Mengurus Jateng TAK SEMUDAH mengurus DKI Jakarta
Udah anggarannya cuma 1/3 Jakarta, Penduduknya 3 kali lipat Jakarta pula
Tapi, Ganjar Pranowo SUKSES membawa ekonomi Jateng tumbuh 5,23% yoy, MELAMPAUI ekonomi nasional 5,17%
Kerja itu musti NYATA, tak boleh sekadar KATA2
Mengurus Jateng TAK SEMUDAH mengurus DKI Jakarta
Udah anggarannya cuma 1/3 Jakarta, Penduduknya 3 kali lipat Jakarta pula
Tapi, Ganjar Pranowo SUKSES membawa ekonomi Jateng tumbuh 5,23% yoy, MELAMPAUI ekonomi nasional 5,17%
Kerja itu musti NYATA, tak boleh sekadar KATA2
.
.
Izinkan saya sedikit membahas isu ini, dan betapa mengerikannya jika Aksi ini berhasil dieksekusi
Terdata ada :
3 pucuk Senapan Serbu Laras Panjang
1 pucuk SMG
1 pucuk shotgun
11 pucuk Pistol
25 magazine Senapan Serbu
9 magazine SMG
12 magazine Pistol call 9mm
20 magazine AirGun
Dan banyak sekali peluru 7.62, 5.56, 9mm dan Shotgun
1 magazine senapan serbu berisi 30 butir peluru
25 magazine berarti 750 butir peluru yang siap ditembakkan dari 3 pucuk senapan serbu laras panjang
1 magazine pistol pukul rata berisi 10 butir
12 magazine berarti 120 butir peluru siap ditembakkan dari 11 pucuk pistol
1 magazine SMG berisikan 25 butir peluru
9 magazine berarti 225 butir peluru siap ditembakkan dari 1 pucuk Uzi SMG
Jika ditotal ada 1.095 butir peluru siap ditembakkan dari total 16 pucuk senjata api
Anggap saja 1 personel memegang 1 pucuk
Berarti ada 16 personel bersenjata peluru tajam
Jika mereka sangat terlatih, bisa jadi mereka cuma butuh 3 butir peluru untuk menumbangkan 1 lawan .. bisa jadi malah cuma butuh 2 butir
Berarti kelompok ini memiliki kemampuan menumbangkan 365 personel lawan yang kemungkinan tidak sesiap mereka saat diserbu oleh mereka
Bisa dibayangkan berapa besar daya rusak yang diciptakan dari Aksi mereka ini jika berhasil dieksekusi ??! Pembantaian Massal !!!
Apa yang terjadi jika mereka menyerbu gudang persenjataan misalnya ??!
Atau disebar untuk menyerbu beberapa tempat pusat keramaian seperti Mall ??!
Apresiasi tertinggi sungguh harus diberikan kepada DENSUS 88 karena bisa menyita dan mengaggalkan rencana Aksi Pembantaian Massal ini
Bisa dibayangkan jika omongan Fadli Zon dikabulkan dan Densus 88 dibubarkan seperti perkataannya ??!!!
.
.
@IndihomeJTD@IndiHomeCare kenapa di bulan kedua setelah pakai IndiHome paket 30 Mbps yg sy gunakan cuma bisa maksimal sekitar 8Mbps ?? Terus terang saya kecewa dengan pelayanan nya, gak seperti iklan dan promo nya... Pdhl kalo kita putus sebelum 1 tahun bakal didenda 1juta..
@ruhutsitompul Bukan kabur Drun... Tapi menyelesaikan tugas dengan legawa dan menyerahkan tugas kepada @ganjarpranowo kalo @aniesbaswedan tunggu jadi presiden ke 2024 yaa... Sabar Drun.. Merdeka!! Bukan gitu bang @ruhutsitompul
@njeemhmd@gus_dibyo Namanya swadaya blung... Kl komando tetap ada, tp komando yg baik niat bersilaturahmi ... Bukan komando gak mandiin jenazah atau komando nyulik orang..
@abu_waras@faizalassegaf sy anggap kayak banci ya... Buat postingan yg di gembok buat yg mau comment, bahasanya belagu amat... Eh @abu_waras Indonesia gak butuh harapan sampah loe yaaa
Titipan Para Kyai untuk Ganjar
Belum lama ini ada satu peristiwa bersejarah yang sepertinya luput dari perhatian publik. Padahal yang hadir adalah para kyai, ulama besar atau lazim disebut sebagai para masyayikh dari penjuru di Nusantara.
