jaktim.
Saya digendong anak saya, Diky dari bed IGD ke kursi roda, dan digendong Diky lagi dari kursi roda ke mobil tahanan untuk di bawa ke ruang Perawatan.
Catat ya: dibawa dari IGD ke Mobil Tahanan!
Bagaimana GERD saya tidak kambuh, jika dari jam 06.00 pagi saya digelandang ke POLDA Metro Jaya tanpa sempat sarapan,
Lalu menghadapi Ujian Disertasi dengan 12 orang Penguji Profesor dan Doktor, dengan dijaga dan dikelilingi Polisi
Setelah Ujian selesai, saya menghadapi Ujian berikutnya yaitu dipindahkan dari Unit Kamneg ke Tahanan
Yang prosesnya jauh melampaui jam makan siang
Dan dari Tahanan masuk ke sel
Sama sekali tidak sempat duduk untuk makan.
Baru sore menjelang maghrib ketika saya akan diperiksa di RS Kramat Jati, Polisi mengizinkan seorang Relawan datang ke Tahanan membawakan nasi bungkus, yang celakanya isinya nasi padang yang super pedas. Saya paksakan makan beberapa suap. Lalu berhenti karena perut tambah nyeri.
Lengkap sudah penderitaan GERD.
Untuk para pasien GERD pasti tahu seperti apa rasa serangan GERD itu.
Seperti ada pedang yang menusuk dari lambung tembus ke punggung.. Pedang satu lagi dari ulu hati tembus ke rahang, lalu pedang satu lagi dari epigastrium menembus ke dada.
Ketika menjelang tengah malam seluruh pemeriksaan lab darah, urin, rontgen, EKG dianalisis oleh Para Dokter, lalu mereka memutuskan saya harus dirawat, maka saya harus pindah dari IGD ke ruang perawatan.
Saya berusaha untuk duduk di tepi bed dan berdiri ternyata rasa nyeri luarbiasa hingga badan menggigil.
Maka anak saya minta gendong saya ke kursi roda. Sungguh tak sia-sia saya izinkan dia nge gym di FTL dan biasa angkat beban.
Ternyata ada gunanya ketika Ibunya butuh digendong.
Singkat cerita saya mendarat dengan selamat di ruang perawatan dan bisa meringkuk di ranjang perawatan sambil diinfus dan drip Lanzopracole, yang saya tunggu dari tadi untuk meredakan sakit luar biasa di lambung.
Setelah tiga malam dirawat oleh 5 Dokter Spesialis: Penyakit Dalam, Jantung, Paru, Infeksi, Gastroenterologi,. Alhamdulillah saya membaik walau baru di taraf 50% tetapi cukup kuat berdiri di hari Senin 21 Juni 2026 ketika diserahkan ke Kejaksaan.
Para Termul yang menyalak-nyalak
"Masuk Rumah Sakit di kursi roda begitu ke Kejaksaan segar bugar"
Kalau tiga malam di rawat lalu saya masih pakai kursi roda juga itu artinya saya dirawat Dokter abal-abal! Ngawur aja!
Saya dirawat di RS POLRI Kramat Jati, Mul Termul, Rumah Sakit bagus yang biasa merawat Jendral Polisi!
Dirawat 5 Dokter Spesialis, woi Termul IQ 58.
Ya tentu saja saya sembuh dengan cepat.
Terimakasih kepada Dr Mya, Dr Huda, Dr Donna, Dr Toto, Dr Haris, dan segenap Tenaga Kesehatan RS POLRI Kramat Jati. Anda semua profesional dan excellent!