Ayo rek, wayahe buka lembaran baru, saatnya kita penuhi dan hijaukan GBT.
Sesuai pesan dari Coach Bernardo Tavares, yang mengajak Bonek & Bonita menjadi energi tambahan di lapangan. Mendukung dengan cara yang positif dan memberi ruang bagi para pemain untuk berani ambil risiko.
Biarkan karakter WANI hidup dan terasa di setiap sentuhan bola para pemain Persebaya.
Di lapangan, pemain kita bukanlah mesin. Mereka bisa salah, mereka juga bisa gugup. Terutama pemain muda yang sedang belajar bertarung di level tertinggi. Tapi satu hal yang mereka butuhkan di lapangann adalah KEBERANIAN.
Booing dan tekanan hanya akan membuat kaki mereka terasa berat dan ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Sebaliknya, dukungan positif kalian bisa mengubah segalanya.
Persebaya butuh kalian.
Bukan hanya saat menang, tapi juga saat tertinggal. Saat sulit, saat keadaan tidak berpihak.
Bonek adalah kekuatan besar.
Mari buat Stadion GBT ini kembali terasa seperti RUMAH.
Tempat pemain bertarung tanpa rasa takut.
Tempat 100% dukungan, 90 menit tanpa henti.
Bernardo Tavarez menginginkan Bonek Bonita hadir agar pemain lawan gugup menghadapi Persebaya sabtu besok dan kehadiran (Bonek Bonita) yang ditunggu Bernardo untuk membakar semangat para pemain untuk melawan Malut United.
Ayo Rek ramaikan sabtu besok!๐ซต
#persebaya #persebayaday #persebayasurabaya #persebayafans #bonek
๐ฅ by IG @ persebayafans.27
#PersebayaABG
Menatap laga tandang vs Bhayangkara Presisi Lampung FC
Persebaya datang dengan situasi baru setelah kepergian Coach Edu. Suasana mungkin masih beradaptasi, tapi tim tetap harus jalan dan fokus ke pertandingan berikutnya. Yang bikin menarik, lawan kali ini justru mempertemukan kita dengan mantan pelatih yaitu Paul Munster yang dulu pernah berbagi ruang kerja dengan Coach Uston saat sama-sama menangani Persebaya.
Pertemuan dua sosok lama ini bikin pertandingan punya rasa berbeda. Ada cerita lama, ada rasa familiar, tapi kali ini semuanya di warna yang berbeda.
Di lanjutan BRI Super League pekan 14 ini, Persebaya perlu tampil lebih rapi, lebih tenang, dan lebih percaya diri. Tanpa drama berlebihan, cukup main lepas dan tunjukkan jati diri Bajol Ijo seperti seharusnya.
Apa pun kondisinya, kita tetap melangkah bersama. Ayo Persebaya!
Salam Satu Nyali, WANI!
#MusuhBhayangkara
#PersebayaABG
H-1 Persebaya vs Arema!
Ini lebih dari sekadar pertandingan, ini pertaruhan harga diri di lapangan. Jangan biarkan Persebaya berjuang sendirian.
Bersatu di GBT, kita tunjukkan bahwa Bonek-Bonita selalu hadir dan memberi semangat sampai akhir. Tidak ada kata ragu, tidak ada kata mundur.
Datang, penuhi tribun, dan kita kawal bersama Bajol Ijo meraih kemenangan di laga Derby versus Arema!
Salam Satu Nyali Wani!
#MusuhArema
PersebayaABG
Maaf kalo kami harus meng-kritik lagi.
Peringkat 8 tapi Penampilan Persebaya Masih Jauh dari Ambisi. Ini catatan kami selama 10 pertandingan awal Persebaya Surabaya.
Secara Penyerangan, Persebaya mencatat rata-rata 1,22 gol per pertandingan, dengan total 12 gol. Ini menunjukkan produktivitas yang stabil tapi belum eksplosif. Dari sisi defensif, tim kebobolan 1 gol per pertandingan secara rata-rata, memperlihatkan bahwa lini belakang belum stabil. Persebaya sering kebobolan pada fase transisi atau setelah mencetak gol lebih dulu.
Keuntungan main di kandang pun belum bisa dimaksimalkan Persebaya dengan baik, tercatat 3x kali menang dan 2x kalah. Sementara main tandang juga masih menjadi kelemahan utama, mencatat 1x menang, 3x seri dan 1x kalah. Pola ini menegaskan bahwa Persebaya masih kesulitan memaksimalkan poin yang diraih dalam setiap pertandingan, bahkan ketika main di kandang sendiri.