Saya tidak sembarangan ketika menyebut seluruh yang hadir adalah para kyai besar. Siapa yang menyangsikan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus. Ahmad Bahauddin Mursalim atau Gus Baha. Ada juga Pimpinan Ponpes Al Muayyad Solo KH Karim, Habib Hasan Mulahela Purworejo, KH Abdulloh Kafabihi Kediri, KH Muhammad Abdulloh Cirebon, dll
Dari luar pulau Jawa ada KH Ahmad Tajally Lampung Tengah, LH Mahfudz Papua, KH Ahmad Damanhuri Jayapura, KH Ahmad Junaidi Palangkaraya. Turut hadir sejumlah kyai dari Banjarmasin, Tenggarong, Tanah Laut, Garut, Sukabumi, Kota Banjar, Ciamis. Totalnya 57 masyayikh.
Mereka semua berkumpul di pondoknya Alm KH Maemoen Zubair, Ponpes Al Anwar Rembang.
Saya sebut peristiwa bersejarah karena di tengah-tengah para masyayikh ini hadir salah satu calon presiden yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Turut mendampingi Mas Ganjar, Gus Yasin Putra Mbah Moen yang kini menjabat Wakil Gubernur Jateng.
Tentu saja ketika para masyayikh se Nusantara berkumpul. Dan di situ ada Ganjar. Mereka tak sekadar ngobrol ngalor ngidul atau guyon gak penting.
Dalam pertemuan yang dipimpin KH Muhammad Idror Maimoen atau Gus Idror selaku putra bungsu Mbah Moen itu, para ulama menyepakati 8 poin penting yang dititipkan kepada Ganjar:
1. Prestasi yang telah dilakukan oleh Ganjar di Jawa Tengah dan beberapa terobosan kebersamaan nasionalis religius hendaknya dapat dilanjutkan dengan skala yang lebih luas, khususnya dalam memaksimalkan pengelolaan dan penghimpunan zakat melalui Baznas.
2. Akses komunikasi dari warga ke pemerintah hendaknya dipermudah, diteruskan, serta diperluas hingga skala nasional.
3. Terkait program pembangunan IKN di Kalimantan, diharapkan tak hanya pembangunan infrastruktur saja, namun meliputi pula pembangunan keagamaan agar keberadaan IKN nantinya tidak menimbulkan ketimpangan sosial ekonomi dan budaya di masa depan.
4. Mendorong pemerintah segera mengaplikasikan dan menjalankan Undang-Undang Pesantren serta melakukan peningkatan guru ngaji, imam masjid, atau mushola seperti yang telah dilakukan di Jawa Tengah, sehingga program ini menjadi program nasional. Langkah ini diharapkan meliputi pengupayaan kesehatan di lingkungan pesantren.
5. Kebersamaan ulama dan umara harus terus dilakukan. Dari pertemuan ini, diharapkan menjadi tonggak awal munculnya Jam'iyyah masyayikh yang bisa membarengi pemerintah demi keberlangsungan dan kedamaian bangsa.
6. Untuk daerah Papua serta beberapa daerah berkembang lainnya, dimohon program keagamaan yang telah berjalan atau berkembang jangan sampai mengalami kemunduran. Selain itu, hendaknya ada pemerataan lulusan pesantren yang difasilitasi oleh pemerintah, sehingga alumni pesantren dapat mengamalkan ilmunya dan menjangka daerah pelosok.
7. Mengenai masalah radikalisme, hendaknya pemerintah lebih serius dalam mengatasinya khususnya di daerah-daerah rawan konflik.
8. Pemerintah harus melibatkan tiga unsur sebelum mengeluarkan kebijakan, yakni unsur pemerintahan, keagamaan, dan adat istiadat setempat.
Bukan. Ini bukan deklarasi pada Ganjar. Para masyayikh ini terlalu agung untuk acara-acara seremonial dukung-mendukung.
Namun kepercayaan para kyai untuk menitipkan poin-poin penting bagi bangsa ini kepada Ganjar, nilainya lebih dari sekedar sorak sorai deklarasi. Beliau-beliau ini tidak mungkin menitipkan pesan-pesan itu jika tidak percaya pada Ganjar. Gus Baha dan Gus Mus tidak mungkin berkenan hadir jika tidak percaya Ganjar mampu menerima amanat sebesar itu.
Saya hanya bisa mengamini apa yang menjadi doa dan pengharapan para kyai. Semoga bangsa ini benar-benar mendapatkan pemimpin yang tepat. Yang bisa menjadi harapan umat. Harapan seluruh masyarakat.