10 janji kampanye prabowo subianto :
1. makan siang gratis
2. 300 fakultas kedokteran
3. 19jt lowongan pekerjaan
4. 13 kota baru
5. 3 juta rumah
6. pabrik ponsel
7. rumah sakit modern di setiap kota
8. lanjutkan IKN
9. 10 ribu beasiswa
10. 5 milyar dana desa
BREAKING: Israel baru saja menjatuhkan bom di gedung-gedung pemukiman yang dipenuhi keluarga di Doueir, Lebanon Selatan, di tengah malam.
Bukan pangkalan militer.
Rumah-rumah. Keluarga-keluarga. Warga sipil.
Ini adalah sebuah pembantaian.
Gila banget, zionist Israhell tega benget ngiket anak² sama bayi, DIBUNUH, terus dibuang gitu aja di kuburan massal.
Relawan kemanusiaan dari Prancis sampe bilang: "Kami nemuin kuburan massal di Gaza serves isi 300 jenazah. Anak-anak kecil itu dibantai pas tangan mereka masih terikat di belakang." Biadab banget!
https://t.co/MAtunqQk6t
Ini Kesaksian salah seorang Relawan, Betapa Bejadnya, Betapa Bangsatnya Militer Israel Memperlakukan Mereka ketika Mereka Ditangkap...
Tidak hanya dipukul, tapi juga di Perkosa...
Bangsa Laknatullah ini semoga segera mendapatkan Azabnya...
BreakNews‼️ Pasukan telah IDF Israel menewaskan seorang anak laki-laki Palestina umur 14 tahun. Video ini perlu jadi perhatian publik. Tolong bantu sebarin ya ‼️
Satu lagi anak bangsa berprestasi, niat pulang membangun bangsa tapi justru jeruji besi mengancam menanti
Niatnya pulang membawa perubahan, tapi pulangnya malah disambut rompi tahanan. 😔
Nicko Widjaja adalah potret nyata anak bangsa berprestasi internasional yang memilih kembali ke tanah air demi sebuah dedikasi. Lewat keahliannya di dunia teknologi dan startup, ia berjuang mengangkat derajat petani lokal agar mampu bersaing di era digital.
Namun hari ini, realitas pahit harus ia hadapi: dituntut 11 tahun penjara akibat sebuah risiko bisnis.
Melalui suratnya, Nicko dengan tegar menyatakan kekecewaannya, namun tetap memilih percaya pada kebenaran. Kasus ini bukan lagi sekadar tentang sosok Nicko, melainkan tentang:
Masa depan profesionalisme di Indonesia.
Rasa aman bagi siapa saja yang ingin berinovasi.
Kepastian hukum bagi para ahli yang ingin membangun negeri.
Sebuah pertanyaan besar untuk kita semua:
Adilkah jika sebuah kegagalan bisnis murni—tanpa adanya niat jahat (mens rea) atau tindakan korupsi—berujung pada kriminalisasi? Mengapa di negeri ini, risiko bisnis seorang profesional diperlakukan layaknya tindak kejahatan?
Kriminalisasi Anies Baswedan otaknya adalah Jokowi.
Semua pelaku dan terduga korupsi sebut nama Jokowi.
Jangan teriak2 tangkap koruptor selama Jokowi belum diadili!
Laporkan tidak ada yg kebal hukum di negara ini..
Betul kan @Gerindra@ListyoSigitP@DivHumas_Polri
Putri Ahmad Bahar berinisial F berencana melaporkan dugaan penculikan dan intimidasi yang menyeret organisasi GRIB Jaya serta ketuanya, Rosario de Marshall alias Hercules, ke Polda Metro Jaya pada Jumat (22/5/2026).
Rencana pelaporan itu disampaikan Ketua Bidang Riset dan Advokasi Publik LBH AP PP Muhammadiyah, Gufroni, usai mendampingi F mengadukan kasus tersebut ke Komnas HAM dan Komnas Perempuan di Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
Di usia 72 tahun, ia tidak mencuri untuk serakah, ia hanya mengambil sedikit getah karet agar istri dan cucunya tak kelaparan. Saat tak ada yang mau menolong, hukum datang lebih dulu daripada belas kasihan. Semoga keadilan hadir dengan hati, agar Kakek Mujiran bisa menghabiskan sisa usianya di rumah, bukan di balik jeruji.
