📣📣
Update: BEM UI akan kembali menggelar aksi demo di Bundaran HI.
BEM UI memposting di akun Instagram mereka:
KAMI AKAN DATANG LAGI MEREBUT KEMENANGAN
Halo, UI dan Indonesia!
Saat negara lebih sibuk menahan rakyatnya daripada mendengarnya, saat penguasa lebih takut pada rakyatnya daripada pada krisis yang mereka ciptakan sendiri, di situlah perjuangan sesungguhnya dimulai.
Kami tidak akan pernah menyerah. Selama keadilan belum berpihak kepada rakyat, perjuangan ini tidak akan pernah berhenti.
Kami akan datang lagi. Kami akan merebut Bundaran HI. Kami akan merebut kemenangan.
CNN harus diakui adalah salah satu jaringan berita paling gede dan paling berpengaruh di dunia, mana udah ngudara 46 tahun. Tapi di balik citra netral dan profesional yang mereka jual, ada satu pola yang keulang terus dari dulu sampai sekarang: narasi mereka cenderung mihak ke yang "berkuasa", bukan ke rakyat. Dan ini bukan tuduhan kosong. Ada kasusnya, ada datanya.
Contoh paling baru, pas perang Gaza meledak sejak Oktober 2023. Bulan November 2023, CNN nyiarin kabar bahwa di RS anak di Gaza ada "daftar jaga sandera" tawanan Israel. Padahal itu klaim mentah dari juru bicara tentara Israel, dan CNN nelennya bulat-bulat tanpa ngecek dulu. Jurnalis Palestina di tim mereka sendiri juga udah ngingetin dari awal: itu bukan daftar jaga sandera, itu cuma kalender biasa yang isinya nama-nama hari dalam seminggu. CNN ga peduli, tetep ditayangin.
Berita itu belakangan dihapus dari situs CNN, tapi beritanya udah terlanjur ditonton jutaan orang. Beberapa waktu kemudian 10 jurnalis CNN dan BBC akhirnya buka-bukaan ke publik soal apa yang terjadi di dalam ruang redaksi: narasumber yang diundang ke layar buat ngomongin perang ini didominasi suara Israel, berita soal korban di Gaza sering diperhalus, dan editor senior ikut campur biar liputannya nggak terlalu menyudutkan Israel. Saking nggak tahannya, satu jurnalis CNN milih resign sambil nulis surat terbuka.
Seperti yang gw singgung diawal, jangan kira ini kelakuan baru.
Mundur ke tahun 2003, pas Amerika mau nyerang Irak. Pemerintahan Presiden George W. Bush bilang Irak nyimpen senjata pemusnah massal, dan klaim itu dipake jadi alasan utama buat ngegas perang. Masalahnya, senjata itu nggak pernah ada. Tapi alih-alih ngeragukan dan ngejewer klaim pemerintahnya sendiri, CNN bareng media-media raksasa Amerika lainnya malah ikut ngegaungin narasi itu rame-rame.
Perangnya pun beneran kejadian, dan ratusan ribu warga Irak tewas demi senjata yang ternyata cuma isapan jempol. Yang bikin makin telak: bertahun-tahun kemudian, bintang reporter CNN sendiri, Christiane Amanpour, ngaku kalau waktu itu CNN "diintimidasi" sama pemerintahan Bush, dan para jurnalis nggak cukup banyak nanya soal senjata pemusnah massal. Dia bahkan nyebut peristiwa itu kelihatan kayak "disinformasi di level paling tinggi."
Tahun 2013 polanya makin kelihatan, dan kali ini bukan soal perang atau geopolitik, tapi soal kemanusiaan paling dasar. Waktu itu dua remaja pemain football di kota Steubenville, Amerika, divonis bersalah memperkosa seorang gadis berusia 16 tahun yang lagi nggak sadarkan diri. Harusnya udah jelas siapa korban siapa pelaku. Tapi pas bawa berita vonisnya, reporter CNN malah kelihatan lebih kasihan ke pelakunya.
Mereka nyebut dua terdakwa itu sebagai "anak muda dengan masa depan cerah, bintang football, murid berprestasi," dan bilang betapa beratnya nontonin hidup dua anak itu "hancur" gara-gara vonis.
Korbannya? Cuma disinggung sekilas. Bahkan CNN, bareng beberapa media lain, ikut nyiarin nama si korban di televisi, sesuatu yang dianggap pelanggaran etik jurnalistik yang serius. Publik ngamuk, tapi CNN nggak pernah minta maaf resmi soal ini.
Kalau lo pikir semua ini cuma kebetulan, ada angkanya. Survei Pew Research tahun 2019 nemu fakta menarik: dari orang-orang Amerika yang ngejadiin CNN sebagai sumber utama berita politik mereka, 79% adalah pendukung Partai Demokrat, dan cuma 17% yang Republikan. Artinya penonton CNN condong banget ke satu sisi politik, bahkan lebih timpang dibanding penonton ABC, CBS, atau NBC. Buat sebuah media yang selama ini ngiklanin diri sebagai jaringan berita "netral" dan "objektif", ini jelas ironis. Netralitas itu bukan jati diri mereka. Itu cuma slogan yang dipajang di kemasan.
Dan sekarang, di tahun 2026, ceritanya makin pelik. CNN lagi dalam proses dibeli sama Paramount dengan nilai sekitar 110 miliar dolar, dan bos baru dari pihak pembeli dikabarin udah sowan ke Donald Trump di Gedung Putih sambil menjanjikan bakal ada "perubahan besar" di tubuh CNN, media yang selama ini justru paling sering diserang dan dibenci Trump.
Artinya arah keberpihakan CNN bisa aja muter 180 derajat, dari yang tadinya condong ke satu kubu jadi condong ke kubu sebrangnya, tergantung siapa yang lagi pegang kendali dan duit. Dan justru di situ intinya. Yang nggak pernah berubah dari CNN cuma satu hal: yang selalu jadi pertimbangan utama itu kekuasaan dan kepentingan direksi, bukan kepentingan publik yang nonton.
Jadi pas kemarin CNN Indonesia nulis judul demo dengan framing "pekerja kantoran terkena imbas", itu sebenarnya bukan kelakuan nyeleneh dari redaksi lokal doang. Itu cuma cabang paling baru dari sebuah pohon yang akarnya udah lama banget. Sebuah institusi media raksasa yang, sepanjang sejarahnya, kelihatan jauh lebih jago dan lebih niat dalam menjaga tatanan kekuasaan yang ada, ketimbang merekam dan menyuarakan orang-orang yang berani melawan tatanan itu.
Perlawanan tetap berlanjut, kami mengecam dengan keras proyek korup (MBG) masuk ke dalam anggaran pendidikan.
Dan kami pada Senin, 15 Juni 2026. Pukul 13.30 WIB, di Mahkamah Konstitusi.
gaisss lewat postingannya 50 menit lalu, Tiyo (Eks Ketua BEM UGM) bilang kalo dia nemuin alat pelacak di kendaraan yg ia gunakan 😭😭😭😭😭 ini rezim apa sih??? anak muda yg kritis dan peduli sama perbaikan bangsa kok kalian musuhi. jijik kali memang cara klen lah
sumpah kalian harus baca ini. punya @projectm_org gimana rezim prabowo dan seskab teddy membungkam media saat meliput bencana di Sumatra. semua dibungkam
Kalau benar negara sedang sulit, seharusnya pengorbanan dirasakan bersama. Bukan rakyat yang terus diminta memahami, sementara fasilitas untuk penguasa dan aparat tetap berjalan tanpa kompromi.