Hal negatif lainnya, Persebaya menjadi tim dengan catatan disiplin terburuk setelah menerima lima kartu merah, jumlah tertinggi di antara seluruh kontestan Super League musim ini. Frekuensi kartu merah yang tinggi memperlihatkan adanya masalah kedisiplinan dan kontrol emosi di skuad Bajol Ijo. Hal ini juga mempengaruhi hasil-hasil pertandingan.
Catatan positif yang bisa menjadi potensi bagi Persebaya untuk merangsek ke papan atas adalah ketangguhan fisik dan mental. Gemblengan fisik dari Shin Sang-gyu sudah tidak diragukan lagi hasilnya. Sementara dari sisi mental, Persebaya mampu menunjukkan kemampuan bangkit dari situasi tertinggal dan mampu mempertahankan hasil imbang meski bermain dengan 9 atau 10 pemain.
Secara keseluruhan, 10 pertandingan awal ini mengungkap bahwa Persebaya belum bisa bermain sebagai tim yang siap bersaing di papan atas. Fondasi taktis belum kuat, konsistensi hilang, dan efektivitas jauh dari ideal. Jika transformasi baik secara taktik, mentalitas, maupun disiplin tidak dilakukan segera, musim ini berpotensi menjadi perjalanan berat bagi Persebaya dan Bonek. Persebaya butuh lebih dari sekadar semangat, mereka butuh identitas permainan yang jelas dan performa yang benar-benar mencerminkan ambisi klub.
#PersebayaABG
Konsisten untuk tidak konsisten, ungkapan tepat yang menggambarkan performa Persebaya saat ini. Satu kali hasil positif, lalu kacau balau lagi dalam dua atau tiga pertandingan tanpa arah, begitulah hasil racikan Edu Perez dan Uston Nawawi belakangan ini.
Bonek seperti diberi harapan sebentar hanya untuk dijatuhkan lagi, lebih keras. Tidak ada konsistensi, tidak ada peningkatan, hanya pola lama yang terus diulang seperti kaset rusak. Bukan hanya soal hasil, tetapi juga bagaimana respon tim terhadap tekanan, kualitas pengambilan keputusan, dan kemampuan mengendalikan permainan.
Evaluasi menyeluruh sudah seharusnya dilakukan, tidak lagi pakai kata โmenungguโ atau โmemberi waktu.โ Bonek tidak butuh janji, yang dibutuhkan adalah perubahan nyata. Manajemen perlu memastikan bahwa evaluasi kali ini tidak berhenti pada soal teknis semata, namun juga menyentuh aspek leadership, strategi yang adaptif, dan efektivitas komunikasi di ruang ganti.
Keputusan yang diambil harus membawa arah yang lebih jelas dan memberi sinyal bahwa perbaikan kinerja tim adalah prioritas utama. Tim ini membutuhkan kepelatihan yang mampu mengembalikan identitas bermain dan menegaskan kembali standar kompetitif Persebaya.
Salam satu nyali, WANI!
#PersebayaABG
Konsisten untuk tidak konsisten, ungkapan tepat yang menggambarkan performa Persebaya saat ini. Satu kali hasil positif, lalu kacau balau lagi dalam dua atau tiga pertandingan tanpa arah, begitulah hasil racikan Edu Perez dan Uston Nawawi belakangan ini.
Bonek seperti diberi harapan sebentar hanya untuk dijatuhkan lagi, lebih keras. Tidak ada konsistensi, tidak ada peningkatan, hanya pola lama yang terus diulang seperti kaset rusak. Bukan hanya soal hasil, tetapi juga bagaimana respon tim terhadap tekanan, kualitas pengambilan keputusan, dan kemampuan mengendalikan permainan.
Evaluasi menyeluruh sudah seharusnya dilakukan, tidak lagi pakai kata โmenungguโ atau โmemberi waktu.โ Bonek tidak butuh janji, yang dibutuhkan adalah perubahan nyata. Manajemen perlu memastikan bahwa evaluasi kali ini tidak berhenti pada soal teknis semata, namun juga menyentuh aspek leadership, strategi yang adaptif, dan efektivitas komunikasi di ruang ganti.
Keputusan yang diambil harus membawa arah yang lebih jelas dan memberi sinyal bahwa perbaikan kinerja tim adalah prioritas utama. Tim ini membutuhkan kepelatihan yang mampu mengembalikan identitas bermain dan menegaskan kembali standar kompetitif Persebaya.
Salam satu nyali, WANI!
#PersebayaABG
Meski perjalanan sekarang terasa berat, kami kirimkan dukungan sebagai penegas bahwa semangat tidak boleh padam dan pengingat bahwa kalian tidak pernah sendirian.
Dukungan untuk pemain, harapan untuk tim, cinta untuk Persebaya. WANI!
#PersebayaABG