Maaf nih gue harus terpaksa bilang
Emang ada kok cewek yang mager banget buat keluar rumah. Lu kasih dia wifi kenceng, makanan cukup, sama AC nyala 24 jam, dia bisa betah ngendon di rumah sebulan juga santai aja.
Jadi nggak usah kasihan, malah dia lebih enjoy dan bahagia kalau di rumah. Percaya deh 😹 apalagi kalau kulkas penuh.
TRUST ME, NGL
Alhamdulillah,nikmatnya punya suami yg bisa masak. Pas gua masuk dan dia libur, gantian dia yg masak. Pas pulang ke rumah udah beres semua tinggal makan
Antek antek asing sudah menyerang via The Economist.
Antek antek Aseng sudah menyerang via protes dari Kadin Cina
Sekarang gantian Indo diserang Antek Antek Wibu via Nikkei Asia.
Kritiknya keras juga, bank bank mau diarahkan untuk mendukung semua programnya pemerintah.
Dampak dari kritiknya mayan ngeri. Pelan pelan citra profesional dari bank kita akan melemah. Khawatirnya ga bisa dipercaya.
Karena dianggap sudah diarahkan agar pro pemerintah.
Mari kita berdoa semoga rupiah dan IHSG biasa biasa saja.
18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu.
Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu".
Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan."
Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata?
Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri.
Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya.
Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa?
Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
Waduh, investor mulai berani teriak!
Sedang beredar surat terbuka dari Kamar Dagang Tiongkok (CCC Indonesia) langsung buat Presiden. Isinya benar-benar tamparan keras buat wajah birokrasi kita!
Bayangin aja, mereka terang2an bongkar borok yg dihadepin investor/pengusaha di lapangan:
1. Pungli & Pemerasan: Mereka mengeluhkan adanya praktik korupsi dan pemerasan oleh oknum berwenang yang sudah sangat mengganggu operasi bisnis.
2. Ada denda kehutanan "rekor" sebesar US$180 juta yang dijatuhkan secara sepihak dan dianggap berlebihan.
3. Kebijakan nikel berubah-ubah mendadak sampai bikin biaya produksi melonjak 200%
4. Birokrasi korup. ada masalah, saluran resmi macet, tapi kalau lewat perantara dan pake pelicin baru masalah bisa beres.
Gimana mau ekonomi tumbuh 8% kalau investor aja merasa dirampok dan ga ada kepastian hukum?. Nasib jutaan pekerja sekarang di ujung tanduk karena ketidakmampuan pemerintah menjaga iklim usaha yang bersih. Mana ini Bowo katanya mau sikat korupsi, jangan sampai Indonesia dicap sebagai sarang pungli internasional
surat terbuka dari CCCI bisa dibaca selengkapnya di: https://t.co/yOgVQdAKWr
Di Indonesia, yang bayar pajak penghasilan cuma sekitar 12 juta orang.
Bayangin. 12 juta orang ini yang “nanggung” negara dengan populasi 280 jutaan.
Ironisnya, yang paling diperas justru kelas menengah:
❌ subsidi minim
❌ bantuan minim
❌ pajak & biaya hidup terus naik
Terlalu miskin dibantu negara.
Terlalu kaya buat kabur dari sistem.
Kelas menengah jadi sapi perah.
Liat videonya dr gia soal kopi mengandung adenosin blocker,langsung mikir pantesan kalau gua lagi puyeng atau stress dikerjaan bawaannya pengen minum kopi dan abis itu langsung mereda puyengnya
Dr gia said:
"Emosi amarah yang menggebu-gebu (burst of emotion) itu cuma bertahan 90 detik, so take ur 90 seconds to take a deep breath and istighfar biar bisa merespond dengan emosi yg midful".