@txtdrimedia malamnya ia menulis diary yg selalu menemaninya setiap hari.
dear diary,
kyaaa~ hari ini aku deg-deg an banget nyetir pake satu tangan 😆
pasti aku keliatan keren banget kan 😚🥰
semoga dia makin sayang ama aku yah 👉🏻👈🏻
Madame Celeste Amarilla,
Vous êtes une femme méprisable et indigne de sa fonction.
Vous ne représentez pas le Paraguay, ce pays qui a transpiré la passion et l’honneur tout au long de la compétition. Par votre inconscience et votre racisme décomplexé, le monde entier a déjà oublié le parcours et l’effort historique que vos joueurs ont réalisés durant cette coupe du monde pour laisser place à une dame incompétente donnant la pire image possible de son pays.
Je ne laisserai jamais aux gens comme elle, la liberté de laisser propager leur haine et leur racisme à travers le monde.
15 tahun yg lalu tepatnya pada tanggal 18 Juni 2011 sebuah tragedi terjadi di Big Brother Indonesia yg disiarkan Trans TV. Seorang peserta asal Medan bernama Luthfi didiskualifikasi & ditangkap polisi ditengah acara karena statusnya sebagai buronan penggelapan di Medan. Bahkan penangkapannya pun disiarkan live & disaksikan penonton di lokasi (gedung Trans Media).
Status ini mulai terungkap ketika korban2nya menghubungi Trans TV & pihak Trans TV langsung datang ke lokasi yg berkaitan dgn Luthfi untuk konfirmasi. Bahkan penyelidikannya diputar setiap hari selama 2 minggu.
Ada yg pernah nonton gk?
Rival terbesar Messi bukan pemain lain, melainkan standar yang ia ciptakan sendiri.
Selama bertahun-tahun, Messi membuat hal-hal yang mustahil terlihat biasa. Mencetak 50 gol semusim, menciptakan puluhan assist, melewati 4–5 pemain, atau main luar biasa hampir setiap pekan menjadi sesuatu yang dianggap "normal".
Akibatnya, orang tidak lagi membandingkan Messi dengan pemain lain. Mereka membandingkan Messi hari ini dengan Messi versi terbaiknya sendiri.
Kalau pemain lain mencetak 30 gol dalam semusim, itu dianggap musim yang luar biasa. Tapi ketika Messi mencetak "hanya" 30 gol, banyak yang bilang performanya menurun.
Standarnya sudah terlalu tinggi. Bukan karena dia bermain buruk, tetapi karena dia sendiri yang membuat dunia terbiasa melihat sesuatu yang tidak masuk akal.