@mas_jenuri Nek maton tembungmu, tur ora merga keminter, le nggawe ukara sing maton. Jlentrehke, dadi sing maca isa nampa. Ukara sing wis kok tulis kok kayane waton sulaya. Ngono Lur, rasah muntap
Melalui sekolah itu, KH Ahmad Dahlan menyisipkan pemikiran modern, mengajarkan ilmu keagamaan dan ilmu umum. Muhammadiyah adalah lembaga pendidikan umat Islam mengejar ketinggalan tanpa memusuhi keberadaan umat Katolik dan Kristen apalagi mengkritik yang berkunjung ke Gereja.
Dari Muntilan inilah Kyai Ahmad Dahlan mendapat inspirasi mengubah nama sekolahnya menjadi Kweekschool Islam, agar sekolahnya dipandang setara dengan sekolah Belanda. Kelak menjadi Kweekschool Muhammadijah. Sepeninggal KH Ahmad Dahlan, menjadi Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah.
Beliau gelisah, mestinya rakyat pribumi yang kebanyakan merupakan umat Islam tidak diam saja dan berpangku tangan. Pribumi harus bangkit, mengurus dirinya sendiri. KH Ahmad Dahlan tak segan mendatangi misionaris untuk berdiskusi. Salah satunya Rm Van Lith di Magelang.
Muhammadiyah dilahirkan oleh KH Ahmad Dahlan sebagai organisasi pembaharu Islam. Beliau ingin mendobrak kejumudan kehidupan umat Islam-Jawa, tergerak melihat para misionaris mendirikan banyak sekolah dan rumah sakit. Dan ini mengusik hati KH Ahmad Dahlan.
Pendiri Muhammadiyah K.H Ahmad Dahlan dan Rm Van Lith di depan gereja Kolese Xaverius, Magelang. Mereka bertukar gagasan tenrang pendidikan bagi pribumi. Rm Van Lith mengelola sekolah berasrama, dan sekarang masih berdiri di Kab Magelang, dikenal dengan nama SMA Van Lith.
@febridiansyah Paparan Mas Febri menjelaskan, dan itu jelas. Yg menjadi bahan "pergunjingan," apapun itu, carut marut yg terjadi. Dan itu menjadi cerita jelek. KPK pinter rangkul media, namun juga bisa kecolongan dalam banyak hal. Mas, bisa jelaskan kecolongan2 itu?