#KeadilanBukanHanyaAturan
Sidang CLS Ijazah Palsu dengan penggugat purnawirawan TNI
Pihat tergugat (Polda Metro) kabur melulu (3x) dari panggilan sidang. Penegak hukum tapi takut proses hukum
Berani karena benar, takut karena --nyadar kalau salah❔
https://t.co/iMHI2bRwgB
...Kalau kita mau fair+sportif, sebenarnya juri² tsb gak salah.
Juri cowo:
Dengan suara tenang jelasin bahwa jawaban yg diucapkan siswi tsb kurang jelas.
Juri cewe:
Dengan suara tinggi mengatakan bahwa jawaban dari murid perempuan tsb diucapkan dengan artikulasi kurang jelas.
Faktanya yah memang kalau kita dengarkan baik² di tayangan ulang terlihat sangt jelas bahwa jawaban yang diucapkan peserta siswi tsb sangat baik artikulasinya.
Jadi si juri cowo melakukan manipulasi dengan ketenangannya.
Sementara juri cewe melakukan gaslighting ke siswi tsb.
Inilah yg gw bilang bahwa kedua juri tsb sebenarnya gak salah.
Mereka adalah representasi sosiologis yang bisa dilihat pada wakil² rakyat di gedung DPR:
1. Denial
2. Tidak mau mendengar
3. Gaslighting
Itulah budaya bangsa kita... (``,)
Semoga ini bukan gambaran rakyat dan pejabat di Konoha. Dimana ketika rakyat minta haknya yang dirampas, sang pejabat malah denial dan tidak merasa bersalah, lalu sang pejabat juga dibantu oleh buzzer dan penjilat yg mendukung keputusannya yang jelas2 merugikan dan tidak adil.
Orang Solo pasti tau soal ini
5 tahun berlalu. CCTV ada. Tapi pelaku… tetap tidak jelas.
(Catatan : Kapolresnya saat ini jadi Kapolda Jawa Tengah)
Video : dimensisenyap
Satu Layar Turun, Sepuluh Layar Naik!
Demokrasi terus dibungkam?
Pemutaran film “Pesta Babi” di Universitas Mataram dibubarkan birokrat kampus pada Kamis, 7 Mei 2026.
Pembubaran terjadi saat mahasiswa memasang layar di sekitar halaman kampus untuk memutar film tersebut. Sejumlah petugas keamanan kampus terlihat menutupi layar, sementara proyektor dan laptop mahasiswa diawasi pihak rektorat.
Peserta menyebut sejumlah personel intelijen kepolisian dan TNI juga memantau dari kejauhan. Wakil Rektor III Unram, Sujita, kemudian menemui mahasiswa dan menegaskan pemutaran film tidak diizinkan.
“Tidak ada alasan, pokoknya tidak boleh menonton,” ujarnya. Sujita mengaku telah menonton film tersebut. Menurutnya, isi film tidak pantas diputar di lingkungan kampus. Meski dibubarkan, pemutaran tetap berlangsung sekitar 50 meter di luar kampus, tepatnya di sebuah kafe.
Ratusan penonton menyaksikan film hingga selesai dan melanjutkannya dengan diskusi.
Sebelumnya, pada 25 April 2026, pemutaran Pesta Babi di Universitas Pendidikan Mandalika juga sempat dibubarkan pihak kepolisian.
Hingga kini, Pesta Babi telah diputar di lebih dari 500 titik di berbagai kota, termasuk di puluhan sekolah, ratusan kampus, hingga lembaga negara seperti Komnas HAM.
Film ini mengangkat perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan mempertahankan tanah leluhur dari proyek besar atas nama “ketahanan pangan” dan “transisi energi”, di tengah bayang-bayang militerisasi dan sejarah panjang eksploitasi Papua.
Pemutaran akan terus berlanjut di berbagai daerah. Komunitas, sekolah, kampus, hingga masyarakat umum dapat mengakses film ini selama musim nobar masih dibuka.
Sc: watchdog_insta