Titik dua (:) mengantarkan perincian. Titik koma (;) memisahkan bagian kalimat yang setara.
Titik dua bisa diganti dengan “yaitu”.
- Saya aktif di tiga medsos: X, Instagram, dan LinkedIn.
- Saya aktif di tiga medsos, yaitu X, Instagram, dan LinkedIn.
Titik koma bisa diganti dengan konjungsi.
- Saya aktif di tiga medsos; dia aktif di semua medsos.
- Saya aktif di tiga medsos, sedangkan dia aktif di semua medsos.
Temen gw pengacara perceraian. 7 tahun bolak-balik Pengadilan Agama. Udah megang ratusan kasus cerai.
Gw nanya iseng: "Klien lo yang paling bikin lo merinding itu yang kayak gimana?"
Dia gak jawab "yang berantem hebat" atau "yang suaminya selingkuh."
Dia jawab:
"Yang paling mengerikan itu istri yang dateng TENANG. Duduk rapi. Senyum tipis. Suaranya datar. Gak ada air mata."
"Kenapa itu mengerikan?"
"Karena kalau dia udah TENANG, keputusannya udah final. Biasanya sejak 6 bulan lalu."
aku selalu berperinsip kalo temenku karirnya lebih bagus, gajinya lebih banyak, sering jalan2 ya good for them dan aku ikutan happy karna jatuh bangunnya kan ga mungkin diposting, mereka bisa sampe dititik itu jg pasti pake air mata jd knp harus iri?
Gak semua orang yg gak dapet peran bapak kayak gini
- ada yg malah takut mulai hubungan, banyak insecure karena merasa gak pantas untuk dicintai wong bapak sendiri gak "mencintai"
- banyak bingung u/ ambil keputusan
Pokoknya peran bapak itu penting u/ kemandirian dan kepedean-
@hrdbacot 3x resign sebelum dapat pekerjaan pengganti
bukan tertekan sama pekerjaan
tapi sadar diri ga bisa fokus ke kerjaan utama kalo sambil ngelamar, interview, test, dll
aku tipe yg harus naksir duluan. kalo mikir aku gampang dideketin, itu aslinya aku udah naksir duluan dan aku ngasih kamu kesempatan. but technically, i don’t chase, i choose. so, play your cards right (hehe)
setuju lg, kata bapak gw menikah tuh 90% isinya NGOBROL. apalagi kalo udh pny anak, nanti anaknya udh gede dan pny hidup sendiri ya akhirnya menikmati masa pensiun dengan kegiatan gabut dan… ngobrol.
jadi jangan sepelein kualitas “ngobrol” yg sefrekuensi & mindset yg selaras.
Padahal dengan ngobrol lama bisa tau gimana pemikiran orang tsb, cara dia nanggapin suatu hal, dll. Justru orang yang bisa diajak ngobrol lama lama dan bisa diajak tuker pikiran tuh seru tau
Qawwam begins with the husband, and qana’ah begins with the wife.
When both are understood correctly, they create mawaddah - a love that is calm, sincere, and filled with harmony.
What is that?